<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5382259234012579357</id><updated>2012-02-09T14:45:23.077+03:30</updated><category term='Artikel'/><category term='Gambar'/><category term='News'/><title type='text'>Saleh Lapadi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://salehlapadi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salehlapadi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Saleh Lapadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10998170696319232926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>83</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5382259234012579357.post-6683987840398762043</id><published>2007-06-24T06:22:00.001+03:30</published><updated>2007-06-24T06:29:42.279+03:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Kecerdikan Hamas kecemasan Barat</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kecerdikan Hamas kecemasan Barat&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Saleh Lapadi&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pada bulan Januari tahun 2006 Hamas dalam pemilihan anggota Dewan Legislatif Palestina memenangkan mayoritas kursi yang disediakan. Dari 132 kursi yang diperebutkan Hamas berhasil merebut 76 kursi. Kemenangan ini akibat keikutsertaan Hamas dalam pemilu setelah pada tahun 1996 mereka melakukan boikot terhadap pemilihan. Di samping itu kemenangan mereka diakibatkan penurunan drastis popularitas Fatah setelah dinilai korup dan tak mampu mengurusi Palestina. Kemenangan Hamas dilakukan dalam pemilihan umum yang bersih dan diawasi oleh negara-negara asing.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dalam sistem politik Palestina, Perdana Menteri dipilih oleh Presiden Otoritas Nasional Palestina dan bukan dipilih oleh Dewan Legislatif Palestina atau tidak juga dipilih secara langsung oleh rakyat. Meskipun begitu, sang perdana menteri masih umumnya mewakili koalisi mayoritas di parlemen. Dan pada tanggal 29 Maret 2006 Ismail Haniyeh terpilih menjadi Perdana Menteri Palestina sampai Presiden Otoritas Nasional Palestina Mahmud Abbas pada tanggal 14 Juni 2007 membubarkan pemerintah koalisi Hamas-Fatah dan mengangkat Salam Fayyad sebagai Perdana Menteri yang baru.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kemenangan Hamas dalam pemilihan anggota Dewan Legislatif yang berujung pada pengangkatan Ismail Haniyeh sebagai Perdana Menteri memunculkan kecemasan bagi Israel, Barat dan negara-negara Arab pro perdamaian Arab Israel. Sejak awal membentuk kabinetnya Ismail Haniyeh mengumumkan tidak mengakui secara resmi keberadaan negara Israel. Hal itu membuat negara-negara Barat menghentikan bantuan kepada Palestina. Hanya keteguhan hari rakyat Palestina yang benci dengan sikap Israel selama ini yang memberi semangat kepada pemerintahan Haniyeh.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Konflik Hamas dan Fatah&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Konflik yang terjadi selama ini antara Hamas dan Fatah merupakan sebuah miniatur dari tarik-menarik antara kekuatan-kekuatan yang ingin melakukan perdamaian dengan Israel dan kekuatan-kekuatan yang menganggap hanya perjuangan yang dapat membebaskan rakyat Palestina dari kebiadaban Israel. Fatah mewakili kelompok pro perdamaian dengan Israel dan Hamas mewakili kelompok yang kontra perdamaian dengan Israel. Rakyat Palestina sendiri telah muak dengan berbagai macam perundingan yang dilakukan dengan Israel, karena ujung-ujungnya Israel tidak pernah menghormati hasil-hasil perundingan itu. Setiap kali perjanjian gencatan senjata ditandatangani, Israel adalah pihak pertama yang melanggar perjanjian itu. Itulah mengapa rakyat Israel memilih dan mendukung Hamas yang memperhatikan mereka dan benar-benar berjuang bagi rakyat Palestina.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Di satu sisi, Hamas yang secara sah memerintah di Palestina diboikot oleh negara-negara Barat dan sebagian negara-negara Arab yang menghentikan bantuannya, bantuan dana tetap mengucur untuk Fatah. Tidak itu saja dalam ketegangan yang semakin memuncak, Fatah mendapat kiriman senjata beberapa truk lewat Mesir. Hamas berhasil menghentikan sebuah truk yang membawa senjata dan beberapa truk yang lain berhasil lolos dan sampai ke tangan Fatah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Perundingan Mekkah dan Kabinet Persatuan&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Konflik antar Fatah dan Hamas semakin meruncing. Korban yang jatuh di kedua belah pihak semakin besar. Raja Abdullah dari Arab Saudi kemudian mengusulkan sebuah perundingan di Mekkah. Ismail Haniyeh dan Mahmud Abbas menyetujui untuk menghentikan konflik yang terjadi. Raja Abdullah memanfaatkan Mekkah sebagai kiblat kaum muslimin dan simbol persatuan untuk mendamaikan kedua kelompok yang berselisih.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sebenarnya, dalam masalah ini, usulan Raja Abdullah merupakan pengkhianatan atas suara rakyat Palestina yang telah diberikan kepada Hamas dalam pemilihan yang jujur, bebas dan rahasia. Raja Abdullah, negara-negara Arab bahkan Barat tidak pernah menyetujui pemilihan demokratis yang terjadi di Palestina. Demokrasi bagi Barat biasanya dinyanyikan dengan mengatakan bahwa sebuah pemilihan harus berlandaskan suara terbanyak. Bila sudah terpenuhi mereka akan menambahkan lagi bahwa harus ada persaingan. Bila ini juga sudah terpenuhi, biasanya mereka menambahkan alasan lain, harus ada kebebasan yang menjamin bahwa pemilihan umum itu sebagai manifestasi sebuah demokrasi. Terakhir, bila hal ini juga sudah dipenuhi, mereka akan mengatakan bahwa kelompok pemenang memiliki ideologi yang menyimpang. Seluruh syarat-syarat sebelumnya telah dipenuhi oleh Hamas, tapi mereka masih punya satu alasan pamungkas. Hamas memiliki ideologi menyimpang. Untuk itu Hamas dimasukkan dalam kelompok teroris. Padahal, kesalahan Hamas hanya satu tidak mengakui Israel dan meyakini jalan perjuangan yang dapat membebaskan mereka dari Israel.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ismail Haniyeh secara cerdik menerima usulan Raja Abdullah dan menerima upayanya sebagai pihak penengah konflik Hamas-Fatah ini. Mahmud Abbas lebih antusias menuju Mekkah, karena itu berarti dalam tawar-menawar ini, Fatah akan mendapat jatah kue kekuasaan. Dan akhirnya memang demikian. Dalam perundingan itu disetujui untuk membentuk “Kabinet Persatuan”.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Mahmud Abbas merasa memang dengan upayanya yang tersalurkan dalam perundingan Mekkah. Namun, ternyata ia dan Raja Abdullah salah perhitungan. Karena ternyata yang paling banyak diuntungkan adalah Hamas. Secara politis, pemerintah yang dipimpinnya mau tidak mau harus diakui oleh dunia internasional, terutama kelompok kuartet; sebutan bagi kelompok &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Uni Eropa, Amerika, Rusia dan PBB, karena mengikutsertakan Fatah dan menteri dari kelompok netral.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sementara itu Mahmud Abbas yang merasa gembira beberapa kabinet Palestina berasal dari orang-orangnya secara sesumbar langsung mengeluarkan pernyataan bahwa Kabinet Persatuan ini akan mengakui Israel, namun Ismail Haniyeh segera menepis isu itu. Ternyata, tidak saja ia harus menerima Hamas dan menyetujui langkah-langkah Hamas setelah Fatah mendapat kursi di kabinet Haniyeh, pernyataan Ismail Haniyeh bahwa Kabinet Persatuan juga tidak menerima Israel, membuat ia menjadi salah tingkah; baik menghadapi Hamas karena terikat perjanjian dan menghadapi Israel karena pro perdamaian Palestina Israel.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Berbeda dengan permasalahan Mahmud Abbas, kesediaan Arab Saudi menjadi pihak ketiga dalam upaya menyelesaikan konflik Hamas dan Fatah, Arab Saudi yang merasa berjasa, mau tidak mau secara finansial harus membantu kabinet Ismail Haniyeh. Dan secara politis, ketika muncul lagi konflik, Hamas tidak sendirian tapi di belakangnya ada Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sampai di sini, game yang coba dimainkan oleh Arab Saudi dalam perundingan Mekkah sebenarnya dimenangkan oleh Hamas berkat kecerdikan Ismail Haniyeh.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Usulan gencatan senjata yang ditolak&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Setelah terbentuknya Kabinet Persatuan, sekali lagi terjadi pelecehan demokrasi oleh Barat. Hubungan mereka dengan pemerintah Palestina dilakukan dengan mengontak menteri-menteri dari kelompok netral. Upaya mereka ini dalam rangka memarginalkan Hamas. Namun, ini juga jelas menjadi kemenangan Hamas, karena tetap saja hubungan itu masih dalam kontrolnya. Dengan memiliki Kabinet Persatuan, upaya mengontrol kelompok-kelompok oposisi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Israel meradang dan tidak mampu melihat kemenangan berturut-turut dalam diplomasi dan kebijakan Hamas. Mereka kemudian melakukan serangan militer yang lebih hebat terhadap rakyat Palestina. Namun, sebagaimana biasanya tindakan teror mereka ditujukan kepada tokoh-tokoh Hamas. Tidak urung Ismail Haniyeh menjadi sasaran bahkan rumahnya menjadi sasaran tembak rudal Israel. Semakin berkurangnya jumlah korban dari tokoh-tokoh Hamas menandakan bahwa kemampuan Hamas baik dari sisi militer dan intelijen semakin baik. Apa lagi mereka menguasai jalur Gaza yang berada di luar pendudukan Israel. Ini membuat mereka dengan mudah merencanakan serangan balik ke pemukiman Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Mengikuti taktik yang dilakukan oleh Hizbullah, Hamas lewat Brigade al-Qassam menembakkan rudal-rudal ke arah pemukiman Yahudi. Rudal-rudal yang sebagian besarnya dibuat sendiri. Perang bertahun-tahun dengan Israel membuat Brigade ini semakin dewasa. Tentu saja Israel dibuat repot karena ketakutan yang melanda pemukiman Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Menyaksikan hal ini, kembali lagi Mahmud Abbas sebagai corong Israel meminta kepada Hamas untuk melakukan gencatan senjata. Namun, ini ditolak oleh Hamas. Bila harus melakukan gencatan senjata, maka yang harus memulainya adalah Israel dan bukan Hamas. Hamas hanya melakukan serangan balasan demi membela dirinya dan rakyat Palestina yang dibantai oleh Israel, begitu pembelaan Hamas.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Rupanya ini tidak bisa diterima oleh Mahmud Abbas. Maka dimulai lagi konflik babak kedua Hamas-Fatah yang memakan korban lebih banyak dari konflik pertama. Konflik ini dimulai dengan tekanan hebat Fatah yang diarahkan kepada Menteri Dalam Negeri yang kemudian berakhir dengan pengunduran dirinya. Ismail Haniyeh untuk sementara waktu merangkap jabatan sebagai Menteri Dalam Negeri.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Fatah memulai konflik ini dengan menyerang gedung-gedung milik Hamas, bahkan tempat tinggal Ismail Haniyeh tidak luput dari sasaran. Aksi-aksi Fatah ini berusaha menutup-nutupi siapa sebenarnya musuh rakyat Palestina. Ditambah lagi orang-orang seperti Mahmud Hilali salah seorang anggota Fatah yang punya hubungan dekat dengan Israel berusaha memperluas kawasan konflik. Sebelumnya, ia pernah membuat kamp perlawanan menentang Yasir Arafat.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Hamas tidak bisa berdiam diri melihat apa yang dilakukan oleh Fatah dan anggota-anggotanya. Para pelaku kerusuhan ditangkapi dan dijebloskan ke dalam penjara. Pemerintah yang dipimpin oleh Hamas hampir berhasil menangkap semua anggota Fatah yang bersenjata. Mahmud Abbas yang sejak semula menanti reaksi Hamas yang seperti ini dan sekaligus melanggar perundingan Mekkah, ia membubarkan Kabinet&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Persatuan yang dipimpin oleh Ismail Haniyeh. Ia kemudian mengangkat Sallam Fayyad untuk membentuk pemerintahan darurat tanpa perlu dukungan parlemen yang dikuasai 75 persen kursi yang ada.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Siapa Salim Fayyad?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Israel menganggap Salim Fayyad sebagai Perdana Menteri yang paling tepat. Fayyad sejak intifadhah pertama dari sekitar tahun 1987 hingga tahun 1995 bekerja di Bank Dunia. Dari Tahun 1995 sampai tahun 2001 ia menjadi wakil PLO di IMF. Dari tahun 2002 hingga 2005 ia menjadi Menteri Keuangan PLO. Setelah kemenangan Hamas, ia tidak dipakai dan diangkat kembali setelah terbentuknya Kabinet Persatuan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Mahmud Abbas dengan mengangkat Fayyad dapat meraih beberapa tujuan yang diinginkannya. Dari satu sisi, ia akan membawa rakyat Palestina untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan Israel. Dan dari sisi lain, ia mengharapkan Uni Eropa, Bank Dunia dan IMF dapat bekerja sama dengan pemerintah Palestina. Di samping itu, ia berhasil mengamankan kecemasan negara-negara Arab yang selama ini menginginkan perdamaian dengan Israel. Itulah mengapa ketika Mahmud Abbas membubarkan Kabinet Persatuan dan mengangkat Salim Fayyad, Persatuan Negara-negara Arab langsung mengadakan pertemuan darurat untuk membicarakan masalah ini dan relatif mereka semua menerima keputusan Mahmud Abbas.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Beberapa hari lalu, menteri-menteri luar negeri Arab mengeluarkan pernyataan agar Hamas menghormati Mahmud Abbas sebagai presiden dan pemimpin tertinggi di Palestina. Mereka memakai kata pemimpin tertinggi Palestina ditujukan kepada Mahmud Abbas, karena sepeninggal Yasir Arafat, tidak ada pribadi yang dapat mengisi kekosongan kharismatik Yasir Arafat, tidak juga Mahmud Abbas. Bahkan, mayoritas rakyat Palestina tidak mengakuinya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Uni Eropa, Amerika bahkan Israel tanpa menunggu lebih lama langsung mendukung keputusan Mahmud Abbas. Amerika bahkan telah mengucurkan dana untuk Kabinet yang dibentuk oleh Salim Fayyad. Tidak kurang PBB memberikan dukungan secara penuh kepada keputusan Mahmud Abbas.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dalam menyikapi keputusan Mahmud Abbas ini, negara-negara seperti Rusia, Afrika Selatan, Arab Saudi dan Sekjen Persatuan Negara-negara Arab mengambil sikap yang agak berbeda. Rusia mengembalikan masalah pada perundingan Mekkah, Afrika Selatan dengan bahasa yang agak mirip meminta kelompok-kelompok yang bertikai kembali pada Kabinet Persatuan, sementara Saud al-Faishal menunjukkan sikap tidak setujunya terhadap sikap yang diambil oleh Mahmud Abbas. Ia masih mendukung pemerintah yang dibentuk setelah perundingan Mekkah. Amr Musa sendiri mengecam pertikaian yang terjadi dan mengajak kedua belah pihak untuk kembali ke meja perundingan untuk menyelesaikan masalah yang ada.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kecemasan Israel dan Amerika&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sekalipun rencana pembubaran Kabinet Persatuan yang diumumkan oleh Mahmud Abbas oleh New York Times hasil dari usulan dan dorongan Bush, Menteri Pertahanan Amerika mengatakan bahwa ikut campur Amerika dalam konflik ini akan merusak apa yang telah dicapai. Pencitraan yang dilakukan oleh pertemuan negara-negara Arab, Amerika, Israel dan Uni Eropa menguntungkan Fatah dan melemahkan posisi Hamas. Padahal, kenyataannya tidak demikian.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Jalur Gaza adalah satu-satunya daerah yang bebas dari pendudukan Israel dan saat ini dikuasai oleh Hamas dan pemerintah yang lahir dari kemenangan mereka di parlemen. Sementara itu, Mahmud Abbas dan pemerintah yang ditunjuknya, Salim Fayyad berdiam di kawasan yang diduduki oleh Israel, Tepi Sungai Yordan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Bila kembali mengamati tujuan Hamas ketika memutuskan untuk mengikuti pemilihan umum adalah mendapatkan sejengkal tanah untuk menjadi basis perjuangan mereka melawan Israel dan bukan berkuasa dan mendirikan pemerintahan, maka mereka telah mencapai tujuan itu dan menang. Memiliki negara dan berkuasa bersanding dengan Israel tidak pernah ada dalam kamus Hamas bahkan secara politis mereka tidak percaya itu. Dan dalam masalah ini Mahmud Abbas dan Fatah bukan rivalnya. Sejak awal ketika Hamas memenangkan pemilu dan menguasai jalur Gaza, Mahmud Abbas dan Fatah telah menjadi pecundang.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dengan perhitungan ini, sekalipun Amerika dan Israel berusaha keras untuk mendukung Fatah dan Mahmud Abbas lewat publikasi media besar-besaran sebagai pengganti Hamas, namun kecemasan itu tetap ada karena Hamas masih menguasai Jalur Gaza. Koran Yedioth Ahronoth menukil ucapan Perdana Menteri Israel Olmert yang mengatakan bahwa kemenangan Hamas atas Fatah mengingatkannya akan kekalahan pasukan Israel setelah keluar dari Lebanon Selatan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Salah seorang senator garis keras Amerika dengan mengejek aksi yang dilakukan oleh Mahmud Abbas mengatakan, “Mahmud Abbas mengumumkan pembentukan pemerintahannya ketika Hamas telah menguasai Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sebagian orang masih memberikan harapan dengan kosongnya Jalur Gaza dari anggota Fatah dengan mendirikan pemerintah di Tepi Sungai Yordan, akan memberikan kesempatan kepada Israel untuk yang kedua kalinya menduduki Jalur Gaza. Atau Jalur Gaza akan diserang habis-habisan oleh militer Israel. Dalam hal ini, analisa ini terlalu menganggap remeh kekuatan Hamas. Selama ini Tentara Israel selalu mengingat Jalur Gaza sebagai neraka bagi anggotanya dan mereka tidak akan kembali ke Jalur Gaza. Serangan udara yang diarahkan ke Gaza bukanlah hal baru bagi Hamas sehingga akan menghasilkan sebuah perubahan. Israel tahu benar bahwa serangan udara mereka memberikan kesempatan luas kepada Hamas untuk menembakkan rudal-rudal mereka ke pemukiman Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sebagian lain menganggap Gaza yang berbatasan dengan Mesir dengan kebijakan Hosni Mubarak di satu sisi dan di sisi lain berdampingan dengan Tepi Barat Sungai Yordan yang didukung oleh Mahmud Abbas akan menjadikan Gaza sebagai kekalahan dan kuburan Hamas. Harus dikatakan bahwa Mesir dan Yordania sejak lama punya kebijakan yang seperti ini dan sampai sekarang mereka belum mampu menghentikan Hamas atau sekurang-kurangnya dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh Fatah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Taktik yang selama ini dipakai oleh Hamas dalam menghadapi Israel adalah strategi yang selama ini diterapkan oleh Hizbullah. Dan itu tentunya setelah mereka sampai pada kesimpulan bahwa untuk meraih kemenangan perundingan bukan jalan yang terbaik. Apa lagi Israel adalah pihak pertama yang lebih dulu melanggar perjanjian.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Untuk itu, Hamas mengikuti pemilihan umum dan setelah menang mereka menguasai daerah Gaza sebagai basis perjuangan mereka. Ikut sertanya Hamas dalam pemilu tidak dengan harapan menjadi penguasa, tapi seperti yang dilakukan oleh Hizbullah, mereka berharap mendapat pengakuan dan sejengkal tanah untuk dapat berjuang melawan Israel dan membebaskan rakyat Palestina dari cengkeraman kejahatan Israel.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Taktik perangnya pun mengikuti model Hizbullah dalam membalas serangan dan aksi teror yang dilakukan oleh militer Israel. Brigade al-Qassam saya militer Hamas telah mampu memproduksi sendiri rudal-rudal yang bakal ditembakkan ke pemukiman Yahudi sebagai upaya bela diri atas serangan dan aksi teror Israel.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ketika Hizbullah tak terkalahkan karena didukung penuh oleh rakyat Lebanon, saat ini Hamas mendapat dukungan dari hampir seluruh rakyat Palestina. Mereka menganggap hanya Hamas yang benar-benar memperhatikan keadaan mereka. Dan perlindungan maksimal Hamas selalu ditunjukkannya dengan membalas setiap serangan yang dilakukan oleh militer Israel.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Qom, 20 Juni 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5382259234012579357-6683987840398762043?l=salehlapadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salehlapadi.blogspot.com/feeds/6683987840398762043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6683987840398762043' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/6683987840398762043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/6683987840398762043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salehlapadi.blogspot.com/2007/06/kecerdikan-hamas-kecemasan-barat.html' title='Kecerdikan Hamas kecemasan Barat'/><author><name>Saleh Lapadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10998170696319232926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5382259234012579357.post-5308373275725015198</id><published>2007-06-24T06:17:00.002+03:30</published><updated>2007-06-24T06:29:42.279+03:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Sayyidah Fathimah Az-Zahra as Teladan Wanita Seluruh Alam</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sayyidah Fathimah Az-Zahra as Teladan Wanita Seluruh Alam&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Hari Lahir Sayyidah Fathimah as&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sayyidah Fathimah lahir pada tanggal 20 Jumadil Tsani tahun ke lima hijriah. Pada masa itu usia ayahnya; Nabi Muhammad saw 45 tahun dan usia ibunya; Khadijah binti Khuwailid 60 tahun.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Nama-nama beliau antara lain: Fathimah, Shiddiqah, Zahra, Mubarakah, Radhiyah, Mardhiyah, Thohirah, Zakiyah, Muhaddatsah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Julukan beliau lebih dari tiga puluh sebagaimana yang ada dalam ziarah-ziarah atau sifat-sifat yang telah disebutkan oleh Rasulullah sendiri untuk beliau seperti, Ummul Aimmah, Ummu abiha, Ummul hasan, Ummul husein, Ummul muhsin, Batul, Haniyah, Al-Hurrah, Hashon, Haura insiyah, sayyidah An-Nisa Al-Alamin, shobirah, muthohharah, syahidah, dan sebaginya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Beliau dinamakan Fathimah yang artinya putus, pisah yakni beliau dan para pengikutnya terpisah dan terputus dari api neraka.&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Masa Kecil Sayyidah Fathimah as&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Beliau hidup pada zaman yang penuh tantangan karena pada masa itu adalah masa dakwah ayahnya dalam mengajak masyarakat untuk beriman kepada Allah swt. di mana orang-orang Quraisy pada saat itu karena kesombongannya dengan harta kekayaan dan nasabnya mereka merasa bangga dan tidak mau beriman kepada Allah swt. Faktor lain yang membuat mereka tidak beriman adalah mengikuti agama dan keyakinan nenek moyang mereka sebagai penyembah berhala. Pada kondisi seperti ini hanya sedikit orang-orang yang beriman kepada Allah swt dan kenabian Muhammad saw. mereka yang beriman khususnya para mustadh’afin dan orang-orang yang teraniaya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Selain Nabi Muhammad sekeluarga ada beberapa keluarga yang beriman antara lain keluarga Yasir bin Amir dan anak istrinya yang bernama Sumayyah dan Ammar bin Yasir. Sumayyah adalah wanita syahid pertama dalam islam. Ia terbunuh karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membela islam dan Rasulullah saw sehingga rela dibantai oleh kaum Quraisy. Orang yang mendukung Rasulullah dalam rumah adalah Khadijah binti Khuwailid dan pendukung di luar rumah adalah paman Rasulullah saw yang bernama Abu Thalib. Akan tetapi setelah meninggalnya Khadijah dan Abu Thalib, Fathimah lah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang menjadi pendukung ayahnya di rumah karena sepeninggal Khadijah dan Abu thalib orang-orang kafir semakin merajalela dalam memusuhi Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pada tahun kelima hijriah ibu Sayyidah Fathimah a.s. meninggal dunia. Beliau hidup bersama ayahnya sehingga saat orang-orang kafir menganiaya ayahnya. Beliau adalah satu-satunya orang yang selalu menjadi pendingin dan penenang hati ayahnya oleh karenanya beliau dijuluki sebagai &lt;i&gt;Ummu abiha&lt;/i&gt;, yakni ibu ayahnya. Beliau selain sebagai putri juga sebagai ibu dari ayahnya dalam mengemban risalah islam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Fathimah adalah Bagian dari Diri Nabi saw&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Para perawi baik dari Syi’ah maupun Ahli Sunah telah meriwayatkan hadis yang berbunyi: “Fathimah adalah bagian dariku barang siapa yang menyakitinya maka ia telah menyakitiku”. &lt;a style="" href="#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Karena Fathimah adalah bagian dari Nabi saw. maka saat beliau gembira hati Nabi juga ikut gembira dan di saat beliau sedih hati Nabi juga ikut sedih. Ucapan Nabi yang demikian ini bukan hanya karena ucapan kasih sayang atau lebih bersifat emosional tapi sebuah hakikat. Hakikat yang akan menjelaskan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rahasia dari salah satu perilaku Nabi saw. di mana setiap Nabi mau bepergian beliau selalu mengucapkan selamat tinggal terlebih dahulu dengan putrinya Fathimah. Fathimah adalah orang yang terakhir yang ditemui Nabi ketika mau pergi dan ketika datang dari bepergian yang pertama kali beliau temui adalah putrinya Fathimah.&lt;a style="" href="#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Fathimah dalam Ucapan Nabi Muhammad saw&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dia adalah jantungku.&lt;a style="" href="#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dia adalah cahaya mataku.&lt;a style="" href="#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dia adalah buah hatiku.&lt;a style="" href="#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dia adalah bagian dari diriku.&lt;a style="" href="#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dia adalah pemimpin seluruh wanita alam. Di hari kiamat juga dia sebagai pemimpin seluruh wanita.&lt;a style="" href="#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sesungguhnya Allah akan marah jika dia marah dan Allah akan senang jika dia merasa senang.&lt;a style="" href="#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Bau surga tercium darinya.&lt;a style="" href="#_ftn10" name="_ftnref10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Cahaya Fathimah diciptakan sebelum diciptakannya seluruh cahaya langit dan bumi.&lt;a style="" href="#_ftn11" name="_ftnref11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Orang yang pertama menyusul nabi Muhammad saw. setelah wafat ayahnya.&lt;a style="" href="#_ftn12" name="_ftnref12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Orang yang pertama kali masuk surga.&lt;a style="" href="#_ftn13" name="_ftnref13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dia bisa memberikan syafaat di hari kiamat.&lt;a style="" href="#_ftn14" name="_ftnref14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Seandainya dalam Al-Quran tidak ada ayat yang diturunkan sekaitan dengannya dan tidak ada ayat yang tafsirannya berkaitan dengannya dalam masalah sebab-sebab turunnya ayat maka hanya dengan ayat yang berbunyi ‘Dan dia tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu akan tetapi pembicaraanya adalah hanya wahyu yang di wahyukan kepadanya,&lt;a style="" href="#_ftn15" name="_ftnref15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; tidak ada keraguan sama sekali tentang keutamaan yang disebutkan Nabi Muhammad saw. sekaitan dengan putrinya dan ini bukan hanya sekedar karena sebagai putrinya sehingga beliau menyebutkan keutamaan ini, akan tetapi beliau menyebutkannya karena untuk umatnya supaya mereka tahu dan satu-satunya teladan dalam Islam adalah putri rasul; Fathimah, yang berada di bawah naungan dan pendidikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;wahyu ilahi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ayah, suami dan anak-anaknya adalah utusan Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Fathimah sebagai Sosok Teladan Bagi Wanita Seluruh Alam&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sebelum membahas masalah meneladani Sayyidah Fathimah a.s. kita lihat bagaimana Allah swt. mendidik makhluknya yang bernama manusia dengan perantaran para utusan-Nya. Allah dalam mendidik hambanya dengan menggunakan berbagai macam cara seperti memberikan kabar gembira berupa nikmat-nikmat yang abadi, menakut-nakuti dengan azab yang pedih, menceritakan kisah kaum terdahulu, menceritakan kisah para nabi, menggunakan contoh atau sumpah dan sebaginya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Salah satu cara yang paling mujarab yang digunakan berkali-kali dalam Al-Quran adalah menyodorkan teladan yang layak dan baik dengan cara langsung atau tidak langsung. Begitu juga menentukan teladan yang baik dan menekankan untuk mengikutinya serta tidak menganggap baik mengikuti teladan yang buruk dan menghancurkan pemikiran dan budaya yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Al-Quran mengenalkan Rasulullah saw. sebagai teladan yang baik bagi kaum beriman: “Dalam diri Rasulullah saw. ada teladan untuk kalian orang-orang yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berharap kepada Allah dan hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah”.&lt;a style="" href="#_ftn16" name="_ftnref16" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Artinya, mengikuti Rasul sebagai teladan adalah sebuah taufik dan sifat yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terpuji yang tidak bisa didapatkan oleh setiap orang, akan tetapi hanya bisa didapatkan oleh orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari kiamat serta orang-orang yang betul-betul mencintai Allah dan banyak mengingat-Nya saja. Yang pada akhirnya mengingat dan perhatian yang terus menerus inilah yang akan menyebabkan seseorang untuk meneladani Rasulullah secara sempurna.&lt;a style="" href="#_ftn17" name="_ftnref17" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Sebaliknya, jika keimanan seseorang kepada Allah swt. dan hari kiamat semakin lemah maka semangat dan taufik untuk meneladani Rasulullah saw. juga akan semakin kecil dan lemah.&lt;a style="" href="#_ftn18" name="_ftnref18" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[18]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sebuah misal, Al-Quran menganjurkan kepada Rasulullah saw untuk meneladani para nabi &lt;i&gt;ulul Azmi&lt;/i&gt; dalam menyampaikan risalahnya artinya hendaknya seperti mereka sabar dan &lt;i&gt;istiqomah&lt;/i&gt; dan hindarilah tergesa-gesa “(Dalam bertablig dan menahan godaan umat). Bersabarlah sebagaimana para nabi &lt;i&gt;ulul azmi&lt;/i&gt; bersabar dan jangan tergesa-gesa (dalam mengazab mereka)”.&lt;a style="" href="#_ftn19" name="_ftnref19" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Al-Quran dalam mendidik umat menggunakan contoh dalam bentuk cerita, seperti dalam ayat yang menceritakan kisah Asiyah; istri Firaun dan Maryam; putri Nabi Imran as mereka adalah teladan bagi para mukminin alam, baik laki-laki maupun perempuan. “Allah mencontohkan Asiyah istri Firaun untuk orang-orang yang beriman ketika dia berkata Ya Allah bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisimu di surga dan selamatkanlah aku dari keburukan Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim. Dan Maryam; putrinya Imran yang menjaga kesuciannya”....&lt;a style="" href="#_ftn20" name="_ftnref20" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[20]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dalam ayat ini Allah mengenalkan masalah teladan yang baik. Kalau mau meneladani maka teladanilah dua wanita ini, dari sisi panjangnya jangkauan dan semangat tingginya Asiyah; istri Firaun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di mana ia saat itu berada dalam istana dengan fasilitas yang memadai, tetapi ia tidak menghiraukan masalah dunia dan memandangnya sebagai sesuatu yang hina bahkan meminta kepada Allah untuk dibangunkan sebuah rumah yang abadi di akhirat dan hendaknya diselamatkan dari tangan Firaun yang zalim dan kaumnya. Begitu juga teladanilah Maryam, dari sisi kesuciannya dan iman serta penghambaannya yang murni kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sekaitan dengan contoh teladan Maryam, dia adalah teladan untuk zamannya. Sementara Sayyidah Fathimah adalah teladan seluruh wanita sepanjang sejarah. Rasulullah saw. bersabda bahwa Maryam adalah teladan bagi para wanita di zamannya sementara Fathimah adalah teladan wanita seluruh alam dari awal sampai akhir.&lt;a style="" href="#_ftn21" name="_ftnref21" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[21]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Rasulullah bersabda bahwa malaikat telah turun kepadaku dan memberikan kabar gembira bahwa Fathimah adalah teladan seluruh wanita penghuni surga dan teladan seluruh wanita umatku.&lt;a style="" href="#_ftn22" name="_ftnref22" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[22]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dari sini jelas, bahwa kedudukan Sayyidah Fathimah lebih tinggi dari kedudukan Maryam dan Asiyah. Kedudukan Fathimah tidak hanya lebih tinggi dari kedudukan Maryam dan Asiyah. Bahkan puncak kedudukan keduanya adalah di saat mereka mendapatkan taufiq untuk membantu ibu Sayyidah Fathimah ketika melahirkan beliau as Kisah lahirnya Sayyidah Fathimah ini diriwayatkan dari ucapan Imam Shadiq as bahwa ketika Khadijah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;binti Khuwailid kawin dengan Muhammad saw tidak ada seorang wanita Quraisy pun yang mau menjenguk Khadijah, terutama ketika melahirkan putrinya yang bernama Fathimah a.s. maka dengan izin Allah datanglah empat wanita surga dan salah satunya mengenalkan diri seraya berkata saya adalah Sarah istri Ibrahim as dan ini adalah Asiyah putri muzahim (istri Firaun) dan dia adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;temanmu di surga dan ini adalah Maryam putri Imran as dan ini adalah Shafura&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;putri Syuaib as kami adalah utusan Allah swt untuk menolongmu di mana setiap wanita menolong wanita-wanita lain yang membutuhkan. Maka lahirlah Sayyidah Fathimah yang suci dan sinarnya menyinari rumah-rumah daerah sekelilingnya. Pada saat itu sepuluh peri dari surga masuk ke rumah Khadijah yang masing-masing dari mereka membawa dua bejana air telaga Kautsar. Wanita yang berada di depan Khadijah adalah Maryam. Ia mengangkat Sayyidah Fathimah dan memandikannya dengan air telaga Kautsar kemudian membungkusnya dengan kain putih yang putihnya lebih putih dari susu dan lebih harum dari misyk (minyak wangi). Dan mengerudunginya dan pada saat itu berbicara dengan Fathimah. Dan Fathimah berkata:&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 9pt; font-family: Tahoma;" lang="AR-SA"&gt;اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَ اَنَّ اَبِى رَسُوْلُ اللهِ سَيِّدُ الْاَنْبِيَاءِ وَ اَنَّ بَعْلِى سَيِّدُِ الْاَوْصِيَاءِ وَ وُلْدِى سَادَةُ الْاَسْبَاطِ&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;“Aku &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan sesungguhnya ayahku adalah pemimpin para nabi dan suamiku adalah pemimpin para imam maksum dan anakku adalah pemimpin para pemuda”.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kemudian Sayyidah Fathimah memanggil nama masing-masing wanita surga itu dan mengucapkan salam kepada masing-masing mereka. Para peri surga tertawa bahagia. Para penduduk langit dengan lahirnya Sayyidah Fathimah as saling memberikan kabar gembira. Pada saat itu langit bersinar dengan sinarnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang tidak ada bandingannya di mana setelah itu tidak terlihat lagi sinarnya. Kemudian keempat wanita surga ini menyerahkan Sayyidah Fathimah ke pangkuan Khadijah seraya berkata ambillah putri ini di mana dia adalah penyuci (thahir) dan sudah disucikan (muthahhar) dan penuh barakah (mubarakah) Allah memberkatinya dan memberkati keturunannya.&lt;a style="" href="#_ftn23" name="_ftnref23" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[23]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Setelah mengkaji masalah meneladani dan caranya dalam Al-Quran sekarang bagaimana kita meneladani Sayyidah Fathimah as di mana faktor pembentuk kepribadian seorang teladan merupakan masalah yang betul-betul menjadi bahan kajian. Kalau hanya berbicara faktor pembentuk seperti genetik, lingkungan, lingkungan geografi dan lingkungan masyarakat maka meneladani tidak memiliki makna karena faktor tersebut adalah keterpaksaan. Oleh karena itu, selain kita mengakui faktor tersebut maka kita juga harus mengakui faktor yang terpenting lainnya yaitu kebebasan dan kemauan seorang sosok teladan. Lantas bagaimana dengan faktor pembentuk kepribadian Sayyidah Fathimah as dan bagaimana caranya kita meneladani beliau.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kalau kita lihat dari sisi genetik, lingkungan, baik lingkungan sebelum lahir maupun lingkungan setelah lahir, lingkungan sosial, lingkungan geografi Sayyidah Fathimah tidak diragukan bahwa beliau adalah sosok teladan yang patut untuk diteladani dan diikuti karena ayah beliau adalah Muhammad saw makhluk yang paling mulia dan ibunya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Khadijah binti khuwailid wanita yang paling suci dan mulia di zamannya sementara kakek neneknya adalah orang-orang yang saleh dan paling suci di bumi pada masa itu. Nutfah Sayyidah Fathimah telah dibuahi di saat ayahnya telah mencapai kesucian ruh karena ibadahnya kepada Allah swt. selama empat puluh hari dan bahan nutfahnya adalah makanan surgawi yang paling suci dan bagus.&lt;a style="" href="#_ftn24" name="_ftnref24" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[24]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Oleh karena itu beliau dinamakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Haura’ Al-Insiyah, peri yang berupa manusia dan Rasulullah selalu merindukan bau surga dalam wujud beliau.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Fathimah dipelihara dalam keluarga yang penuh kasih sayang, ceria dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suci di mana setelah wafat ibunya beliau dididik oleh pendidik yang paling bagus akhlaknya yaitu ayahnya sendiri dan berada di sisi suami yang selalu berada di bawah naungan Rasulullah saw. dan faktor lain yaitu faktor secara gaib yaitu selalu mendapatkan ilham dari Allah swt. melalui malaikat yang turun kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dari sisi faktor-faktor ini kita bisa meneladaninya dalam kehidupan ini seperti ketika ada niat untuk kawin maka harus teliti dalam memilih pasangan hidup, pentingnya kedua orang tua untuk membangun dan membersihkan diri dan kejiwaan sebelum terjadinya pembuahan dan setelah itu keharusan kedua orang tua dalam mengonsumsi makanan halal dalam masa kehamilan sampai menyusui.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kita sebagai manusia biasa dalam meneladani orang suci seperti Sayyidah Fathimah sekalipun tidak akan sampai walau hanya pada tanah bekas kakinya akan tetapi pandangan seperti ini jangan sampai menjadikan kita putus asa dan menjadi penghalang dalam meneladaninya. Kedudukan beliau yang sangat tinggi hendaknya menjadikan spirit bagi kita yang mau meneladaninya karena faktor yang paling pokok dalam pembentukan kepribadian beliau adalah ikhtiar dan pilihan bebas beliau.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Betul, Sayyidah Fathimah adalah manusia maksum dan suci dari dosa, tetapi beliau adalah manusia juga, sehingga dalam meneladani kita lihat sisi kesamaannya dengan kita sebagai manusia, di mana kita bisa meneladani beliau dari sisi dia juga memiliki kecondongan dan syahwat, hawa nafsu, fitrah, akal , penghambaan dan ibadah dan hubungan sosial sehingga bagaimana beliau menggunakan semua ini kita bisa mencontohnya dan meneladaninya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Meneladani seorang teladan seperti Sayyidah Fathimah Az-Zahra as yang maksum bisa dengan dua model:&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;1. Meneladani secara langsung artinya apa yang beliau lakukan kita juga melakukannya sebagaimana setiap habis mengerjakan salat wajib beliau membaca zikir khusus yaitu Allah akbar 34 kali, Alhamdulillah 33 kali dan Subhanallah 33 kali. Zikir ini adalah hadiah yang beliau dapatkan dari ayahnya.&lt;a style="" href="#_ftn25" name="_ftnref25" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[25]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;2. Meneladani secara tidak langsung artinya hakikat perkataan dan perilaku para sosok teladan ini harus kita pahami. Dengan menganalisa dan menyimpulkan karakter keilmuan dan perilaku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;para maksum maka kita akan memahami apa tugas kita dalam kehidupan pribadi, sosial, budaya, politik dan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Meneladani para maksum dengan cara tidak langsung artinya walaupun mereka hidup di zaman yang cukup jauh perbedaannya dengan zaman kita, kita tetap bisa meneladaninya karena dalam hal ini kita tidak harus mengikuti gaya hidup mereka di zaman itu dan memang tidak mungkin bisa kita praktekkan di zaman kita ini. Berarti kita harus memahami maksud dan kandungan dari perilaku mereka dan kita praktekkan dengan gaya baru yang sesuai dengan kebutuhan zaman dan tempat kita. Sebagi contoh dari riwayat yang sampai ke tangan kita bahwa Sayyidah Fathimah hidup bersama Imam Ali as dalam rumah kecil yang terbuat dari tanah, mereka memakai alas dari kulit kambing dan kalau siang alas kulit itu digunakan untuk tempat rumput makanan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untanya.&lt;a style="" href="#_ftn26" name="_ftnref26" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[26]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Sayyidah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Fathimah menggunakan jilbab dari tenunan kulit pohon kurma. Bentuk kehidupan seperti ini sama sekali tidak bisa diteladani pada zaman sekarang, akan tetapi kandungan dari kehidupan seperti ini bisa kita teladani artinya secara tidak langsung kita meneladani kehidupan mereka dari sisi kesederhanaannya dan tidak tertipu dengan tipuan gemerlapan dunia dan menjauhi kemewahan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kalau Sayyidah Fathimah menggiling gandum untuk menyiapkan roti keluarganya sehingga tangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beliau luka artinya bahwa betapa tingginya nilai sebagai ibu rumah tangga, usaha untuk menghasilkan produksi sendiri dan merasa cukup dengan apa yang ada, membantu suami dalam masalah rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sayyidah Fathimah as Sebagai Istri&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Mendekatkan diri kepada Allah swt hanya bisa dicapai dengan menjalankan tugas. Setiap orang ingin mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat akan tetapi ia harus berpikir apa sebenarnya yang diinginkan oleh Allah swt atas dirinya. Tugas-tugas ilahi bisa dibagi menjadi tiga kelompok:&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;1. Tugas yang sama antara wanita dan pria artinya masing-masing wanita dan pria memiliki tugas secara terpisah yang harus dilakukannya sehingga bisa mencapai kesempurnaan seperti salat, puasa, zakat, membayar khumus, haji, infak dan sedekah dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;2. Tugas yang khusus untuk wanita yakni tugas-tugas yang dibebankan kepada wanita karena potensi dan kemampuannya yang dimilikinya. Susunan badan dan jiwanya yang lembut menjadikan pekerjaan yang memerlukan kelembutan dan ketelitian dan kerelaan dibebankan kepada wanita seperti menjadi istri, hamil, menyusui dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengasuh serta mendidik anak.&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;3. Tugas khusus untuk laki-laki yang sesuai dengan susunan bentuk tubuh dan kekuatannya, sehingga pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan adanya kekuatan, kepastian dan sebaginya dibebankan pada laki-laki seperti aktivitas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, aktivitas sosial dan politik, jihad dan perang dan sebaginya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dengan mengenal tugas masing-masing maka seseorang akan dengan mudah dan tanpa ragu-ragu ia akan menjalankan tugasnya sesuai dengan kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pada zaman Rasulullah ada yang bertanya kenapa kita sebagai perempuan tidak mendapatkan andil untuk berjihad? Rasulullah menjawab &lt;i&gt;jihadul mar’ati husnuttaba’ul&lt;a style="" href="#_ftn27" name="_ftnref27" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[27]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/i&gt;(jihadnya perempuan adalah menjadi istri yang baik).&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kalau kaum laki-laki ada tugas jihad dan pahalanya sangat besar sekali, dari sisi lain kaum perempuan juga tidak ketinggalan dalam mendapatkan pahala yang sangat besar juga yaitu menjadi istri yang baik. Berdasarkan kemauan Allah swt, secara fitrah kehidupan laki-laki dan perempuan saling bergantung satu sama lainnya. Keluarga adalah satu kesatuan yang bisa menjadi jembatan untuk mewujudkan adanya saling ketergantungan ini dengan bentuk yang paling baik sehingga baik laki-laki maupun perempuan bisa mencapai kesempurnaan yang diinginkan ilahi. Kesuksesan masing-masing mereka tergantung pada keharmonisan keluarga dan hubungan mereka sendiri, seorang istri bisa menjalankan tugasnya dengan baik di saat dia mendapatkan dukungan jiwa, perasaan dan ekonomi dari suaminya. Begitu juga sebaliknya suami dengan jiwanya yang tenang karena dukungan kerelaan istrinya ia bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Akan tetapi jika suasana rumah tangga dikuasai oleh rasa egois, kekerasan dan tidak adanya kehormatan satu sama lainnya maka kejiwaan istri dan suami akan terganggu sehingga mereka tidak akan bisa mencapai kesuksesan baik dari sisi materi maupun maknawi, tidak hanya istri tidak bisa menjalankan tugas rumah tangganya dan mendidik anaknya dengan baik akan tetapi suami pun tidak akan sukses dalam menjalankan tugas sosialnya, oleh karena itu keselamatan dan ketenangan sebuah masyarakat akan dimulai dari setiap kesatuan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Secara global kejujuran dan kasih sayang serta keakraban hubungan suami istrilah yang menjadi punggung kesuksesan laki-laki maupun perempuan dan dalam menerapkan keharmonisan rumah tangga peran istri yang lebih berpengaruh dan kelihatan.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kunci ketenangan dan keakraban dalam rumah tangga ada di tangan wanita, oleh karena itu, ketenangan jiwa dan perasaan laki dalam aktivitas sosialnya tergantung pada perilaku dan watak perempuan dalam rumah tangga. Kaidah ini berlaku pada semua bidang kehidupan laki-laki baik dari sisi kehidupan pribadi maupun masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Laki-laki yang sukses baik dari segi materi maupun maknawi adalah karena dukungan istrinya sehingga jika ia sukses dan mendapatkan pahala istrinya juga sama seperti dia mendapatkan pahalanya juga.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Menjadi istri adalah sebuah seni seperti seni lainnya yang memerlukan adanya ketelitian, keuletan dan pemikiran. Wanita yang ingin sukses dalam menjalani seni ini ia memerlukan adanya teladan yang universal sehingga dengan meneladani teladan yang sempurna&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia bisa menjalankan tugasnya dengan gaya yang paling baik. Dan yang menjadi teladan dalam seni ini tidak ada teladan yang lebih sempurna dan universal kecuali wujudnya Sayyidah Fathimah as.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sayyidah Fathimah sejak beliau menginjakkan kakinya di rmuah suaminya; Imam Ali as, beliau selalu menerima dan beradaptasi dengan apa yang ada baik dari sisi materi maupun maknawi. Sayyidah Fathimah begitu lembut dan ceria serta menjadi pendamping setia suaminya sehingga bisa menghilangkan rasa lelah jiwa dan badan suaminya. Imam Ali as dalam hal ini mengatakan bahwa setiap saat aku melihat wajahnya maka hilanglah semua kesedihanku.&lt;a style="" href="#_ftn28" name="_ftnref28" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[28]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sayyidah Fathimah selalu berusaha untuk mendapatkan ridha kesenangan suaminya, sehingga Imam Ali a.s. sekaitan dengan beliau berkata: “Demi Tuhannya Zahra’, sampai ia meninggal dunia tidak pernah menyakiti aku dan tidak melakukan sesuatu yang membuatku tidak suka”.&lt;a style="" href="#_ftn29" name="_ftnref29" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[29]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Kalau mau kita paparkan bentuk kehidupan Sayyidah Fathimah, maka memerlukan pembahasan yang lebar akan tetapi bisa kita sebutkan antara lain bahwa beliau sangat beradab dan selalu membarengi suaminya dalam keadaan senang maupun susah, adanya perhatian penuh kepada kejiwaan suaminya dan tanggung jawab yang dipikul suaminya, berperilaku baik dan berbicara sopan serta pemaaf dihadapkan suaminya, memberikan ketenangan jiwa suami dalam menjalankan tugas dan mendidik anak-anaknya, sabar dan menerima adanya kekurangan materi, membantu kehidupan rumah tangga untuk cukup dan tidak adanya ketergantungan ekonomi keluarga pada orang lain serta mendidik anak-anaknya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dengan membaca dan mempelajari kehidupan putri Rasulullah saw. di mana beliau adalah makhluk yang paling sempurna dan suci dari dosa dan dengan menelaah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sabda-sabda beliau, maka kita sebagai penganutnya akan bisa menjadikan keluarga dan karakter kepribadian mereka sebagai sebuah teladan dalam hidup sehari-hari. Oleh karena itu, sebagai muslim yang cerdas tentu akan menjadikan putri Rasululullah saw sebagai teladan untuk bisa mencapai kesempurnaan. Karena sudah menjadi tabiat manusia bahwa dalam hidup manusia selalu ada yang ingin diikuti dan ditiru. Dan satu-satunya teladan yang dikenalkan oleh Rasulullah Adalah Sayyidah Fathimah Az-Zahra as&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kesimpulannya bahwa kita dalam meneladani perkataan dan perilaku para sosok teladan adalah bukan dari bentuk perkataannya atau model perilakunya itu sendiri, akan tetapi maksud dan kandungannya yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus kita pahami dan kita teladani dan harus kita sesuaikan dengan zaman kita sekarang ini, oleh karena itu, sebagai seorang mukmin kita harus selalu mencari sejarah dan mempelajarinya sehingga dari sejarah itu dengan menganalisa dan memahami kandungannya, kita teladani dan kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan kebutuhan dan zaman yang kita alami. Kita sebagai umat Muhammad sudah disiapkan oleh Allah para sosok teladan yang harus kita teladani sehingga tidak perlu harus meneladani orang-orang yang tidak layak untuk diteladani.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;. &lt;i&gt;Syeikh Thusy, Biharul Anwar&lt;/i&gt;, jilid 43, hal 18. &lt;i&gt;Nasai&lt;/i&gt; dan&lt;i&gt; Hafidh Abu Al-Qasim Dimasyqi&lt;/i&gt; dan lain-lainnya telah menukil hadis ini. &lt;i&gt;As-Sawaiq Al-Muharraqah&lt;/i&gt;, hal 160.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;. &lt;i&gt;As-Sawaiq Al-Muharraqah, &lt;/i&gt;hal 114&lt;i&gt;. Faidh Al-Qadir&lt;/i&gt;, jilid 4 hal 421.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;. &lt;i&gt;Mustadrak sahihain&lt;/i&gt;, jilid 3, hal 156. &lt;i&gt;Isti’ab&lt;/i&gt;, jilid 2 hal 750.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;. &lt;i&gt;Nur Al-Abshar, Syablanji&lt;/i&gt;, hal 52.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;. &lt;i&gt;Ahl Al-Bait, Taufiq Abu Ilm&lt;/i&gt;, hal 124.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn6"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;. Idem.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn7"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;. &lt;i&gt;As-Sawaiq Al-Muharraqah&lt;/i&gt;, hal 114. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn8"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;. &lt;i&gt;‘Awalim&lt;/i&gt;, julid 11, hal 49.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn9"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; . &lt;i&gt;Al-Masyru’ Ar-Ariwa&lt;/i&gt;, hal 86.&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn10"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref10" name="_ftn10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;. &lt;i&gt;Ahqaq Al-Haq,&lt;/i&gt; jilid 1 hal 185 dan 186.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn11"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref11" name="_ftn11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;. &lt;i&gt;Biharul Anwar&lt;/i&gt;, jilid 43, hal 4.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn12"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref12" name="_ftn12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;. &lt;i&gt;Ahl Al-Bait,&lt;/i&gt;hal 124.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn13"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref13" name="_ftn13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Musnad Fathimah, Suyuthi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;, hal 45 dan 46.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn14"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref14" name="_ftn14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;. &lt;i&gt;Biharul Anwar&lt;/i&gt;, jilid 43, hal 24.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn15"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref15" name="_ftn15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;. &lt;i&gt;Al-Quran&lt;/i&gt;, surat Najm, ayat 3 dan 4. “ &lt;i&gt;Wama Yantiqu Anil Hawa In Huwa Illa WahyunYuha”.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn16"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref16" name="_ftn16" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; . &lt;i&gt;Al-&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Quran&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;, Al-Ahzab: 21.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn17"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref17" name="_ftn17" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; . &lt;i&gt;Tafsir Al-Mizan&lt;/i&gt;, jilid 16, hal 305, dinukil dari kitab &lt;i&gt;Jami az zelale kautsar&lt;/i&gt;, hal 75.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn18"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref18" name="_ftn18" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[18]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; . &lt;i&gt;Akhlak dar Quran&lt;/i&gt; , Ayatullah Misbah Yazdi, jilid 1 hal 156.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn19"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref19" name="_ftn19" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; . &lt;i&gt;Al-&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Quran&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;, Al-Ahqaf: 35.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn20"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref20" name="_ftn20" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[20]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; . Al-Quran, AT-Tahrim: 11 dan 12.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn21"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref21" name="_ftn21" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[21]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; . &lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Biharul Anwar&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;, jilid 43, hal 22, hadis ke 20.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn22"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref22" name="_ftn22" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[22]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; . Idem, jilid 21, hal 279.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn23"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref23" name="_ftn23" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[23]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;. &lt;i&gt;Amaliye &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;syeikh shaduq&lt;/i&gt;, hal 457. &lt;i&gt;Ghayah Al-Haram&lt;/i&gt;, hal 177. &lt;i&gt;Dalail Al-Imamah&lt;/i&gt;, hal 8, &lt;i&gt;Biharul Anwar&lt;/i&gt;, jilid 43, hal 2.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn24"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref24" name="_ftn24" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[24]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; . &lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Biharul Anwar&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;, jilid 16, hal 78&lt;i&gt;. ‘Awalim&lt;/i&gt;, jilid 16, hal 15.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn25"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref25" name="_ftn25" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[25]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; . Imam Ali as berkata: “Ketika pekerjaan dalam rumah banyak sekali badan Sayyidah Fathimah menjadi lelah dan saya berkata kepadanya seandainya kamu pergi ke ayahmu meminta seorang pembantu supaya dapat membantumu untuk menyelesaikan pekerjaan rumah dan badanmu tidak lelah seperti ini. Sayyidah Fathimah pergi ke ayahnya dan merasa malu untuk mengutarakan maksudnya dan kembali ke rumahnya sendiri. Esok harinya Rasulullah saw. datang ke rumah kami dan berkata; wahai Fathimah kebutuhanmu sama ayah kemarin apa? Saya berkata kepada Rasulullah saw. keberatan pekerjaan rumah mempengaruhi badan Sayyidah Fathimah dan melelahkannya. Saya minta kepadanya untuk datang kepada anda, Rasulullah saw bersabda apakah saya belum mengajarkan kepada kalian yang lebih baik dari pembantu? Kemudian Rasulullah mengajarkan tasbih-tasbih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini, pada saat itu Fathimah berkata tiga kali: “Aku ridha sama Allah swt dan Rasul-Nya”. &lt;i&gt;Biharul Anwar&lt;/i&gt;, jilid 43, hal 82, hadis ke 5, di nukil dari &lt;i&gt;Jami az zelale kautsar&lt;/i&gt;, hal 92.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn26"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref26" name="_ftn26" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[26]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;i&gt;.&lt;/i&gt;ucapan &lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Imam Khomeini&lt;/i&gt; di hadapan pegawai isolasi dan panti asuhan, 23/4/58, &lt;i&gt;Sahifehe Nur&lt;/i&gt;, jilid 8 hal 18. dinukil dari &lt;i&gt;Jami az zelale kautsar&lt;/i&gt;, hal 216.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn27"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref27" name="_ftn27" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[27]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;. Tuhaf Al-uqul&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;, hal 60. &lt;i&gt;Makrim Al-Akhlak&lt;/i&gt;, hal 215.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn28"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref28" name="_ftn28" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[28]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;. &lt;i&gt;Kasyf Al-Ghummah&lt;/i&gt;, jilid 1, hal 492.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn29"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref29" name="_ftn29" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[29]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;. Idem.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5382259234012579357-5308373275725015198?l=salehlapadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salehlapadi.blogspot.com/feeds/5308373275725015198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=5308373275725015198' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/5308373275725015198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/5308373275725015198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salehlapadi.blogspot.com/2007/06/sayyidah-fathimah-az-zahra-as-teladan.html' title='Sayyidah Fathimah Az-Zahra as Teladan Wanita Seluruh Alam'/><author><name>Saleh Lapadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10998170696319232926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5382259234012579357.post-4650326199916565938</id><published>2007-06-24T06:13:00.000+03:30</published><updated>2007-06-24T06:29:42.280+03:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>DIALOG FATHIMAH AS DAN ABU BAKAR; Mengungkap kebohongan sebuah hadis politik</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;DIALOG FATHIMAH AS DAN ABU BAKAR; Mengungkap kebohongan sebuah hadis politik&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Saleh Lapadi&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Peristiwa Fadak banyak dianalisa oleh ahli sejarah. Beragam buku ditulis untuk menetapkan bahwa tanah Fadak milik Rasulullah saw dan telah diwariskan kepada anaknya Fathimah al-Zahra as. Dimulai dari analisa teks, sejarah, sosial, ekonomi sampai politik dapat ditemukan dalam buku-buku itu. Ini menunjukkan betapa pentingnya masalah Fadak bagi Syiah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Namun, apakah sesungguhnya demikian?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Menilik khotbah Sayyidah Fathimah al-Zahra as, ternyata dari keseluruhan khotbahnya tidak banyak menyinggung masalah Fadak. Terutama bila Abu Bakar, khalifah waktu itu, tidak menyela khotbah Sayyidah Fathimah as dan membawakan argumentasi mengapa ia mengambil Fadak dari tangan Sayyidah Fathimah as, maka khotbah tentang tanah FAdak semakin sedikit. Di samping itu, masalah Fadak dibawakan oleh Sayyidah Zahra pada bagian-bagian akhir dari khotbahnya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Untuk lebih jelasnya apa sebenarnya yang terjadi dalam dialog keduanya, perlu untuk mengkaji kembali khotbah Sayyidah Fathimah al-Zahra as. Hal ini akan memperjelas apa sebenarnya yang terjadi antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sanad khotbah&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Khotbah Sayyidah Fathimah as merupakan salah satu khotbah yang dikenal oleh ulama Syiah dan Ahli Sunah. Mereka meriwayatkan khotbah Sayyidah Zahra as ini dengan sanad yang dapat dipercaya. Bagi Syiah, khotbah ini diriwayatkan dari berbagai sanad yang sampai kepada para Imam as atau dari Sayyidah Zainab as anak Imam Ali bin AbiThalib as. Sekalipun ini adalah khotbah, namun bagi Syiah menjadi sandaran dan dalil.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ahmad bin Abdul Aziz al-Jauhari dalam bukunya “Saqifah dan Fadak” menukil sanad-sanad khotbah Sayyidah Fathiman as. Ibnu Abi al-Hadid dalam Syarah Nahjul Balaghahnya menyebutkan empat jalur sanad yang diriwayatkan oleh al-Jauhari:&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Al-Jauhari dari Muhammad bin Zakaria dari Ja’far bin Muhammad bin Imarah dari ayahnya dari HAsan bin Saleh bin Hayy dari dua orang Ahlul Bait Bani Hasyim dari Zainab binti ali bin Abi Thalib as dari ibunya Sayyidah Fathimah as.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Al-Jauhari dari Ja’far bin Muhammad bin Imarah dari ayahnya dari Ja’far bin Muhammad bin Ali bin al-Husein as.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Al-Jauhari dari Utsman bin Imran al-Faji’i dari Nail bin Najih dari Umar bin Syimr dari Kabir Ja’fi dari Abu Ja;far Muhammad bin Ali (Imam Baqir as).&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Al-Jauhari dari Ahmad bin Muhammad bin Yazid dari Abdullah bin Hasan yang dikenal dengan sebutan Abdullah al-Mahdh bin Fathimah binti al-Husein dan ibnu al-Hasan al-Mutsanna.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ali bin Isa al-Irbil salah seorang ulama Syiah menukil khotbah ini dari buku “Saqifah dan Fadak” milik Ahmad bin Abdul Aziz al-Jauhari. Ia menyebutkan, “Saya menukil khotbah ini dari buku Saqifah dan Fadak karangan Ahmad bin Abdul Aziz al-Jauhari. Sebuah buku dari naskah kuno yang telah dibaca dan di tashih oleh penulis pada tahun 322 hijriah dengan sanad yang berbeda-beda”.&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Mas’udi dalam bukunya Muruj al-Dzahab&lt;a style="" href="#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; mengisyaratkan mengenai khotbah ini.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Abu al-Fadhl Ahmad bin Abi Thahir (lahir 204 H) ulama yang hidup pada zaman Ma’mun khalifah Bani Abbas dalam bukunya Balaghat al-Nisa’ meriwayatkan khotbah ini dari beberapa jalur:&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Perawi mengatakan, “Aku berada di sisi Abu al-Hasan Zaid bin Ali bin al-Husein as. Pada waktu itu aku sedang berdialog dengan Abu Bakar Mauqi’i tentang masalah Sayyidah Fathimah as dan bagaimana Fadak diambil darinya. Aku berkata, “Kebanyakan masyarakat punya pendapat tentang khotbah ini. Sebagian dari mereka mengatakan bahwa khotbah ini milik Abu al-‘Anina dan bukan milik Sayyidah Fathimah as. Zaid menjawab, “Saya sendiri melihat tokoh-tokoh dari keluarga Abu Thalib yang menukil khotbah ini dari ayah-ayah mereka. Khotbah ini juga saya dapatkan dari ayah saya Ali bin al-Husein as. Lebih dari itu, tokoh-tokoh Syiah meriwayatkan khotbahini dan mengejarkannya sebelum kakek Abu al-‘Aina lahir ke dunia.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Khotbah ini dinukil oleh Hasan bin Alawan dari Athiyah al-Aufi dari Abdullah bin al-Hasan dari ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ja’far bin Muhammad&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berada di Mesir. Suatu hari aku melihatnya di Rafiqah dan berkata, “Ayah saya meriwayatkan hadis kepada saya dan berkata, “Musa bin Isa mengabarkan kepada kami dari Ubaidillah bin Yunus dari Ja’far al-Ahmar dari Zaid bin Ali bin al-Husein as dari bibinya Sayyidah Zainab binti Ali bin Abi Thalib as meriwayatkan khotbah ini.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Abu al-Fadhl Ahmad bin Abi Thahir berkata, “Semua hadis ini saya lihat berada pada Abu Haffan.&lt;a style="" href="#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Tuntutan dan argumentasi Sayyidah Fathimah as&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Untuk mengetahui secara detil apa sebenarnya yang terjadi dalam khotbah dan dialog antara Sayyidah Fathimah as dengan Abu Bakar sangat perlu untuk melihat langsung teks khotbah itu.&lt;a style="" href="#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pada salah satu bagian dari khotbahnya Sayyidah Fathimah as menuntut haknya atas tanah Fadak:&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Saat ini kalian menganggap bahwa kami tidak punya warisan!?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Apakah mereka menginginkan hukum jahiliah, padahal hukum mana yang lebih dari hukum Allah bagi mereka yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Apakah mereka tidak tahu!?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ya, kalian mengetahui bahwa aku adalah putri Nabi. Pengetahuan kalian bak sinar mentari, jelas.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Wahai kaum muslimin! Apakah pantas aku menjadi pecundang atas warisan ayahku!?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Wahai anak Abu Quhafah! Apakah ada dalam al-Quran ayat yang menyebutkan bahwa engkau mewarisi harta ayahmu, sementara aku tidak mewarisi harta ayahku!? Engkau telah membawa tuduhan yang aneh!&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Apakah kalian secara sengaja meninggalkan al-Quran dan meletakkannya di punggung kalian ketika al-Quran mengatakan: “Dan Sulaiman telah mewarisi Daud”&lt;a style="" href="#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Al-Quran menukil cerita Yahya bin Zakaria ketika berkata: “Maka anugerahilah Aku dari sisi Engkau seorang putera yang akan mewarisi Aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub”.&lt;a style="" href="#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dan Allah berfirman: “orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat)di dalam Kitab Allah”.&lt;a style="" href="#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dan allah berfirman: “Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan”.&lt;a style="" href="#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dan Allah berfirman: “berwasiat untuk ibu bapak dan karib kerabatnya secara ma'ruf, (Ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa”.&lt;a style="" href="#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dan kalian menganggap aku tidak mewarisi sesuatu dari harta ayahku?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Apakah ada ayat yang turun kepada kalian yang mengecualikan ayahku?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ataukah kalian akan mengatakan bahwa keduanya (aku dan ayahku) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menganut agama yang berbeda sehingga tidak mewarisi?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Bukankah aku dan ayahku berasal dari agama yang satu?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ataukah kalian merasa lebih tahu tentang al-Quran dari ayahku dan anak pamanku (Imam Ali bin Abi Thalib)?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Bila memang kalian mengklaim demikian, maka ambil dan rampaslah warisanku yang terlihat bak kendaraan yang telah siap sedia!? Tapi, ketahuilah! Ia akan menghadapimu di hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sesunguhnya, sebaik-baik hukum adalah hukum Allah, sebaik-baik pemimpin adalah Muhammad dan sebaik-baik pengingat adalah hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ketika hari kiamat tiba, orang-orang yang batil akan mengalami kerugian. Pada waktu itu penyesalan tidak lagi bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Setiap berita ada tempatnya dan kalian akan tahu siapa yang diazab sehingga hina dan senantiasa ia mendapat siksaan yang pedih!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Jawaban Abu Bakar&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Setelah Sayyidah Fathimah as mengajukan tuntutan dan mengargumentasikan haknya, beliau kemudian menatap orang-orang Anshar dan mengingatkan siapa mereka dan betapa pentingnya peran mereka dalam menjaga Islam. Namun, nilai dan kesempurnaan sesuatu akan dinilai pada akhirnya. Cinta terhadap kedudukan membuat mereka lupa menolong dan membantu putri Rasulullah saw. Dalam khotbahnya, Sayyidah Fathimah as menyebutkan bahwa kalian punya potensi untuk menghadapi penguasa yang tidak sah dan zalim. Namun, ketika mereka tidak bangkit Sayyidah Zahra as tidak menerima alasan mereka. Upaya Sayyidah Zahra as untuk membangkitkan semangat kaum Anshar membela kebenaran kemudian diputus oleh Abu Bakar yang menjabat sebagai khalifah waktu itu dengan jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Abu Bakar menjawab tuntutan dan argumentasi yang disampaikan oleh Sayyidah Fathimah as dengan ucapannya:&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Wahai putri Rasulullah saw! Ayahmu seorang yang lembut, pengasih dan dermawan atas orang-orang mukmin, sementara itu bila menghadapi orang-orang kafir ia sangat keras.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Bila dilihat dari sisi hubungan kekeluargaan, ia adalah ayahmu dan saudara ayahmu. Sementara tidak ada orang lain yang sepertimu.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kami melihat bagaimana Nabi begitu memperhatikan suamimu lebih dari yang lain. Dalam setiap pekerjaan besar, suamimu pasti menjadi penolong Nabi. Hanya orang yang selamat saja yang mencintai kalian dan hanya orang celaka saja yang membenci kalian. Kalian adalah Itrah Rasulullah yang baik.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kalian adalah penunjuk dan penuntun ke arah kebaikan dan surga.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dan engkau adalah wanita terbaik dan putri terbaik dari para Nabi.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Engkau benar dalam ucapanmu dan akal dan pemahamanmu lebih cerdas dari yang lain.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Tidak ada yang dapat menghalangi hak Anda dan kebenaranmu tidak bisa ditutup-tutupi.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Demi allah! Aku tidak melanggar pendapat Rasulullah saw dan aku tidak berbuat kecuali dengan seizinnya. Seorang pemimpin tidak akan membohongi rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dalam masalah ini aku menjadikan Allah sebagai saksi dan cukuplah Allah sebagai saksi.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Aku mendengar sendiri dari Rasulullah saw bersabda: “Kami para Nabi tidak mewariskan emas dan perak tidak juga rumah dan tanah untuk bercocok tanam. Kami hanya mewariskan al-Quran, al-Hikmah, al-Ilmu dan al-Nubuwah. Apa saja yang tertinggal dari kami, maka itu menjadi hak milik pemimpin setelah kami. Dan apa yang menjadi maslahat itu yang bakal diputuskan olehnya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Apa yang engkau tuntut dari tanah Fadak, itu akan kami pakai untuk menyiapkan kuda dan senjata bagi para pejuang Islam untuk menghadapi orang-orang kafir dan orang-orang jahat.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Masalah ini tidak aku putuskan sendiri, tetapi lewat kesepakatan seluruh kaum muslimin aku melakukan itu.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ini kondisi dan apa yang saya miliki menjadi milik engkau.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Apa yang bisa saya lakukan akan saya lakukan dan saya tidak menyimpan apapun di hadapan engkau.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Engkau adalah panutan umat ayahmu dan pohon yang memiliki akar yang baik bagi keturunanmu.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Keutamaan yang engkau miliki tidak dapat dipungkiri oleh seorang pun.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Hak-hak engkau tidak akan dicampakkan begitu saja; baik masalah penting atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Apa yang engkau perintahkan terkait dengan diri saya akan saya lakukan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Apakah engkau merasa layak bahwa dalam masalah ini saya menentang aturan ayahmu?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Jawaban balik Sayyidah Fathimah as&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Setelah mendengar jawaban dari Abu Bakar mengenai tuntutannya atas tanah Fadak, Sayyidah Fathimah as menjawab:&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Subhanallah! Rasulullah saw tidak pernah memalingkan wajahnya dari al-Quran dan tidak pernah menentang hukum-hukum yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Nabi senantiasa mengikuti al-Quran dan surat-suratnya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Apakah engkau mulai mengeluarkan tipu dayamu dengan berbohong atas namanya mencoba mencari alasan atas perbuatanmu?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Tipu daya ini sama persis seperti yang dilakukan terhadapnya ketika Nabi masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ini adalah al-Quran, Kitab Allah yang menjadi juru adil, pemutus perkara dan berbicara atas nama kebenaran. Al-Quran mengatakan: “seorang putra yang akan mewarisi Aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub” dan “Dan Sulaiman telah mewarisi Daud.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Allah telah membagi bagian para ahli waris sesuai dengan bagiannya secara gamblang sehingga tidak ada orang mencari-cari alasan di kemudian hari. Semestinya engkau mengamalkan yang seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Namun engkau melakukan sesuatu yang lain karena hawa nafsu dan bisikan setan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dalam kondisi yang demikian, pilihan terbaik adalah bersabar karena kesabaran itu indah dan Allah adalah penolong dari apa yang kalian gambarkan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Penjelasan terakhir Abu Bakar&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sanggahan terakhir Sayyidah Fathimah as membuat Abu Bakar tidak lagi menyangkal perbuatannya dengan hadis yang dipakai sebelumnya setelah dengan cerdik Sayyidah Fathimah as menjelaskan premis mayor bahwa Nabi Muhammad saw tidak pernah menentang hukum-hukum yang ada dalam al-Quran. Setelah dihadapkan dengan ayat-ayat yang disebut itu, Abu Bakar menjawab:&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Maha benar Allah, benar apa yang disabdakan Rasulullah dan benar juga apa yang diucapkan oleh putri Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Engkau adalah tambang kebijakan, pusat hidayah dan rahmat, tiang agama dan sumber kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Aku tidak mengatakan apa yang engkau katakan adalah salah dan tidak mengingkari khotbahmu, namun mereka kaum muslimin sebagai juri yang menilai antara saya dengan engkau. Mereka memilih saya sebagai khalifah dan apa yang saya raih ini berkat kesepakatan mereka tanpa ada paksaan dan kesombongan dari diriku. Dalam hal ini mereka semua menjadi saksi.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Analisa argumentasi Abu Bakar&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Bila dilihat secara teliti, sebenarnya Abu Bakar telah mengetahui bahwa bagaimana sebelumnya Sayyidah Fathimah as telah membawakan ayat-ayat yang menunjukkan bagaimana para Nabi mewariskan hartanya kepada anaknya. Jadi, hal ini sudah dipahami secara baik oleh Abu Bakar. Namun, untuk menjustifikasi perbuatannya ia perlu sebuah landasan berpijak yang kokoh. Tidak cukup hanya dengan alasan sebagai penguasa waktu itu, sebagai khalifah pengganti Rasulullah saw, ia akan memanfaatkan tanah milik Rasulullah saw yang diwariskan kepada anaknya untuk mendanai angkatan perang. Artinya, menyita tanah Fadak milik putri Rasulullah saw tidak cukup dengan menyampaikan alasan kebijakan politik, tapi harus dengan bersandar pada ayat al-Quran atau sabda Nabi.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sebagaimana telah disebutkan dalam khotbahnya, Sayyidah Fathimah as menyebutkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa yang paling mengetahui al-Quran adalah Nabi Muhammad saw dan Imam Ali bin Abi Thalib as. Selain itu, Sayyidah Fatahimah as membacakan beberapa ayat al-Quran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk memenangkan tuntutannya. Di sini Abu Bakar terpaksa memakai hadis yang disebutnya berasal dari Rasulullah saw. Hadis ini dipakainya untuk mematahkan klaim Sayyidah Fathimah as dan setelah itu baru ia menyebutkan alasan sebenarnya mengapa ia menyita tanah itu. Abu Bakar melihat bahwa tanah sebesar itu dapat mendanai angkatan perang untuk menghadapi musuh-musuh Islam.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sebenarnya, alasan itu juga yang dipakai untuk menyita paksa tanah Fadak dari tangan Sayyidah Fathimah as. Bila tanah itu tidak disita, maka kemungkinan besar pengikut Imam Ali bin Abi Thalib as dapat melakukan perlawanan fisik bahkan bersenjata melawannya. Bila tanah itu dapat dipakai untuk mendanai angkatan bersenjatanya, maka hal yang sama dapat dipergunakan oleh Imam Ali bin Abi Thalib as. Itulah mengapa ketika Sayyidah Zahra as tengah berbicara mengenai masalah Fadak, Abu Bakar tidak melakukan protes dengan menjawab argumentasi yang disampaikan oleh Sayyidah Fathimah as. Tapi, ketika pembicaraan telah berpindah mengenai kaum Anshar, di mana Sayyidah Zahra as menjelaskan dengan terperinci posisi dan peran mereka dalam Islam dan setelah itu mengingatkan mereka dengan pesan-pesan Rasulullah saw mengenai Ahlul Baitnya serta apa akibatnya orang yang tahu kebenaran tapi tidak membela kebenaran, Abu Bakar lantas menjawab mengenai masalah Fadak yang telah disebutkan sebelumnya. Jelas, bila hal ini dibiarkan berlangsung, maka kemungkinan besar kaum Anshar akan terpengaruh dengan ucapan anak semata wayang Rasulullah saw ini.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dari sini jelas, jawaban Abu Bakar menjadi terlihat terburu-buru. Karena yang harus dilakukannya adalah membawa argumentasi yang lebih kuat lagi setelah mendengar Sayyidah Zahra as menyebutkan bagaimana para Nabi saling mewarisi. Ketika mendapat jawaban dari Sayyidah Zahra as yang terlebih dahulu menyebutkan bagaimana Rasulullah saw tidak pernah menentang hukum-hukum al-Quran, beliau kemudian mengulangi lagi dua ayat yang telah disebutkan sebelumnya. Sayyidah Fathimah as tidak saja mengulangi ayat-ayat tersebut, tapi juga menjelaskan bagaimana caranya menggabungkan ayat-ayat tersebut dengan ayat-ayat yang menjelaskan bagian-bagian yang didapatkan oleh ahli waris. Pada akhirnya, Sayyidah Fathimah as menjelaskan filsafat hukumnya mengapa bagian-bagian ahli waris disebutkan secara terperinci, karena dikemudikan hari tidak ada lagi kerancuan dan kebingungan dalam masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pesan dialog&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Melihat porsi pembahasan tanah Fadak dalam khotbah Sayyidah Fathimah as bila dibandingkan dengan keseluruhan khotbah yang cukup panjang itu, dapat diamati bahwa tujuan Sayyidah Fathimah as lebih mulia dari sekedar yang dibayangkan oleh sebagian orang. Mereka menganggap Sayyidah Fathimah as menuntut tanah Fadak karena tidak beliau berbeda dengan orang lain yang juga begitu menitikberatkan masalah materi. Bila tujuan Sayyidah Zahra as adalah sekadar memenuhi kebutuhan materi sekalipun dari jalan halal karena itu adalah miliknya, maka masalah Fadak akan menyita sebagian besar dari khotbah itu.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Bila dalam peristiwa Saqifah, Sayyidah Fathimah as datang ke sana dan menegaskan kepada mereka bahwa Rasulullah saw telah menetapkan Ali bin Abi Thalib as sebagai khalifah sepeninggalnya. Mereka akan menjawab bahwa ini hanya masalah keluarga. Ia menginginkan agar suaminya menjadi pemimpin dan yang berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Bila sejak awal, Sayyidah Zahra as menekankan masalah Fadak dan itu adalah miliknya, ia akan dituduh sebagai mata duitan dan kekuasaan. Karena ia ingin segalanya berada di tangannya dan tangan keluarga Nabi as. Pada akhirnya, mereka akan dituduh sebagai rasialis, karena tidak senang melihat pos-pos yang basah menjadi milik orang lain.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Masalah warisan dalam krisis tanah Fadak waktu itu dipergunakan dengan baik oleh Sayyidah Zahra as untuk menunjukkan bahwa mereka yang memerintah tidak memiliki kelayakan. Contoh yang akan ditampilkan adalah masalah tanah Fadak. Isu tanah Fadak dijadikan sarana oleh Sayyidah Fathimah as. Beliau ingin menunjukkan kepada khalayak ramai bahwa pengganti Rasulullah saw yang disebut sebagai khalifah Rasulullah saw tidak mengerti masalah peradilan. Khalifah yang tidak mengetahui bagaimana cara mengadili orang lain berdasarkan ajaran Islam tidak layak menjadi khalifah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sayyidah Zahra as ingin mengatakan bahwa khalifah yang dipilih ini tidak punya kelayakan karena dalam masalah warisan yang mudah saja ia tidak mampu menyelesaikannya. Permasalahan sebenarnya bisa terhenti di sini, tapi karena Abu Bakar bangkit dan menjawab khotbah Sayyidah Zahra as, masalah menjadi lebih menguntungkan Sayyidah Zahra as dan merugikan Abu Bakar. Ketika Abu Bakar menjawab tuntutan Sayyidah Zahra as dengan hadis yang berbunyi: “&lt;i&gt;Kami para Nabi tidak mewariskan emas dan perak tidak juga rumah dan tanah untuk bercocok tanam&lt;/i&gt;”, Sayyidah Zahra as kemudian mengadu hadis itu dengan al-Quran. Namun, sebelum itu beliau memberikan tolok ukur bahwa ucapan dan perbuatan Nabi Muhammad saw tidak pernah bertentangan dengan hukum-hukum al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pada kondisi yang seperti ini, Abu Bakar tidak dapat berbuat apa-apa, karena hadis yang dibawakannya bertentangan dengan ayat-ayat al-Quran. Semua tentu masih ingat bagaimana Rasulullah saw bersabda bahwa setiap hadis yang bertentangan dengan al-Quran harus dilemparkan ke tembok. Artinya, tidak dipakai. Hadis itu bukan hadis Nabi. Lebih berat lagi, hadis itu adalah hadis palsu. Di sini, kasus tanah Fadak bukan saja menyingkap masalah ketidaklayakan seorang khalifah menyelesaikan sebuah masalah ringan tentang warisan, tapi telah dihadapkan pada penggunaan hadis palsu; sengaja atau tidak. Untuk menjatuhkan argumentasi Sayyidah Zahra as, Abu Bakar terpaksa mempergunakan hadis palsu. Namun, dengan membawakan dua ayat terbongkar juga masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Tidak ada jalan lain, Abu Bakar terpaksa mengakui kelihaian Sayyidah Zahra as dan keluasan pengetahuannya. Abu Bakar akhirnya hanya dapat berargumentasi bahwa ia dipilih secara aklamasi oleh seluruh para sahabat tanpa paksaan dan kebijakan yang diambilnya adalah demikian. Lagi-lagi Abu Bakar terjerumus dengan menjadikan orang-orang sebagai tolok ukur dan bukan al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Khotbah Sayyidah Fathimah as merupakan salah satu khotbah yang masyhur. Khotbah yang menunjukkan kefasihan, keberanian dan keluasan pengetahuan putri Rasulullah saw. Salah satu data sejarah paling autentik mengenai kondisi umat Islam generasi awal. Selain kajian sosial, hukum dan politik tidak lupa juga membahas masalah isu-isu keislaman seperti tauhid, keadilan ilahi, kenabian, imamah, hari akhir, filsafat hukum dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Salah satu kajian yang menarik dari khotbah Sayyidah Zahra as adalah dialognya dengan Abu Bakar yang menjadi khalifah setelah terpilih di Saqifah. Dialog-dialog ini dapat memberikan nuansa baru untuk memahami polemik yang terjadi antara keduanya dalam masalah tanah Fadak.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Qom, 18 Juni 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Kasyf al-Ghummah, jilid 2, hal 304. Menukil dari buku Syarhe Khutbeye Hazrate Zahra as, Ayatullah Sayyid Izzuddin Huseini Zanjani, Qom, 1375, cet 5, hal 17.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Cetakan Najaf, hal 12. Ibid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Dinukil dari Syrahe Khutbeye Hazrate Zahra as, ibid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Lihat &lt;a href="http://islamalternatif.net/iph/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;amp;id=87&amp;Itemid=1"&gt;http://islamalternatif.net/iph/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;id=87&amp;amp;Itemid=1&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Al-Naml: 16.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn6"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Maryam: 5-6.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn7"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Al-Anfal:75.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn8"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Al-Nisa’: 11.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn9"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Al-Baqarah: 180&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5382259234012579357-4650326199916565938?l=salehlapadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salehlapadi.blogspot.com/feeds/4650326199916565938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=4650326199916565938' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/4650326199916565938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/4650326199916565938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salehlapadi.blogspot.com/2007/06/dialog-fathimah-as-dan-abu-bakar.html' title='DIALOG FATHIMAH AS DAN ABU BAKAR; Mengungkap kebohongan sebuah hadis politik'/><author><name>Saleh Lapadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10998170696319232926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5382259234012579357.post-5478078466211207542</id><published>2007-06-16T10:04:00.000+03:30</published><updated>2007-06-16T10:12:05.492+03:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Pesan Rahbar Ayatullah Sayyid Ali Khamene’i kepada umat Islam sedunia</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pesan Rahbar Ayatullah Sayyid Ali Khamene’i kepada umat Islam sedunia&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Tangan-tangan jahat para penyulut fitnah kembali lagi menusukkan pisau beracunnya ke dalam tubuh umat Islam. Mereka melakukan kejahatan paling tragis. Peristiwa peledakan di Haram Samarra dan penghinaan terhadap kehormatan makam dua Imam suci, Ali-Al-Hadi dan Hasan al-Askari as tidak hanya melukai hati orang-orang Syiah dunia, melainkan juga menyakiti hati seluruh kaum muslimin yang mencintai keluarga Rasulullah saw. Dunia Islam berada di hadapan konspirasi mengerikan yang bertujuan mewujudkan perang saudara di Irak dan menyibukkan bangsa-bangsa muslimin dengan konflik-konflik berdarah sektarian.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Para pelaku kejahatan peledakan yang buta hati dan memalukan ini; baik dari sisa-sisa anggota kafir partai Ba’ts atau orang-orang kaku dan fanatik yang tertipu oleh ajaran Wahabi/Salafi, pasti pelaku asli di balik semua rencana ini adalah badan intelijen tentara pendudukan Amerika dan Rezim Zionis. Tentara pendudukan Amerika berusaha untuk melemahkan kekuatan pemerintah yang sah yang dipilih oleh rakyat Irak dan untuk menjustifikasi kehadirannya yang ilegal di Irak dengan memberikan peluang yang besar kepada para teroris dan pelaku keonaran agar terjadi konflik berdarah antara saudara sesama muslim di sana. Haram Imam Ali al-Hadi dan Imam Hasan al-Askari selama berabad-abad di hormati oleh orang-orang Ahli Sunah di Samarra. Tidak pernah dalam sebuah periode pun seorang dari Ahli Sunah melakukan penghinaan atas dua kuburan suci itu.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Saat ini, dalam periode pendudukan Amerika untuk kedua kalinya tanpa malu dan secara keji melanggar kehormatan dua kuburan manusia suci di sana. Tentara pendudukan di Irak tidak dapat melepaskan diri dari tanggung jawab ini.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Saudara-saudara Ahli Sunah dan Syiah, Sadar dan waspadalah! Jangan sampai kalian terjatuh ke dalam jaringan konspirasi musuh.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Seluruh umat Islam di dunia harus lebih waspada menghadapi rencana dan konspirasi musuh-musuh Islam untuk memecah belah kaum muslimin dan terjadinya konflik berdarah sesama mereka. Saat ini, musuh di Irak, Palestina, Lebanon dan di setiap tempat di dunia Islam sedang berusaha agar terjadi perang bersaudara antar sesama muslimin. Mereka mempergunakan berbagai macam isu seperti mazhab, etnis, partai politik dan lain-lainnya untuk menggerakkan kaum muslimin agar saling berhadap-hadapan dan saling bunuh antar sesama saudara muslim.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kaum muslimin tidak boleh membantu tujuan busuk mereka. Ulama Ahli Sunah harus mengecam tragedi Samarra. Mereka harus mengeluarkan pernyataan bahwa mereka tidak setuju dengan aksi yang dilakukan oleh pelaku peledakan itu. Ulama Syiah pengikut Ahlul Bait as harus mengajak para pengikut Ahlul Bait untuk menahan diri. Seluruh ulama dan tokoh-tokoh dunia Islam hendaknya merekomendasikan kepada setiap pengikutnya untuk merasa satu hati dengan saudara-saudaranya yang lain dan menghormati keyakinan setiap mazhab yang ada.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Saya mengucapkan bela sungkawa yang menimpa umat Islam ini kepada Imam Mahdi af Arwahuna Fidahu.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Semoga Allah memusnahkan kejahatan para mustakbir yang zalim dan kafir terhadap kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Wassalamu Ala Ibadi al-Shalihun&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sayyid Ali Khamene’i&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;24 Khurdad 1386[Saleh L]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5382259234012579357-5478078466211207542?l=salehlapadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salehlapadi.blogspot.com/feeds/5478078466211207542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=5478078466211207542' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/5478078466211207542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/5478078466211207542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salehlapadi.blogspot.com/2007/06/pesan-rahbar-ayatullah-sayyid-ali.html' title='Pesan Rahbar Ayatullah Sayyid Ali Khamene’i kepada umat Islam sedunia'/><author><name>Saleh Lapadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10998170696319232926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5382259234012579357.post-3733004217683780520</id><published>2007-06-16T09:59:00.000+03:30</published><updated>2007-06-16T10:12:05.492+03:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Mengenal Mushaf Sayyidah Fathimah Az-Zahra as*</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Mengenal Mushaf Sayyidah Fathimah Az-Zahra as&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;*&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Emi Nur Hayati Ma’sum Said&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sebagian muslimin menuduh bahwa Mushaf Fathimah Az-Zahra as adalah Quran orang-orang Syiah yang ada di tangan Imam Mahdi af yang akan disodorkan ketika dia muncul. Dan sebagian memberatkan wujudnya Mushaf itu.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pertanyaannya adalah mengapa sebagian muslimin begitu benci dan menaruh dendam terhadap Syiah dan menuduh bahwa orang-orang Syiah memiliki al-Quran tersendiri selain yang ada di tangan orang non Syiah? Bahkan sampai saat ini senantiasa ada orang-orang dengki yang mengkritik secara tidak obyektif hanya ingin menjatuhkan dan mencari kelemahan saja tanpa ada niat ingin mencari kebenaran? Jawabannya adalah&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;1. Selain mereka tidak merujuk ke sumber-sumber hadis Syiah, mereka hanya termakan oleh hasutan musuh-musuh Syiah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;2. Mereka tidak mau menerima&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa orang-orang Syiah meyakini bahwa Fathimah as; putri Nabi Muhammad saw memiliki sebuah Mushaf.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;3. Kebencian dan kekerasan hati mereka terhadap ajaran Syiah yang disampaikan oleh para Imam Maksum as dan tidak mau orang lain memiliki keyakinan seperti apalagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;4. Mereka berpikir bahwa Mushaf adalah kumpulan al-Quran sebagaimana istilah yang diterapkan pada zaman Rasulullah saw bahwa Mushaf adalah kumpulan-kumpulan tulisan al-Quran, padahal pada zaman itu Mushaf secara bahasa adalah kumpulan-kumpulan lembaran yang sudah dijilid dalam bentuk sebuah buku. Jadi Mushaf bukan hanya kumpulan tulisan al-Quran saja, tetapi mencakup juga kumpulan-kumpulan tulisan selain al-Quran. Oleh karena itu Mushaf Fathimah adalah kumpulan-kumpulan tulisan yang isinya adalah pembicaraan malaikat Jibril kepada Sayyidah Fathimah sepeninggal Ayahnya saw. Walaupun sampai saat ini al-Quran itu sendiri juga dikenal dengan istilah “Mushaf Syarif”.&lt;a style="" href="#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Abu Basyir berkata: “Aku berada di sisi Imam Shadiq as dan aku berkata: “Apa Mushaf Fathimah itu?”. Beliau menjawab: “Mushaf yang tebalnya tiga kali al-Quran yang ada di tanganmu. Namun, demi Allah, tidak satu kata pun dari al-Quran ada di dalamnya.&lt;a style="" href="#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Hadis ini menjelaskan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa Mushaf Fathimah tebalnya tiga kali al-Quran dan tidak satu kata pun, namun dari sisi kandungan dan topik, kendati satu kata pun dari dhahirnya al-Quran tidak tampak di sana.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Boleh jadi orang-orang yang dengki akan menyanggah bahwa banyak hadis-hadis tentang “al-Quran mencakup semua hukum, dan kejadian-kejadian sekarang dan yang akan datang”, lalu apa Mushaf Fathimah itu dan bagaimana memahami hadis berikut ini?:&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Allamah Majlisi menjelaskan: “Iya memang al-Quran demikian, tetapi Mushaf adalah makna dan bacaan yang tidak kita pahami dari al-Quran, bukan tulisan lahiriahnya yang kita pahami dari al-Quran. Oleh karena itu apa yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;anda maksud adalah lafadh dhahrinya al-Quran, dan itu tidak ada dalam Mushaf Fathimah.&lt;a style="" href="#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Untuk mengetahui lebih dalam, apa sebenarnya Mushaf Fathimah? Sejak kapan ia ada? Ia mencakup pembahasan apa saja? Sekarang ada di mana dan di tangan siapa? Mari kita ikuti penjelasan berikut ini. Mungkin bisa membuka wawasan sebagian kita yang belum banyak mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Salah satu nama Sayyidah Fathimah adalah Muhaddatsah. Imam Shadiq mengenai sebab penamaan Fathimah Az-Zahra dengan nama Muhaddatsah berkata: “Fathimah as disebut Muhaddatsah karena malaikat Jibril senantiasa turun dan menyampaikan kabar kepadanya sebagaimana menyampaikan kabar kepada Maryam as; putri Imran”.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Malaikat Jibril berkata kepada Fathimah as sebagaimana berkata kepada Maryam; dalam ayat 42 dan 43 surat Maryam. Berhubung lawan bicaranya Sayyidah Fathimah, maka Jibril berkata demikian: &lt;i&gt;"Hai Fathimah! sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Hai Fathimah! Taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk”.&lt;a style="" href="#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Suatu malam, Sayyidah Fathimah berbincang-bincang dengan para malaikat dan berkata: “Bukankah Maryam; putri Imran, wanita yang paling utama di antara wanita-wanita di alam? Para malaikat menjawab: “Maryam adalah wanita yang paling utama di zamannya, tetapi Allah menetapkanmu sebagai wanita yang paling utama di zamanmu dan zamannya Maryam dan kamu adalah penghulu semua wanita yang pertama sampai yang terakhir.&lt;a style="" href="#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Para malaikat biasanya hanya berbicara dengan para nabi saja. Namun ada empat wanita mulia yang hidup di zaman para nabi, dan kendati mereka bukan nabi, tetapi para malaikat berbicara dengan mereka. Antara lain:&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;1. Maryam; ibu Nabi Isa as.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;2. Istri Imran; ibu Nabi Musa dan Maryam as.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;3. Sarah; ibu Nabi Ishaq as.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;4. Sayyidah Fathimah as.&lt;a style="" href="#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ketika Rasulullah saw sakit di atas tempat tidur. Ada orang laki-laki asing mengetuk pintu. Sayyidah Fathimah as bertanya: “Siapa?”. Ia menjawab: “Aku orang asing, punya pertanyaan kepada Rasulullah, anda mengizinkan saya untuk masuk?”. Sayyidah Fathimah menjawab: “Kembalilah, semoga Allah merahmatimu. Rasulullah tidak enak badan”. Ia pergi kemudian kembali lagi dan mengetuk pintu dan berkata: “ada orang asing yang minta izin kepada Rasulullah, bolehkah dia masuk?”. Pada saat itu Rasulullah saw bangun dan berkata kepada putrinya: “Wahai Fathimah! Tahukah kamu siapa dia?”. Tidak ya Rasulullah!. Beliau bersabda: “Ia adalah orang yang membubarkan perkumpulan, menghapus kelezatan duniawi, ia adalah malaikat maut! Demi Allah sebelum aku ia tidak pernah meminta izin dari seorang pun dan sepeninggalku ia tidak akan meminta izin dari seorang pun, karena kehormatan dan kemuliaan yang aku miliki di sisi Allah, ia meminta izin dariku, maka izinkanlah dia masuk!”&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sayyidah Fathimah berkata: “Masuklah, semoga Allah merahmatimu!”. Masuklah malaikat maut bagaikan angin semilir seraya berkata: “Assalamu ala Ahli Baiti Rasulillah!”.&lt;a style="" href="#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Munculnya Mushaf Fathimah&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Imam Shadiq as bersabda: “Sepeninggal Rasulullah saw Sayyidah Fathimah hanya hidup selama tujuh puluh lima hari. Di masa-masa kesedihan beliau itu malaikat Jibril selalu turun menemuinya memberitakan keadaan ayahnya di sisi Allah dan memberitakan tentang kejadian yang akan datang mengenai anak-anaknya (kejadian yang akan menimpa kesahidan anak-anaknya di tangan manusia-manusia zalim), dan Imam Ali menulisnya dalam sebuah Mushaf sehingga disebut sebagai Mushaf Fathimah”.&lt;a style="" href="#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Poin-poin yang ada dalam Mushaf Fathimah as&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Abu Bashir bertanya kepada Imam Muhammad Baqir as mengenai poin-poin yang ada dalam Mushaf Fathimah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Imam menjelaskan kandungannya:&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;1. Tentang kabar-kabar sekarang dan kabar yang akan datang sampai hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;2. Tentang kabar langit dan nama-nama malaikat langit.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;3. Jumlah dan nama orang-orang yang dicipatakan Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;4. Nama-nama utusan Allah dan nama-nama orang yang mendustakan Allah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;5. Nama-nama seluruh orang mukmin dan orang kafir dari awal sampai akhir penciptaan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;6. Nama-nama kota dari barat sampai timur dunia.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;7. Jumlah orang-orang mukmin dan kafir setiap kota.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;8. Ciri-ciri orang-orang pendusta.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;9. Ciri-ciri umat terdahulu dan sejarah kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;10. Jumlah orang-orang zalim yang berkuasa dan masa kekuasaannya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;11. Nama-nama pemimpin dan sifat-sifat mereka, satu persatu yang berkuasa di bumi, dan keterangan pembesar-pembesar mereka, serta siapa saja yang akan muncul di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;12. Ciri-ciri penghuni surga dan jumlah orang yang akan masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;13. Ciri-ciri penghuni neraka dan nama-nama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;14. Pengetahuan al-Quran, Taurat, Injil, Zabur sebagaimana yang diturunkan dan jumlah pohon-pohon di seluruh daerah.&lt;a style="" href="#_ftn10" name="_ftnref10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Mushaf Fathimah ada di tangan Imam Maksum as dan silih berganti sampai sekarang ada di tangan Imam Mahdi af.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Abu Bashir bertanya kepada Imam Muhammad Baqir as tentang siapakah yang memegang mushaf tersebut sepeninggal Sayyidah Fathimah. Imam Baqir menjawab: “Sayyidah Fathimah secara langsung menyerahkannya kepada Imam Ali as dan sepeninggal Imam Ali ada di tangan Imam Hasan as kemudian sepeninggal beliau ada di tangan Imam Husein kemudian silih berganti di antara Imam maksum keturunan Imam Husein sehingga diserahkan kepada Imam Zaman af.&lt;a style="" href="#_ftn11" name="_ftnref11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Makalah ini disarikan secara bebas dari makalah Mushaf Fathimah Menurut Pandangan Para Imam Maksum as, Muhammad Hasan Amani. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. LIsan Arab, jilid 10 kata Shahafa. Mufradat Raghib.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Ringkasan hadis, Usul Kafi, jilid 1, hal 239. Bashair ad-Darajat, hal 151. Bihar al-Anwar, jilid 26, hal 28.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; . Bihar Al-Anwar, jilid 26, hal 40.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Awalim Al-ulum wa al-Ma’arif wa al-Ahwal, Allamah Bahani, hal 36&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn6"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; . Ibid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn7"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; . Manaqib Ibnu Shahr Ashub, jilid 3, hal 336. penerbit Intisyarat Allamah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn8"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Ibid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn9"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Lihat: Usul Kafi, jilid 1, hal 240.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bashair ad-Darajat, hal 157. Musnad Fathimah Az-Zahra, hal 282. Bihar al-Anwar, jilid 43, hal 80. jilid 26, hal 44-46 dan 48. jilid 47, hal 271. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn10"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref10" name="_ftn10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Musnad Fathimah, rangkuman hal 290-291. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn11"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref11" name="_ftn11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Ibib, hal 292.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5382259234012579357-3733004217683780520?l=salehlapadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salehlapadi.blogspot.com/feeds/3733004217683780520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=3733004217683780520' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/3733004217683780520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/3733004217683780520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salehlapadi.blogspot.com/2007/06/mengenal-mushaf-sayyidah-fathimah-az.html' title='Mengenal Mushaf Sayyidah Fathimah Az-Zahra as*'/><author><name>Saleh Lapadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10998170696319232926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5382259234012579357.post-4919821879444851753</id><published>2007-06-16T09:47:00.000+03:30</published><updated>2007-06-16T10:12:05.492+03:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Peledakan Samarra dan Timur Tengah Baru</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Peledakan Samarra dan Timur Tengah Baru&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Saleh Lapadi&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Masih hangat beritanya ketika 16 bulan yang lalu tepatnya tanggal 22 Pebruari 2006, 20 orang teroris memaksa masuk Haram Imam Hasan Askari dan Imam Hadi as. Mereka membawa 215 kg bahan peledak dan akhirnya meledakkan Dharih kuburan Imam dan membuat kubahnya rusak berat. Seluruh kaum muslimin tersentak atas perbuatan biadab itu.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kemarin hari Rabu tanggal 13 Juni jam 09:00 pagi kelompok teroris kembali memaksa masuk ke Haram. Anggota kelompok teroris ini telah memasuki Haram sejak jam 3 subuh. Setelah membunuh penjaga Haram, mereka mulai menempatkan bom di kedua menara Haram. Pertama mereka meratakan dengan tanah menara di samping kiri dan lima menit kemudian meledakkan menara sebelah kanan sehingga tinggal setengahnya. Begitu juga atap Sardab (tempat terakhir gaibnya Imam Mahdi af) rata dengan tanah. Namun, kali ini tidak ada korban jiwa dari peziarah karena sejak peledakan pertama para peziarah telah dilarang memasuki Haram Imam Hasan Askari dan Ali al-Hadi as.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Setelah terjadi peledakan itu televisi Irak menunda siaran hariannya dan langsung memberitakan peristiwa Samarra babak kedua ini. Secara serentak ditayangkan lagu-lagu nasional yang dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi top Irak mengajak untuk tetap menjaga persatuan, menghindari tindak kekerasan atas nama mazhab dan menunjukkan sikap patriotisme membela Irak.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dampak peledakan Haram Imam Hasan Askari dan Imam Hadi as konflik sektarian selama berbulan-bulan. Itulah mengapa Ayatullah Sistani dan ulama Syiah lainnya mengeluarkan pernyataan agar orang-orang Syiah dan Ahli Sunah bisa menahan diri. Ulama Ahli sunah di Irak juga mengutuk aksi teror tersebut.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Nouri al-Maliki dalam pertemuannya dengan Duta Besar Amerika dan komandan pasukan Amerika di Irak agar segera mengirimkan pasukan untuk mengamankan kota Samarra dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Pemerintah Irak dan pasukan Amerika telah mengamankan jalan yang menghubungkan Baghdad dan Samarra. Selain itu, Nouri al-Maliki membentuk tim penyidik untuk menyelidiki pasukan keamanan yang bertugas di sana ketika peristiwa peledakan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Rencana keamanan yang diterapkan oleh pemerintah Nouri al-Maliki cukup sukses. Namun rencana ini baru meliputi daerah-daerah sekitar Baghdad seluas 30 kilometer dan ini rencana ini belum sampai ke Samarra. Itulah mengapa jalur Baghdad-Samarra yang tidak aman menghalangi pembangunan kembali Haram Imam Hasan Askari dan Imam Hadi as.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Menindaklanjuti seruan Ayatullah Sistani kepada seluruh rakyat Irak; baik Syiah maupun Sunni, untuk menahan diri, Muqtada Shadr memerintahkan tentara al-Mahdi untuk mencegah kemungkinan luapan kemarahan orang-orang Syiah terhadap orang-orang Ahli Sunah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Siapa pelakunya?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Duta Besar Amerika dan komandan pasukan Amerika di Irak dalam pernyataan terpisah mengatakan, “Kami mengecam keras serangan setan pada pagi hari ini”. “Aksi yang dilakukan oleh kelompok yang telah dikepung ini muncul dari tidak adanya harapan bagi mereka. Mereka ingin menutup perkembangan politik, ekonomi dan perdamaian di Irak yang demokratis”. Di akhir pernyataannya, Duta Besar Amerika mengatakan, “Kami tidak akan mengizinkan kelompok teroris ini melakukan aksinya terhadap rakyat Irak yang menginginkan kesejahteraan dan kedamaian untuk semua”.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Nouri al-Maliki dalam pidatonya di televisi Irak meminta kepada rakyat Irak untuk tidak berlebihan menyikapi masalah ini. Bila ingin menuangkan kemarahannya, maka tempatnya kepada kelompok al-Qaedah. Kelompok yang terdiri dari orang-orang takfiri dan sisa-sisa pengikut Saddam. Kelompok takfiri melakukan aksi teroris ini karena terilhami oleh fatwa Bin Jabrin yang memuat fatwanya di situs pribadinya. Pada peledakan pertama di Samarra ia memuji aksi tersebut dan mengatakan, “Haram Imam Hasan dan Imam Hadi adalah sesembahan orang-orang Syiah”.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Bin Jabrin adalah ulama Wahhabi/Salafi nomor dua setelah Abdurrahman al-Barrak. Sebelum ini ia termasuk anggota Dewan Fatwa negara Arab Saudi. Tahun lalu ia mengeluarkan fatwa agar seluruh tempat-tempat suci orang-orang Syiah dihancurkan. Menurutnya, “Jangan biarkan bangunan-bangunan yang kelihatannya indah dianggap sebagai bagian dari Islam. Karena sekalipun bangunan-bangunan ini berada di negara-negara Islam, namun syariat tidak menerimanya. Islam memerintahkan untuk menghancurkan bangunan-bangunan seperti itu”.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sementara sisa-sisa pengikut Saddam melakukan aksi-aksi teror dengan harapan bila pemerintah yang ada sekarang lemah, mereka punya kesempatan untuk bisa kembali menguasai Irak. Karena pemerintah sekarang didukung oleh orang-orang Syiah, maka cara yang dipakai adalah dengan mengadu domba orang-orang Syiah dengan orang-orang Ahli Sunah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Siapa yang bertanggung jawab?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Mungkin pertanyaan ini sudah dapat dibaca dalam penjelasan sebelumnya. Bahwa yang bertanggung jawab tentu adalah yang meledakkan. Namun, perlu diketahui sesuai dengan aturan yang berlaku, negara yang menduduki negara lain yang bertanggung jawab untuk menegakkan stabilitas keamanan negara tersebut. Di sini, Amerika yang bertanggung jawab ketika terjadinya peristiwa peledakan ini, sekalipun bukan dia yang melakukannya. Namun, bukti-bukti menunjukkan bahwa tanpa kerja sama dengan pihak Amerika, sulit untuk dapat memasuki kawasan Haram dengan membawa bahan peledak seberat 215 kg seperti yang terjadi pada peledakan pertama.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ditambah lagi, setelah peledakan pertama Haram Imam Hasan Askari dan Imam Hadi as, kawasan di sekitar Haram dijaga ketat. Bahkan peziarah dilarang masuk, sementara toko-toko yang ada di sana diperintahkan untuk ditutup. Sekalipun secara lahiriah yang banyak berkeliaran menjaga Haram adalah pihak keamanan dari pemerintah Irak, namun mereka tidak diberi keleluasaan yang semestinya. Semua gerakan mereka didikte oleh pasukan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Problem yang dihadapi pemerintah Irak&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Masalah terbesar yang dihadapi oleh pemerintah Irak adalah sekalipun mereka dipilih oleh rakyat Irak, namun pemerintah Irak tidak punya kekuasaan yang cukup. Semua gerak-geriknya dipantau dan dikuasai oleh Irak. Nouri al-Maliki setelah berhasil membekuk kelompok “Army of Heaven” berhasil menunjukkan kekuatannya, ia kemudian membuat rencana keamanan di Irak. Apa lagi sepak terjang Nouri al-Maliki yang Syiah tidak setuju dengan kehadiran Amerika di negaranya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Keberadaan Nouri al-Maliki yang menjadikan Ayatullah Sistani sebagai kiblat kebijakan politiknya bagaikan duri dalam daging bagi Amerika. Ayatullah Sistani adalah satu-satunya tokoh di Irak yang membuat Irak cukup stabil. Dan hal ini tidak sesuai dengan tujuan-tujuan Amerika untuk mengeruk minyak Irak di tengah-tengah koflik. Itulah mengapa sekalipun kondisi Irak konflik, tentara Amerika yang menjaga ladang-ladang dan pipa-pipa minyak Irak tetap malah sekarah diperkuat. Nouri al-Maliki harus disingkirkan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Beberapa waktu upaya Iyad Allawi untuk menggulingkan pemerintah gagal. Salah satu orang dekat Ayatullah Sistani diteror. Aksi-aksi teror yang setiap hari bisa disaksikan yang mengakibatkan terbunuhnya orang-orang tidak berdosa. Ditambah lagi kebijakan terakhir Amerika yang mempersenjatai orang-orang Ahli Sunah yang sebelumnya bersama kelompok al-Qaedah menyerang patroli-patroli Amerika. Kebijakan yang bukan saja ditentang oleh sebagian pejabat-pejabat Amerika, tapi juga negara-negara Eropa. Karena mempersenjatai orang-orang Ahli sunah sama artinya dengan meningkatkan ketegangan dan konflik di Irak.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Bila terjadi konflik, maka akan memakan waktu berbulan-bulan untuk dapat meredamnya. Amerika dengan peristiwa ini mendapat dua keuntungan; pertama Amerika berhasil menunjukkan kelemahan pemerintah yang dipimpin oleh Nouri al-Maliki dan kedua, Bush punya alasan untuk tinggal lebih lama di Irak setelah ditekan terus oleh kongres agar segera menentukan jadwal penarikan pasukan Amerika dari Irak.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Amerika sangat berkepentingan untuk menggulingkan Nouri al-Maliki yang kebijakannya tidak searah dengan kebijakan gedung putih. Setelah peristiwa ini, kita masih menunggu perkembangan politik di Irak. Manuver-manuver apa lagi yang akan dilakukan oleh Amerika untuk menggulingkan pemerintah Irak yang dipilih secara demokratis.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sebuah kebetulan yang direncanakan?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Mungkin terlihat kebetulan bahwa pada hari yang sama salah seorang anggota parlemen Lebanon yang berafiliasi ke partai Saad Hariri. Ledakan itu terjadi di kawasan sebelah Barat Beirut bernama al-Hammam al-Askari dekat tempat peristirahatan Saad Hariri. Peristiwa ini membawa Lebanon dalam sebuah kancah baru yang penuh konflik setelah kelompok Fath al-Islam di Nahr al-Barid. Kelompok al-Qaedah yang sebagiannya ditarik dari Irak untuk tujuan tertentu. Begitu juga hari-hari ini bentrokan senjata cukup sengit terjadi di Palestina antara anggota Hamas dan Fatah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kejadian-kejadian ini kelihatannya terpisah-pisah dan tidak punya hubungan karena tempat kejadiannya juga berbeda-beda. Namun, sangat menarik bila menengok kembali pidato Ahmadi Nejad presiden Iran pada hari Sabtu tanggal 26 Mei 2007 yang mengatakan, “Fitnah baru di Timur Tengah sedang mengambil bentuknya. Seharusnya negara-negara di kawasan mewaspadai masalah ini. Rezim Israel untuk menyelamatkan dirinya dari kehinaannya saat ini tengah membuat rencana baru. Informasi-informasi dan analisa yang ada menunjukkan bahwa selain ingin menghancurkan pemerintah Palestina, mereka ingin mengobarkan fitnah konflik sektarian di Lebanon”.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ahmadi Nejad menambahkan, “Sesuai dengan data-data intelijen yang kami miliki, pada musim panas ini mereka kembali ingin menyerang Lebanon. Mereka masih belum bisa menghilangkan rasa malu sebagai pecundang menghadapi Hizbullah. Mereka berharap tahun ini dapat menutupi rasa malu mereka akibat kekalahan tahun lalu. Saya memberikan peringatan keras kepada Rezim ini. Ketahuilah! Tahun ini tidak seperti tahun lalu”.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ucapan Ahmadi Nejad yang menyebutkan bahwa musim panas ini akan ada serangan baru Rezim Israel atas Hizbullah. Untuk itu, sesuai dengan peribahasa “mengail di air keruh”, Amerika coba memperkeruh kondisi di Lebanon. Ketika muncul kelompok Fath al-Islam di Lebanon tidak berapa lama mereka mengirimkan senjata kepada tentara Lebanon yang dalam kenyataannya tidak pernah sampai ke tangan mereka. Senjata-senjata itu raib begitu saja. Kondisi Palestina juga tidak terlalu menguntungkan karena kembali lagi partai Fatah berniat keluar dari kabinet gotong royong. Bukan Cuma itu, saat ini salah satu dari bentrokan bersenjata paling hebat antara keduanya tengah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Irak juga sedang dikondisikan sedemikian rupa. Bila semua mata tertuju pada konflik-konflik sektarian yang dimunculkan ini, maka kemungkinan besar Israel dapat mewujudkan usahanya untuk kembali menyerang Hizbullah sebagai upaya untuk membalas kekalahannya yang memalukan setahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Terlepas dari apa tujuan peledakan di Samarra, namun yang perlu diperhatikan adalah al-Qaedah menjadi alat pencipta konflik. Sebagian negara-negara Arab lainnya mungkin belum kecipratan “berkah” al-Qaedah, namun cepat atau lambat al-Qaedah akan menyusup ke seluruh negara-negara Arab. Bila saat ini ada beberapa negara Arab yang membiayai, mendukung dan melindungi kelompok teroris ini, maka itu karena sampai saat ini tujuan mereka dan Amerika masih satu. Namun, tidak selamanya demikian. Amerika tidak pernah punya belas kasihan dengan siapa saja. Bagi mereka kepentingan mereka adalah nomor satu. Itulah mengapa mereka tidak pernah benar-benar serius menegakkan keamanan secara menyeluruh di Irak. Karena itu bertanda tangan dengan tujuan kedatangan mereka, di samping itu serangan-serangan sporadis yang membuat korban yang berjatuhan dari pihak mereka tidak sedikit. Saat ini yang dilakukan mereka di Irak adalah berusaha sebisa mungkin untuk mengurangi korban di pihaknya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Bila terjadi konflik sektarian antar Syiah dan Ahli Sunah, setidak-tidaknya mereka sebagai pihak ketiga lebih aman. Dan ketika itu, mereka telah melangkah lebih jauh membawa lari kekayaan Irak atau kembali menguasai Irak dengan menjatuhkan pemerintah yang ada. Bila di Palesitna, Lebanon dan Irak semua pemerintah yang berkuasa sesuai dengan “restu” Amerika, apakah itu tidak berarti sedang terbentuknya Timur Tengah Baru?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Qom, 14 Juni 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5382259234012579357-4919821879444851753?l=salehlapadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salehlapadi.blogspot.com/feeds/4919821879444851753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=4919821879444851753' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/4919821879444851753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/4919821879444851753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salehlapadi.blogspot.com/2007/06/peledakan-samarra-dan-timur-tengah-baru.html' title='Peledakan Samarra dan Timur Tengah Baru'/><author><name>Saleh Lapadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10998170696319232926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5382259234012579357.post-8766955083787858277</id><published>2007-06-09T09:04:00.000+03:30</published><updated>2007-06-09T09:10:22.659+03:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Ayatullah Misbah Yazdi: “...dan S Hasan Nasrullah adalah tentara S Ali Khamene’i...”</title><content type='html'>&lt;h2 style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(41, 41, 41);" lang="IN"&gt;Ayatullah Misbah Yazdi: “...dan S Hasan Nasrullah adalah tentara S Ali Khamene’i...”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Partu Az Sukhan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt; &lt;i&gt;Be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akangan ini kami mendapat informasi bahwa Anda me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan kunjungan ke negara Suriah, Kuwait dan &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebanon. Sudikah menje&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;askan apa tujuan perja&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;anan ini dan atas undangan siapa?&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Ayt. Misbah Yazdi:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt; Bismi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ahirrahmanirrahim. Sete&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah kemenangan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am perang 33 hari menghadapi Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;, Majma Jahani Ah&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i Bayt memutuskan untuk mengucapkan se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;amat kepada Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. Keputusan ini di&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;aksanakan dengan mengutus beberapa orang untuk tujuan yang te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah disebutkan. Khususnya, Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah juga duduk da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am Dewan Tinggi Majma Jahani Ah&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i Bayt. Sekjen Majma yaitu Bapak Akhtary menjadi duta besar sementara Iran di Suriah se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ama setahun. Saya bersama ketua Departemen Budaya Majma Jahani Ah&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i Bayt Bapak Rais Zadeh menuju Suriah dan bersama-sama dengan Bapak Akhtary menuju &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebanon. Per&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;u saya sampaikan bahwa untuk menemui Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah bukan ha&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; yang mudah. Karena be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iau senantiasa da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am ancaman. Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; memberikan harga tinggi bagi siapa yang dapat menerornya. A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;hamdu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah, sampai saat ini usaha ini se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;u gaga&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; dan insya A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah tidak akan pernah berhasi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Pada akhirnya, Bersama Bapak Akhtary kami menuju &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebanon dan akhirnya kami mendapat kesempatan menemui Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. Sete&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah pertemuan dengannya, kami diajak me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ihat kawasan perang. Khususnya, kawasan yang berbatasan dengan Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; dan dengan mudah kami dapat me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ihat pasukan Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;. Kami juga mengunjungi pusat komando di kota Sur yang dibom o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh tentara Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;. Bangunan bertingkat yang diratakan dengan tanah. Sampai saat ini ditengarai masih ada jasad yang tertingga&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;. Untuk menge&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uarkan mereka ada dua cara; pertama, membom tempat itu dengan catatan para jasad yang ada di sana juga baka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; hancur. Kedua, dibutuhkan bu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;doser besar untuk dapat mengangkat puing-puing yang ada sehingga per&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ahan-&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ahan jasad yang ada di da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;amnya dapat dike&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uarkan. Pemboman yang di&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan sedemikian hebatnya, sehingga besi beton yang ada seperti dipres, bahkan di sebagian tempat besi-besi beton itu me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;e&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh. Sebu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;an &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ewat dari peperangan, diperkirakan ada 30 jasad yang tertimbun bangunan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Tujuan ke Suriah dan &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebanon ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ajar dari ucapan-ucapan dan semangat Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah di samping menyampaikan ucapan se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;amat.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Partu Az Sukhan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt; &lt;i&gt;Sebagaimana te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah Anda sebutkan sebe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;umnya, sa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah satu agenda terpenting perja&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;anan Anda ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah bertemu dengan Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. Dengan me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ihat bahwa beberapa tahun sebe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;umnya Anda pernah bertemu dengan be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iau, pada perja&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;anan ka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i ini, bagaimana pendapat Anda tentang Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Ayt. Misbah Yazdi:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt; Sete&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah syahadah Sayyid Abbas Musawi, Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah diangkat o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh Rahbar menggantikan Sayyid Abbas Musawi di Dewan Tinggi Majma Jahani Ah&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i Bayt. Saya kemudian diundang ke &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebanon untuk memberikan pencerahan pada kader Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dengan kajian akidah dan masa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah-masa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah ideo&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ogi. Kajian-kajian tersebut kemudian dibukukan dan dicetak, sete&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah itu diterjemahkan ke da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am bahasa parsi. Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah sungguh memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki kepribadian yang &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uar biasa. Per&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;u waktu untuk memahami ide-ide dan pandangannya begitu juga untuk menje&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;askan kepribadiannya. Ia menjadi sekjen Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am usia muda, namun te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah menunjukkan kecakapannya, manajer dan po&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;itikus u&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ung, berani dan memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki keimanan dan ketakwaan yang &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uar biasa dan sifat-sifat &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ain yang memang dimi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh seorang pemimpin pada kondisi su&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;it dan A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah memberikan itu padanya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah pernah be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ajar di Qom dan ikut serta da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am perang de&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;apan tahun Iran me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;awan Irak. Saya sempat membayangkan be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iau sebagai pemimpin agamis yang masih muda, namun mampu mengatur perang dahsyat seperti ini yang tidak mampu di&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh seorang pemimpin sebuah negara, apa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;agi ke&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ompok keci&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; yang tidak memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki kemampuan apa-apa. Kemenangannya membuat ia begitu terkena&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; di dunia Is&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am, bahkan juga di negara-negara se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ain Is&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am. Saat ini kaum Kristiani &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebanon mencintainya. Saya kemba&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;agi membayangkan bahwa seseorang yang mendapatkan nikmat yang seperti ini, per&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ahan-&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ahan peri&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akunya baka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; berubah. Namun, apa yang menjadi keheranan saya ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah bukannya Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah tidak berubah sedikit pun dan tidak merasa dirinya sebagai orang besar, bahkan yang saya saksikan, kerendahan hatinya semakin bertambah. Ketawadhu'an yang da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am perja&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;anan ini saya &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ihat be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;um pernah saya saksikan sebe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;umnya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ama bersama be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iau, Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah menje&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;askan tentang masa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah perang 33 hari. Inti yang be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iau sampaikan ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah kemenangan ini karena inayah dan bimbingan A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. Kami tidak me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan apa-apa. Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am perbuatan dan ucapan sangat tawadhu'. Da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am pertemuan saya dengan be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iau ada beberapa catatan yang saya buat. Pertama, semangat rendah hati dan tawadhu' yang &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uar biasa. Kedua, Iman, tawaka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; kepada A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dan keyakinan tauhid yang menda&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am. Dan ketiga, Kecintaan &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uar biasa terhadap Sayyid A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i Khamane'i. Seka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ipun te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dikena&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; sebagai tokoh dunia, Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah tetap menganggap dirinya sebagai sa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah satu tentara Sayyid A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i Khamane'i. Ini menunjukkan bahwa be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iau memang seorang pribadi yang &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uar biasa dan tidak menonjo&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;kan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ama bersama be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iau, seakan-akan saya sedang bersama sa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah satu dari sahabat Imam Mahdi AF. Seorang yang memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki nurani, suci dan perwujudan dari sega&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a kebaikan dan ni&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ai-ni&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ai yang kita inginkan. Sifat-sifat ini&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah yang membuat saya, dari keda&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;aman hati, memohon agar be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iau dipanjangkan umurnya, kesehatan dan mendapat taufik yang &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebih besar &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;agi dari A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah swt. Saya sangat berharap seka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i, agar setiap negara Is&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki pemimpin seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;hamdu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dengan perwujudan Imam Khomeini dan pengganti be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iau Sayyid A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i Khamane'i, kita memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki nikmat yang sangat &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uar biasa, sehingga pribadi besar seperti Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah mengaku sebagai sa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah satu tentaranya. Kita sering &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;upa bagaimana A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah memberikan nikmat kepada kita. Pribadi seperti Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah juga ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah pribadi yang besar dan harus dicintai. Semoga A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah menambahkan taufik-Nya kepada Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. Insya A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Partu Az Sukhan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt; &lt;i&gt;Sudikah Anda menggambarkan semangat rakyat &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebanon sete&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah perang yang su&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;it dan me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;e&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ahkan?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Ayt. Misbah Yazdi:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt; Saya tidak banyak berhubungan dengan masyarakat, karena hanya sehari kami di &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebanon. Itu pun kami hanya mengunjungi kawasan perang. Namun, yang dapat kami saksikan dari siaran tv A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;manar bagaimana rumah-rumah mereka rata dengan tanah. Di Iran sendiri kami menyaksikan itu &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ewat tv Iran. Banyak orang yang kehi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;angan tempat tingga&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;nya, ke&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uarganya gugur dan syahid da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am pertempuran dan begitu juga masa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah materi yang banyak mereka temui, namun yang menjadi perhatian ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah wajah-wajah yang tersenyum, berterima kasih kepada A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dan yang &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebih penting &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;agi ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah kemenangan terhadap musuh berhati setan. Bahkan sebagian kaum Kristiani yang tidak punya kewajiban da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am menutupi auratnya, begitu menunjukkan kecintaannya kepada Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dan mereka re&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a dengan apa yang di&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukannya. Kondisi yang demikian yang dibarengi dengan masa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah yang dihadapi sangat spesia&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; buat mereka dan saya tidak pernah menemukan kondisi seperti ini di dunia. Bagaimana perang yang begitu menghancurkan dan sangat biadab terjadi, namun rakyat dengan wajah berseri-seri dengan senantiasa bersyukur kepada A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah menjadi pemandangan yang biasa. Mereka merasa menjadi pemenang perang 33 hari dan tidak menganggap kerusakan dan kerugian yang diderita sebagai ha&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; yang harus dipikirkan. Kami juga sempat bertemu dengan para tokoh keagamaan yang kantor, yayasan dan seko&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah-seko&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah mereka hancur, tapi tidak pernah sedikit pun membicarakan ha&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; itu. Yang dibicarakan hanya&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah kemenangan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah atas Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; dan per&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;unya kesadaran untuk siap menerima kenyataan dan kemungkinan yang baka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; terjadi dikemudikan hari.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Partu Az Sukhan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt; &lt;i&gt;Bertahun-tahun kekuatan mi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iter Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; dengan bantuan Amerika dan Eropa dipromosikan sebagai tentara tak terka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ahkan dan pada prakteknya memang demikian. Negara-negara Arab pernah bersatu untuk menghadapi Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;, namun mereka ka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. Pada perang 33 hari, para pengamat mi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iter dan po&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;itik memperkirakan bahwa Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah akan menghadapi nasib yang sama. Apa &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;agi dengan me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ihat kemampuan mi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iter Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;. Akan tetapi, apa yang terjadi ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah seba&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iknya. Da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am 33 hari Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah mampu menghadapi pasukan Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; dan bahkan ke&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uar sebagai pemenangnya. Apakah Anda sudi membeberkan apa rahasia kemenangan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Ayt. Misbah Yazdi:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt; Pasukan mi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iter Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; dianggap sebagai pasukan terkuat nomor empat di dunia. Ke&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ihatannya ini ter&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;u di&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebih-&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebihkan. Tapi, bahwa pasukan Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebih kuat dari pasukan negara-negara Arab itu tidak diragukan &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;agi. Sa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah satu buktinya ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah pada perang enam hari pasukan Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; menga&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ahkan pasukan negara-negara Arab. Dan semenjak waktu itu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah pasukan Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; dianggap &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebih kuat. Saat ini, Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; diperkuat dengan senjata modern bahkan memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki senjata nuk&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ir. Bi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a kita tidak mengatakan bahwa Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah pasukan nomor empat di dunia, setidak-tidaknya harus diakui bahwa Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki pasukan terkuat di kawasan Timur Tengah. Se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ain Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; juga memproduksi senjata, mereka juga menggunakan senjata produksi Amerika.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Pada perang 33 hari, Amerika dan negara-negara bonekanya di Timur Tengah membantu Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;. Di sini je&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;as seka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i bahwa te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah ada rencana sebe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;umnya untuk menghancurkan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. Rencana ini akhirnya memang membuat sebagian negara-negara Arab ikut serta da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am menghancurkan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. Bahkan tidak itu saja, secara terang-terangan mereka menjanjikan untuk menjamin bahan bakar pesawat tempur Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;. A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a ku&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i ha&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;, rencana yang disiapkan te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah sempurna untuk menghancurkan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Serangan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah terhadap pasukan Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; yang berhasi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; menyandera dua orang tentara Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; dengan tujuan menukarnya dengan tahanan &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebanon dan Pa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;estina di penjara-penjara Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;. Penyanderaan ini membuat rencana yang te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dibuat matang itu harus dimajukan. Dan bi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a mereka tidak menyerang, tentu persiapan &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebih matang. Mungkin ini sebuah tanda bagi kemenangan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Sementara mengapa sega&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a persiapan dan ba&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a bantuan Amerika tidak membuat mereka memenangkan perang me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ainkan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah, buat kita kaum mus&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;imin dan khususnya Syi'ah merupakan ha&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; yang mudah dan te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;esai. Da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am teks-teks a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-Quran disebutkan bahwa kemenangan tidak ter&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;etak pada kekuatan mi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iter atau kekuatan pasukan dan strategi perang. Iradah dan kehendak A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah yang berada di atas sega&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a-ga&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;anya. "Betapa banyak go&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ongan yang sedikit dapat menga&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ahkan go&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ongan yang banyak dengan izin A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah" (2:249). Tentunya, perbuatan A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dibarengi dengan hikmat dan kebijaksanaan. A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah tidak begitu saja membuat sebuah ke&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ompok menang dan membuat ke&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ompok &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ain ka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. Untuk menang ada syaratnya dan bi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a syarat-syarat itu terpenuhi, A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah yang akan menurunkan kemenangan dan musuh akan dika&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ahkan. "Iya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa" (3:125) Ada dua syarat pa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ing penting yang bi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a dipenuhi kaum mus&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;imin dapat mempergunakan kemenangan yang dijanjikan A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. Satu, kesabaran dan per&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;awanan. Dan yang kedua ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah ketakwaan. Bi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a kaum mus&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;imin memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki ketakwaan, menjaga dan menja&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ankan syariat i&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ahi, tujuannya ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah menjunjung kebenaran bukannya mengikuti hawa nafsu dan disertai dengan kesabaran, niscaya A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah akan meno&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ong mereka.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Contoh pa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ing je&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;asnya seperti yang terjadi di zaman permu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;aan Is&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am. Perang Badr dan &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ainnya bisa menjadi contoh. Di masa kini, perang dan kemenangan Iran me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;awan Irak dan pa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ing anyar ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah perang dan kemenangan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah atas Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;. Dengan penje&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;asan di atas, sesuai dengan &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ogika a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-Quran, dua sebab yang menjadi kunci kemenangan mereka; pertama semangat ketakwaan dan tawaka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; kepada A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dan kedua, per&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;awanan dan kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Partu Az Sukhan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt; &lt;i&gt;Bagaimana Anda meni&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ai peran Wa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i Faqih Ayatu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah Sayyid A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i Khamane'i da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am kemenangan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Ayt. Misbah Yazdi:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt; Saya tidak punya informasi deti&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; tentang masa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah ini. Namun, Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah sendiri menyampaikan ha&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; ini pada saya. Sete&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah penyanderaan dua tentara Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; dan kemudian Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; mu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ai menyerang &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebanon dan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dibombardir secara biadab o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;, membuat banyak kerugian di pihak Syi'ah. Kerugian ini memuncu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;kan pertanyaan di benak sebagian dari teman-teman Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. Apa akibat yang te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah kita &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan? Bukan saat yang tepat kita menawan dua tentara Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;. Apa yang kita &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan mengakibatkan kerugian yang &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uar biasa... Sebagian mu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ai ter&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ihat ragu-ragu. Sete&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dua hari, kami menerima surat dari Wa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i Faqih Sayyid A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i Khamane'i bahwa Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; sejak awa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; punya tujuan untuk membumihanguskan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah di musim gugur. Dan pada waktu itu ka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ian pasti akan musnah. Namun, apa yang ka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ian &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah membuat mereka tidak dapat me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan persiapan dengan sempurna. Mereka terpaksa menyerang &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebih cepat dari rencana yang te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah disiapkan. Da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am pesan itu tertu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;is bahwa ka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ian akan menja&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ani perang yang &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uar biasa dahsyat dan su&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;it. Bi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a ka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ian me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan per&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;awanan dan bertahan, niscaya ka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ian akan menang.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;anjutkan bahwa pesan Wa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i Faqih ini sering diu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ang-u&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;angi da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am pidatonya tanpa menyebutkan nama be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iau. Dengan penuh keyakinan kami me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan manuver pada pesan itu yang pada akhirnya memberikan semangat baru kepada pejuang Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. Mendengar itu mereka semakin pasti untuk me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;awan dan bertahan bahkan di kawasan yang sangat su&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;it, kami sempat memerintahkan kepada pejuang Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah untuk mundur sebagai taktik, tapi mereka menjawab, "Bi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a ini ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah perintah, maka kami akan menaatinya. Namun, bi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a ini bukan perintah dan kami diberikan pi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ihan, maka kami &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebih memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ih untuk tetap di sini dan me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan per&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;awanan". Mereka bertahan dan betu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-betu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; menga&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ami cobaan yang sangat berat dan akhirnya kesabaran itu berbuahkan kemenangan. Menurut Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah, pesan Wa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i Faqih sangat berpengaruh da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am kemenangan ini.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Partu Az Sukhan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt; &lt;i&gt;Kemenangan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah di kawazan Timur Tengah membuat peta kekuatan dunia berubah. Anda sendiri bagaimana me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ihat kemenangan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dan kondisi pengikut Ah&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i Bayt di kawasan Timur Tengah dan dunia?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Ayt. Misbah Yazdi:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt; Kemenangan ini tentunya tidak atas nama sebuah ke&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ompok bernama Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah di &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebanon. Ini ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah kemenangan Syi'ah dan Is&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am menghadapi hegemoni super power dunia dan dampaknya dapat disaksikan di se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uruh dunia. Pengaruh ini bahkan sampai pada ke&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ompok-ke&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ompok yang secara akidah dan prinsip-prinsip berpikir berbeda serta kebijakan po&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;itiknya berbeda dengan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. Mereka &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;arut da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am semangat Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah bahkan di sebagian tempat mereka juga mengucapkan ye&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-ye&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; "Nahnu Ku&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;una Syi'ah" (kami semua Syi'ah). Tidak diragukan &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;agi bahwa kemenangan ini tidak sekadar kemenangan mi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iter. Ini sebuah kemenangan ide, keyakinan dan mazhab buat Syi'ah dan Is&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am menghadapi super power dunia yang za&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;im.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Dari sisi &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ain, kita dapat memahami penting masa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah ini. Ini ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah ja&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;an yang ditunjukkan o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh Imam Khomeini. Musuh senantiasa merusak apa yang menjadi sandaran mereka. Imam mengerti bahwa masa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah ini sangat penting. Sete&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah kemenangan ini, bahkan pada sebagian besar negara-negara Is&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am, dimu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ai serangan yang &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebih dahsyat terhadap Syi'ah dan Iran sebagai pusat Syi'ah. Rencana-rencana busuk secara umum dirancang dan dieksekusi untuk me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;emahkan Iran dan Syi'ah. Pada akhirnya, Simon Perez secara terbuka menge&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uarkan statemen bahwa strategi Amerika dan Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; di Iran ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah membuat perpecahan dan perse&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;isihan. Artinya, kami te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah putus asa dengan rencana yang sudah-sudah. Hanya ini&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah cara yang pa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ing bisa di&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan untuk menye&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;amatkan diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Bahaya pa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ing besar yang menghantui mereka sekarang ini ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah kebesaran dan kemu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iaan Iran dan Syi'ah di mata dunia. Yakni, Syi'ah ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah ancaman buat masa depan mereka. Berdasarkan ini, Kemenangan ini jangan ditangkap sekadar kemenangan mi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iter, me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ainkan kemenangan budaya Syi'ah. Dampak nyatanya ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah di semua negara-negara Is&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am ada sebuah arus besar untuk memahami Syi'ah dan adanya rasa kecintaan kepada Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah, khususnya terhadap pribadi Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Partu Az Sukhan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt; &lt;i&gt;Sudikah Anda menceritakan apa yang pa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ing berkesan da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am perja&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;anan ini?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Ayt. Misbah Yazdi:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt; Buat saya, tidak ada yang pa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ing berkesan kecua&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i ketika bertemu dengan Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. Sebe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;umnya, saya sudah mengena&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; peri&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;aku, pribadi, ketakwaan, tawaka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; dan keberaniannya. Namun ka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i ini, tawaka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; dan kepasrahannya kepada A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dan hanya A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah yang di&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ihatnya serta tidak memperhitungkan dirinya ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah yang pa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ing mengesankan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Beberapa Kisah Pertempuran dan Perto&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ongan A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dari Ayt. Misbah Yazdi yang disampaikan &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;angsung o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a style="" href="#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Banyak cerita yang terjadi di zaman permu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;aan muncu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;nya Is&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am. Kejadian yang menunjukkan mukjizat i&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ahi. Mengenai perang Badr, Ayat a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-Quran turun "Sungguh A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah meno&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ong kamu da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am peperangan Badr , padaha&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; kamu ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah ( ketika itu ) orang-orang yang &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;emah. Karena itu bertakwa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah kepada A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah, supaya kamu mensyukuri-Nya (3:123)." Dan ayat "( Ingat&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah ), ketika kamu memohon perto&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ongan kepada Tuhanmu, &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;u diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan ba&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a bantuan kepadamu dengan seribu ma&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;aikat yang datang berturut- turut)" (8:9). Bagaimana a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-Quran dengan kewibawaannya menceritakan turunnya para ma&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;aikat. Namun, menurut pemahaman saya yang dangka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; ini, cerita yang terjadi da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am perang 33 hari &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebih agung dan besar. Sebagian cerita ini saya sempat mendengarkannya &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ewat orang &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ain ketika be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iau datang ke Iran dan akhirnya mendengar &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;angsung dari Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. Buat saya, mempercayai cerita-cerita ini sangat su&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;it.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;1. Cerita pertama ini pernah saya dengar di Iran &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ewat orang &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ain yang disampaikan ketika Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah ke Iran. Ceritanya tentang debat atau wawancara yang di&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan dengan seorang tentara atau komandan yang disiarkan o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh tv Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;. Ini sebuah dia&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;og yang hakikatnya merendahkan mereka sendiri, tapi tidak dipahami ke sana. Komandan pasukan ini meyakini bahwa musuh yang dihadapinya, Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah, ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah orang-orang yang percaya akan khurafat dan takhayu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;. Ketika kami mendekati pasukan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dan menguasai keadaan dan dengan maksud menghancurkan mereka, tiba-tiba muncu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; beberapa orang dengan berpakaian putih menuju ke arah kami sambi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; membawa pedang. Orang-orang seperti ini&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah yang menghadapi kami dengan sega&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a pera&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;atan modern. Dengan gaya me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ecehkan mereka, kami menembak ke arah mereka.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Namun, yang terjadi ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah setiap tembakan kami tidak menyentuh mereka. Ada yang datang mendekat dan memotong tangan saya. Tangannya terpotong tingga&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; sikut dan itu ditunjukkan ke te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;evisi sambi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; berkata bahwa tangan saya dipotong dengan senjata pedang. Mereka yang me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan ini ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah orang-orang yang berpakaian putih-putih. &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ihat&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah, bagaimana A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dengan kekuasaannya membuat ha&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; ini disiarkan di te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;evisi Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;2. Cerita ini disampaikan &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;angsung o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. Dan menurut saya, cerita ini sangat penting. Be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iau sendiri berkata bahwa se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ama perang 33 hari, pasukan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah tidak me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan apa-apa. Kami tidak berperang, semuanya ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah bantuan A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. Be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iau kemudian menuki&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;kan cerita bahwa sa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah seorang dari komandan pasukannya, yang tidak diingat namanya, berada di sebuah kawasan yang sangat su&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;it. Mereka bukan&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah pasukan modern yang memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki senjata dan amunisi &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;engkap. Yang dimi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki hanya&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah sebuah pe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uncur roket panggu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; atau maksima&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;nya dibarengi dengan roket Katyusha. Dengan pera&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;atan sederhana ini mereka menyerang pasukan Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Serangan yang di&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan hanya pada waktu siang hari dan bi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a diserang mereka tidak akan mampu bertahan &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ama. Ketika itu, pasukan Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; bersiap menyerang pada ma&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am hari. Mereka te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah menurunkan pasukannya berhadap-hadapan dengan front terdepan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. Usaha mereka ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah mengepung pasukan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah yang tidak memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki teropong ma&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am. Karena tidak memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki senjata penangka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; udara dan a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;at untuk me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ihat ma&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am, maka tidak ada yang dapat di&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan. Sa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah seorang dari komandan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah sangat sedih me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ihat kondisi pasukannya, karena se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ain itu juga amunisi te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah habis. Da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am kondisi genting dan di tengah kege&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;apan ma&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am, akhirnya ia tertidur. Da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am tidurnya ia bermimpi bertemu dengan Sayyidah Zainab anak Imam A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i bin Abi Tha&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ib as.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am pertemuan itu ia menje&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;askan keadaan yang sangat genting sambi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; tidak &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;upa agar meminta agar dito&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ong karena bi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a kondisi ini terus ber&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;angsung, maka semua anggotanya baka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; habis. Da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am mimpinya ia memaksa agar segera dibantu. Sayyidah Zainab berkata bahwa jangan khawatir karena sega&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;anya akan berja&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;an &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ancar. Namun, karena terus didesak, akhirnya be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iau menunjukkan kepada seorang wanita. Ia mengatakan bahwa saya mengena&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;nya dan itu ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah Sayyidah Fathmah az-Zahra. Sete&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah mendekat dan mengu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ang kemba&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i permohonannya agar anggota pasukannya dito&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ong karena tidak ada &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;agi yang dapat dianda&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;kan. Sayyidah Zahra berkata agar kami berdoa dan sega&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;anya akan berja&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;an &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ancar.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Tapi saya masih terus memaksa agar be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iau me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan satu ha&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; yang dapat menye&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;amatkan mereka. Hasi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;nya, be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iau kemudian menge&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uarkan sapu tangannya dan menggerak-gerakkannya, sete&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah itu be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iau berkata, "Pergi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah! Sega&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;anya te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;esai". Sete&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah diberi perintah demikian ia &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;u terbangun. Ketika terbangun ia me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ihat sebuah he&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ikopter hancur berkeping-keping. Ia &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;u bertanya kepada, "Apa yang sedang terjadi? Sete&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah itu ia menuju pos tempat berkumpu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; anggota pasukannya dan bertanya apa yang terjadi? Ada yang menjawab bahwa kami sedang duduk-duduk, tiba-tiba saya bangkit untuk menembak. Ketika saya akan menembak, tiba-tiba he&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ikopter itu terbakar dan me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;edak. Masa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ahnya di sini, bukannya he&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ikopter yang hancur berkeping-keping, tapi pasukan Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; menjadi yakin bahwa kami memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki teropong untuk me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ihat ma&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am dan memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki senjata yang dapat menembak mereka pada ma&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am hari. Dengan perhatian yang diberikan o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh Sayyidah Zahra as. bukan saja he&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ikopter me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;edak, tapi mereka tidak &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;agi berani menyerang karena percaya kami dapat me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ihat mereka pada ma&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am hari dan memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki senjata yang dapat menembak mereka pada ma&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am hari.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;3. Cerita ini juga disampaikan &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;angsung o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. Di &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ini terdepan ada pasukan yang sangat percaya diri dapat bertahan me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;awan serangan Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;. Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah sempat memerintahkan mereka untuk mundur sebagai taktik karena amunisi juga te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah habis, bahkan bukan itu saja karena persediaan makanan juga te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah habis. Sete&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah kami perintahkan agar mundur, mereka bertanya apakah ini sebuah perintah? Bi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a ini ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah perintah kami akan menaati dan akan mundur. Namun, bi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a kami diberi izin, maka kami akan tingga&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; di sini. Kami masih ingin bertahan dan me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan per&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;awanan di sini. Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah menjawab, "Terserah ka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ian". Banyak dari mereka yang syahid da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am usahanya mempertahankan kawasan itu. Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; menurunkan pasukan penerjunnya dan pasukannya di tempatkan tepat di depan mereka yang dipisahkan o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh sungai. Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; sangat ingin menguasai kawasan ini dan menjadikannya batas teritoria&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;nya dengan &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebanon.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Pasukan penerjun diturunkan di be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akang pasukan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dan di depannya pasukan Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; yang terpisah o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh sungai. Mereka terjepit o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh dua pasukan. Kedua pasukan Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; yang berusaha menjepit pasukan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dan bersiap untuk menghancurkan mereka. Da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am kondisi seperti ini, mereka masih berhasi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan hubungan dengan pasukan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ainnya untuk menyerang pasukan yang tengah mengurungnya. Tapi jawaban yang diterima ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah kami juga te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah kehabisan amunisi. Namun, ketika itu mereka tidak mendengar dengan je&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;as bahwa jawaban dari pasukan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah yang &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ain ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah ka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ian jangan ter&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;u menganda&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;kan kami, karena kami juga te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah kehabisan amunisi.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Ketidakmengertian ini terjadi karena sandi yang dikirimkan tidak terbaca dengan baik. Tapi sesaat kemudian, tepat di &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;okasi pasukan Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; terdengar suara-suara &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;edakan, sepertinya mereka diserang dengan hebat dengan persenjataan arti&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eri berat. Sete&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah pasukan Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; kocar-kacir, mereka kemudian mengirim sandi kepada pasukan &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ainnya bahwa apa serangan ka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ian tepat mengenai sasaran. Pasukan itu ma&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah bertanya kapan kami menyerang mereka? Kami tidak memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki apa-apa sehingga dapat menembak mereka. Yang dipahami o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh pasukan yang terjepit dari sandi yang dikirim waktu itu ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah, "iya kami akan menyerang mereka, dan kami me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ihat bahwa ka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ian menghujani mereka dengan hebat yang membuat mereka me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;arikan diri". Tidak ada yang tahu, serangan dan tembakan itu berasa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; dari mana. Bagaimana sampai pasukan Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; takut dan me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;arikan diri kemba&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i ke pangka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;annya tidak ada yang tahu. Yang terpenting ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah mereka tidak kemba&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;agi ke kawasan itu. Kemenangan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am perang 33 hari seperti kemenangan yang seperti ini. [&lt;span class="highlight"&gt;saleh&lt;/span&gt; &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);"&gt;Wawancara ini dimuat o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh koran mingguan Partu Az Sukhan, nomor 358 tangga&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; 13 Desember 2006. Da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am wawancara ini ada dua tema yang ditanyakan, pertama tentang &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebanon&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan kedua tentang pemi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ihan Dewan Pakar yang tidak dimuat di sini. (-pent)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);"&gt;Kisah-kisah ini ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah pengga&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;an dari ceramah Ayt. Misbah Yazdi yang dimuat di situs &lt;a href="http://www.shianews.org/textnews.asp?id=1291"&gt;http://www.shianews.org/textnews.asp?id=1291&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5382259234012579357-8766955083787858277?l=salehlapadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salehlapadi.blogspot.com/feeds/8766955083787858277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=8766955083787858277' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/8766955083787858277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/8766955083787858277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salehlapadi.blogspot.com/2007/06/ayatullah-misbah-yazdi-dan-s-hasan.html' title='Ayatullah Misbah Yazdi: “...dan S Hasan Nasrullah adalah tentara S Ali Khamene’i...”'/><author><name>Saleh Lapadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10998170696319232926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5382259234012579357.post-7279670690167422091</id><published>2007-06-09T08:58:00.000+03:30</published><updated>2007-06-09T09:10:22.659+03:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Resep keluarga harmonis: Coba pisah sementara waktu, berani mencoba?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Resep keluarga harmonis: Coba pisah sementara waktu, berani mencoba?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Emi Nur Hayati Ma’sum Said&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sebagian orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berpikir bahwa bukti keharmonisan rumah tangga bila pasangan suami/istri selalu bersama. Pergi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersama, makan bersama, belanja bersama dan lain-lain...&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sebaliknya, suami istri yang sering berpisah, bahtera kehidupan mereka tidak akan bertahan lama dan pada waktu dekat mereka akan mengalami krisis perceraian.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Namun, di sisi lain karier dan tugas salah satu pasangan suami/istri membuat kenyataan hidup menjadi lain. Bila suami atau istri harus menjalani tugas dan kariernya, maka dengan sendirinya mereka harus berpisah untuk sementara. Berpisah sementara karena menjalani karier dan tugas bukan merupakan kendala keharmonisan sebuah rumah tangga. Bahkan sebagai penyedap kehidupan yang membuat hubungan mereka semakin hangat dan mesra. Tentu saja perpisahan sementara ini jangan sampai didasari oleh kemarahan dan keangkuhan. Di sinilah dibutuhkan adanya keterbukaan dan kesepakatan antara suami/istri sejak dini.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Oleh karena itu, bila dalam Islam dikatakan bahwa sebelum seseorang memutuskan untuk membentuk sebuah keluarga, maka yang harus dipikirkan terlebih dahulu adalah adanya kesetaraan antara calon pasangan suami/istri, baik dari sisi keyakinan beragama, pemikiran, pendidikan, ekonomi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maupun parasnya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ketika salah satu pasangan suami/istri harus berpisah sementara, untuk menjalani karier atau tugas lainnya, ada beberapa poin penting yang harus menjadi perhatian mereka:&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;1. Kejujuran&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Bila salah satu pasangan suami/istri untuk sementara harus meninggalkan pasangan hidupnya, maka ia harus menjelaskan duduk perkara masalah dan pekerjaan yang akan dihadapinya. Katakanlah suami atau istri sebagai seorang pejabat negara, mubalig, perawat, pelayar, tentara dan lain sebaginya yang diperlukan oleh agama, masyarakat dan negara, ia harus menjalankan karier dan tugasnya. Maka sebelum mereka berpisah harus menjelaskan dengan detil ke mana, di mana dan sampai kapan harus menjalani tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dalam masalah ini, bila salah satunya memaksa untuk tetap tinggal bersama agar pasangannya tidak keluar menjalankan tugasnya, kondisi rumah tangga bukan malah menjadi baik, tetapi hubungan mereka menjadi dingin. Betapa banyak keluarga yang selalu bersama, namun tidak ada kesibukan tertentu malah menjadi porak-poranda. Suami/istri yang selaras, masing-masing akan memahami tugas pasangan hidupnya dan berjalan bersama mencapai kesuksesan baik dunia maupun akhirat. Oleh karena itu, di sini dibutuhkan adanya keterbukaan dan kejujuran dan adanya saling musyawarah antara pasangan suami/istri.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;2. Menghilangkan egois&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ketika salah satu pasangan suami/istri tidak mau menerima kondisi pekerjaan dan karier pasangan hidupnya, hal ini akan mempengaruhi kehidupan rumah tangga mereka selanjutnya. Baik dari sisi kemasyarakatan maupun kekeluargaan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Boleh jadi berpisah sementara untuk menjalankan tugas dan karier sebagai kesempatan dan langkah awal menuju kepada kesuksesan, baik kesuksesan yang berkaitan dengan agama, negara maupun bangsa. Seorang ilmuwan kadang harus meninggalkan istrinya atau suaminya menjalani tugasnya demi kesuksesan bangsa dan agama. Bila salah satunya harus mementingkan emosionalnya sendiri, maka kesempatan seperti ini akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Hidup berumah tangga bukan lagi hidup sendiri, sehingga segala keputusan harus ditentukan sendiri. di saat seseorang sudah memutuskan untuk hidup bersama, maka segala keputusan harus menjadi kesepakatan suami/istri. Masing-masing harus menghormati pendapat pasangannya. Hidup bukan untuk diri sendiri tapi hidup untuk kemajuan bersama demi mencapai ketenangan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;3. Menghargai pasangan hidup&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pada saat pasangan suami istri saling jauh, masing-masing akan menemukan kelebihan pasangan hidupnya yang selama ini tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;begitu diperhatikan. Suami yang ditinggal istrinya menjalani tugas, ia akan merasakan jerih payah istrinya selama di rumah. Pelayanan istri terhadapnya selama ini akan lebih tampak ketika istrinya jauh darinya. Begitu pula seorang istri, ia akan merasakan jerih payah suaminya yang mengerjakan pekerjaan untuknya. karena ketika sendiri tanpa suami, ia akan mengingat pengabdian suaminya kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Perasaan-perasaan seperti ini akan membuat masing-masing pasangan suami/istri lebih rindu kepada pasangan hidupnya. Pada saat mereka bertemu kembali rasa kasih sayang mereka akan lebih dalam dan hangat.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;4. Menengok kembali peran diri dalam kehidupan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Menyalahkan orang lain itu mudah dan sederhana. Bila suami atau istri tidak sukses menjalani tugasnya dalam kehidupan rumah tangga maupun sosial, maka mudah bagi setiap pasangan suami/istri untuk menyalahkan pasangan hidupnya. Namun, ketika ia sendiri dan ditinggal oleh pasangannya untuk sementara, ia akan berpikir jernih dan adil; apakah selama ini ia berperan sebagaimana mestinya? apakah ia sudah menjalani tugasnya sebagai seorang istri/suami semaksimal mungkin. Pada saat suami atau istri sendirian, ia akan menengok kembali kepada dirinya. Sehingga kesendirian ini bisa menjadi sarana untuk memperbaiki diri sebagai seorang suami/istri yang baik di hadapan pasangannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;5. Kebebasan bukan berarti tidak ada batasan&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Jangan berpikir bahwa ketika seseorang kawin dengan orang yang setara dan sesuai dengannya, maka ia bebas melakukan segalanya. Karena segalanya belum tentu sesuai dengan harapan kita. Oleh karena itu, sebuah masalah akan muncul bila harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Manusia hidup bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, tetapi hidup juga untuk memenuhi kebutuhan sesama. Untuk memenuhi kebutuhan sendiri manusia harus hidup dengan orang lain. Pepatah mengatakan: “Hargailah dirimu sendiri sehingga orang lain menghargaimu”. Bila dalam hidup berumah tangga harus terjadi pisah sementara untuk kebaikan rumah tangga atau kebaikan masyarakat, maka pada dasarnya kembalinya adalah kepada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;6. Kesetiaan&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ketika suami atau istri menjalankan tugas, maka masing-masing suami/istri harus menjaga kesetiaannya terhadap pasangan hidupnya. Kepercayaan yang diberikan oleh pasangan hidup jangan sampai disalahgunakan. Pisah sementara akan menjadi penyedap kehidupan bila masing-masing pasangan suami istri mengetahui posisinya masing-masing sebagai apa? Dalam masa perpisahan sementara ini, masing-masing pasangan suami/istri jangan sampai melupakan pasangan hidupnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Melalui komunikasi mereka bisa mengetahui keadaan masing-masing. Karena di sinilah kesetiaan mereka akan terbukti.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Rumah tangga yang menjalani hidup seperti ini harus lebih menyiapkan diri untuk tegar dalam menghadapi kehidupan. Dan hanya satu kunci kesuksesan, yaitu senantiasa ingat Allah, jangan sampai melanggar peraturan-Nya. Dan selalu ingatlah bahwa alam ini tidak luput dari pengawasan Allah, maka janganlah bermaksiat di depan Allah!&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Tentunya, pasangan suami istri yang pernah mengalami pisah sementara karena menjalankan tugas pernah merasakan nikmatnya pertemuan setelah itu.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Selamat mencoba!&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5382259234012579357-7279670690167422091?l=salehlapadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salehlapadi.blogspot.com/feeds/7279670690167422091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=7279670690167422091' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/7279670690167422091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/7279670690167422091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salehlapadi.blogspot.com/2007/06/resep-keluarga-harmonis-coba-pisah.html' title='Resep keluarga harmonis: Coba pisah sementara waktu, berani mencoba?'/><author><name>Saleh Lapadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10998170696319232926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5382259234012579357.post-6786151359789485034</id><published>2007-06-09T08:50:00.000+03:30</published><updated>2007-06-09T09:10:22.660+03:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Kitab Akal dan Jahl</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Kitab Akal dan Jahl&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;[1]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Hadis Pertama&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Kajian Ilmiah HPI&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;أَخْبَرَنَا أَبُو جَعْفَرٍ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ قَالَ حَدَّثَنِي عِدَّةٌ مِنْ أَصْحَابِنَا مِنْهُمْ مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى الْعَطَّارُ عَنْ أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنِ الْحَسَنِ بْنِ مَحْبُوبٍ عَنِ الْعَلَاءِ بْنِ رَزِينٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ &lt;i&gt;لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ الْعَقْلَ اسْتَنْطَقَهُ ثُمَّ قَالَ لَهُ أَقْبِلْ فَأَقْبَلَ ثُمَّ قَالَ لَهُ أَدْبِرْ فَأَدْبَرَ ثُمَّ قَالَ وَ عِزَّتِي وَ جَلَالِي مَا خَلَقْتُ خَلْقاً هُوَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْكَ وَ لَا أَكْمَلْتُكَ إِلَّا فِيمَنْ أُحِبُّ أَمَا إِنِّي إِيَّاكَ آمُرُ وَ إِيَّاكَ أَنْهَى وَ إِيَّاكَ أُعَاقِبُ وَ إِيَّاكَ أُثِيبُ&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Abu Jakfar Muhammad bin Ya’kub&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; mengabarkan kepada kami, ia berkata sebagian sahabat kami&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;amp;postID=6786151359789485034#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;; di antaranya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Muhammad bin Yahya al-‘Atthar, telah meriwayatkan dari Ahmad bin Muhammad dari Hasan bin Mahbub dari ‘Alla bin Razin dari Muhammad bin Muslim dari Abu Jakfar as. bersabda: “Ketika akal tercipta, Allah mengajaknya berbicara, “Maju!” Kemudian akal maju ke depan. “Mundur!” Kemudian akal mundur ke belakang&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Kemudian Allah berfirman, “Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku tidak pernah menciptakan makhluk yang lebih kucintai selainmu. Aku tidak akan menyempurnakanmu kecuali pada seseorang yang kucintai. Ketahuilah! Karena keberadaanmu aku memerintah dan melarang dan memberikan siksaan atau pahala”.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;Syarah Hadis&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Salah kata kunci dalam hadis ini adalah akal. Dan untuk memahami hadis secara keseluruhan, perlu memahami beberapa terminologi yang dipergunakan sekaitan dengan kata akal.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;1. Akal secara bahasa.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Al-Khalil al-Farahidi dalam kamusnya menyebutkan bahwa akal adalah lawan dari jahl atau kebodohan&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Pada saat yang sama, ketika sampai pada kata jahl beliau mengartikannya sebagai lawan dari ilmu&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;amp;postID=6786151359789485034#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Dengan memperbandingkan pemaknaan yang diberikan oleh Al-Khalil, maka dapat ditarik satu kesimpulan bahwa kata akal memiliki makna yang sama dengan ilmu yang kedua-duanya lawan dari jahl atau kebodohan. Sebagian ahli bahasa Arab yang lain, sekalipun memberikan makna yang lain dari yang disampaikan oleh al-Khalil, namun pada hakikatnya sama&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;2. Akal dalam istilah ilmu kalam.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Ilmu kalam memaknai kata akal sebagai proposisi-proposisi populer yang diterima oleh semua orang atau mayoritas dan dengan itu mereka memuji sebuah perilaku&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;3. Akal dalam istilah akhlak.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Dalam buku-buku akhlak ketika mempergunakan kata akhlak, maka yang dimaksud adalah akal praktis saja. Mahdi Hairi Yazdi memilih makna kata akal yang dipakai oleh ulama akhlak dengan akal praktis. Setelah itu ia menukilkan ucapan al-Farabi yang membagi akal teoritis dan praktis sekaligus memberikan perbedaannya. Kata al-Farabi: “Akal teoritis adalah sebuah kekuatan yang memberikan kemungkinan kepada manusia untuk mengetahui hakikat sesuatu yang berada di luar kehendaknya. Akal praktis adalah kekuatan yang membuat manusia mampu melihat dan menyaksikan sesuatu yang berada di bawah kekuasannya”. Oleh Mahdi Hairi Yazdi disimpulkan bahwa perbedaan antara keduanya pada &lt;i&gt;ma’lumat&lt;/i&gt; dan bukan pada &lt;i&gt;‘ilm&lt;/i&gt;. Dengan dasar ini, akal praktis mengetahui &lt;i&gt;ma’lumat&lt;/i&gt; yang mampu dikuasai oleh jiwa, sementara akal praktis mengetahui &lt;i&gt;ma’lumat &lt;/i&gt;yang tidak mampu dikuasai oleh jiwa&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;4. Akal dalam istilah burhan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Dalam bab burhan, akal bermakna ma’qul, akan tetapi bukan ma’qul masyhur melainkan ma’qul yaqini yang menyusun premis; mayor dan minor&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftn10" name="_ftnref10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;5. Akal dalam istilah psikologi.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Menurut filsafat psikologi derajat paling tinggi dari ilmu yang mengetahui hal-hal yang universal adalah akal&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftn11" name="_ftnref11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;6. Akal dalam istilah filsafat metafisik.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Akal dikaji dalam filsafat metafisik dan menjadi bagian dari pembagian pertama dari wujud yang menjadi obyek filsafat metafisik. Akal didefinisikan sebagai wujud yang tidak didahului oleh materi dan waktu, namun didahului oleh sebabnya yaitu &lt;i&gt;nur al-anwar&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftn12" name="_ftnref12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;7. Akal dalam istilah fikih.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Dalam ilmu fikih, akal memiliki dua makna. Pertama, akal sebagai salah satu dari sumber-sumber hukum yang bersanding dengan al-Quran, Hadis dan Ijma’. Kedua, akal sebagai perkakas yang menjadi pelayan keseluruhan sumber-sumber hukum&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftn13" name="_ftnref13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Untuk mendapat kejelasan yang lebih mengenai akal, kiranya perlu melihat pada beberapa istilah lain yang sering digunakan seperti jiwa (&lt;i&gt;nafs&lt;/i&gt;) dan fitrah. Sekaitan dengan jiwa dan akal, ruh manusia bila ditinjau dari sudut hubungannya dengan badan disebut jiwa (&lt;i&gt;nafs&lt;/i&gt;), sementara disebut akal karena tidak ada hubungannya dengan badan, bahkan karena hubungannya dengan alam kudus. Tentunya, penjelasan ini tidak bertentangan dengan kaidah yang mengatakan bahwa ruh itu sederhana dan simpel; tidak memiliki rangkapan. Namun, pada saat yang sama dapat ditarik pemahaman sejumlah kekuatan dan potensi yang dimilikinya yang dalam istilah sering disebut &lt;i&gt;quwa nafs&lt;/i&gt; (kekuatan-kekuatan ruh atau jiwa). Dengan demikian, kesederhanaan ruh dan berbilangnya kekuatannya tidak saling menegasikan. Karena kekuatan-kekuatan itu merupakan bagian dari beragam derajat yang dimiliki oleh ruh simpel manusia. Dan ini adalah salah satu contoh dari kaidah Mulla Shadra tentang &lt;i&gt;wadah fi ‘aini katsrah dan katsrah fi ‘aini wadah&lt;/i&gt; (tunggal dalam kebinekaan dan bineka dalam ketunggalan).&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Fitrah adalah bentuk asal manusia dan keberadaannya yang menjadi sumber sebagian dari pengetahuan dan kecenderungan transendental&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftn14" name="_ftnref14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Beberapa perbedaan antara akal dan fitrah:&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;1. Dari sisi semantik, kata fitrah tidak memiliki sinonim dan lawan kata, sementara untuk kata akal ada beberapa sinonim yang disebutkan oleh ahli-ahli bahasa seperti, &lt;i&gt;nuha&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;hijr&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;fahm&lt;/i&gt; dan di sisi lain memiliki lawan kata seperti &lt;i&gt;jahl&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;humq&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;2. Dalam teks-teks al-Quran dan Hadis tidak ada bukti bahwa keduanya memiliki satu makna bahkan yang ada malah sebaliknya; secara tegas disebutkan bahwa dua istilah ini selain berbeda secara substansi berbeda pula dalam aplikasi.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;3. Fitrah adalah bentuk dari keberadaan manusia yang sesuai dengan keberadaan malakuti, sementara akal adalah bagian dari wujud atau bagian dari kekuatan-kekuatan jiwa. Dengan demikian, pikiran dan berpikir merupakan bagian dari fitrah manusia, sebagaimana sebagian dari pengetahuan bukan pekerjaan akal seperti mengenal keindahan. Mengenal keindahan hanya dapat dilakukan oleh fitrah. Selain memiliki pengetahuan, fitrah juga memiliki kecenderungan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Ungkapan hadis “&lt;i&gt;Allah mengajaknya berbicara&lt;/i&gt;” menunjukkan untuk mengeluarkan akal dari kegelisahan dan mengajaknya agar lebih dekat bahkan sebuah bentuk penghormatan dan cinta kepada akal. Ini sering dilakukan oleh seorang dengan kekasihnya. Sebagai contoh, Allah pernah menegur Nabi Musa as. di bukit Sina dengan menanyakannya “Wahai Musa! Apa yang berada di samping kananmu”, padahal Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Ungkapan hadis “&lt;i&gt;Maju!” Kemudian akal maju ke depan. “Mundur!” Kemudian akal mundur ke belakang&lt;/i&gt;” dapat dimaknai sebagai cipta (takwini) dan tinta (tasyri’i). Perintah dan larangan cipta dalam hadis tersebut menunjukkan bertambah dan berkurang. Pertambahan dan pengurangan pada setiap derajat pada kekuatan-kekuatan yang berproses. Sementara bila perintah dan larangan itu merupakan tinta, maka perintah ke depan menunjukkan ketaatan dan perintah ke belakang menunjukkan larangan untuk bermaksiat. Tentunya, ini tidak menafikan penafsiran lain seperti, maju untuk muncul dan turun ke dunia dalam kehidupan setiap orang yang lahir di dunia. Dan kembali dari dunia menuju Allah ketika menemui kematian.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Menanggapi apakah akal adalah makhluk yang paling pertama diciptakan dapat dipahami dari potongan hadis di atas “&lt;i&gt;Aku tidak pernah menciptakan makhluk yang lebih kucintai selainmu&lt;/i&gt;”, menunjukkan bahwa akal bukanlah makhluk pertama yang diciptakan oleh Allah. Sementara cinta adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kecenderungan hati terhadap sesuatu yang sesuai dengannya. Cinta tidak berdiri sendiri, melainkan dari dua sisi. Ada hadis yang diriwayatkan dari Imam Shadiq as. ketika seorang lelaki bertanya kepada beliau tentang ucapan orang ketiga yang mengatakan, “Aku mencintaimu”. “Bagaimana saya dapat mengetahui bahwa ia benar mencintaiku?” Imam Shadiq as. menjawab, “Uji hatimu! Bila engkau mencintainya, niscaya ia juga mencintaimu”&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftn15" name="_ftnref15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Sebagaimana akal adalah makhluk yang paling dicintai oleh allah, demikian pula Alah adalah yang paling dicintai oleh akal.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;“Aku tidak akan menyempurnakanmu kecuali pada seseorang yang kucintai”, potongan hadis ini menunjukkan bahwa kesempurnaan akal bukan pemberian dan ciptaan Allah, melainkan usaha dari seorang hamba. Tanpa usaha, maka jangan mengharapkan akal seseorang akan menyempurna. Hal yang ditekankan oleh Imam Musa bin Jakfar as., “Barang siapa yang ingin kaya dari harta, kelapangan hati dari hasud dan keselamatan agamanya, hendaknya ia merendahkan dirinya di hadapan Allah dalam urusannya, niscaya akalnya menjadi sempurna”&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftn16" name="_ftnref16" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Hadis ini menuntun kita bahwa menurut data, orang yang lahir dan dibesarkan dalam kondisi jiwa yang bersih, mengerahkan segenap kekuatannya untuk menuntut ilmu dan mengamalkan akhlak yang mulia, dengan sendirinya dirinya lebih bercahaya dan akalnya bertambah dan semakin menyempurna. Kesempurnaan itu bahkan membuat ia dapat melihat rahasia-rahasia alam. Derajat ini memerlukan taufik rabbani yang tumbuh di atas fondasi keberadaan akal dan bukan pada kesempurnaannya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Lanjutan hadis ini diikuti oleh penekanan dari Allah “Ketahuilah!”. Penegasan ini untuk menunjukkan bahwa sekalipun akal adalah makhluk yang dicintai-Nya dan memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah, ada kalanya ia lalai. Sekalipun pada awalnya akal telah diperintah untuk maju dan mundur, namun sangat mungkin ia lalai dan merasa bahwa perintah dan larangan tidak hanya tertuju kepada dia saja, namun juga bersama yang lain. Di sini, untuk mengingatkan bahwa perintah dan larangan dan pahala dan siksa tertuju padanya, Allah sengaja mempergunakan kata “Ketahuilah!”. Dengan ini, diharapkan bahwa akal yang memiliki derajat tinggi di hadapan Allah tidak merasa sombong, karena ketinggian derajat tidak boleh membuat seseorang menjadi sombong. Bahkan lebih dari itu, ia senantiasa memerlukan pengingatan agar tidak menyimpang dari tujuan penciptaannya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Hal yang tidak boleh dilupakan pada akhir hadis yang berbunyi “Karena keberadaanmu aku memerintah dan melarang dan memberikan siksaan atau pahala”, terutama yang terkait dengan siksaan dan pahala menunjukkan bahwa akal dan bukan lainnya yang layak untuk mendapatkan siksa dan pahala karena zat dan esensinya atau lewat kekuatan tempat bersumber ketaatan dan maksiat yang ada pada manusia. Hadis ini tidak menunjukkan bahwa siksa dan pahala hanya terkait dengan akal murni, sekaligus juga tidak menegasikan kebangkitan jasad.[Saleh L]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;hr style="height: 2px;font-size:78%;" align="left"  width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;. Hasil diskusi dua mingguan hadis Usul Kafi yang diselenggarakan oleh Divisi Kajian Ilmiah HPI pada tanggal 31 Agustus 2006.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="IN"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt; . Abu Jakfar Muhammad bin Ya’kub adalah Kulaini sendiri sang penulis buku hadis al-Kafi. Penyebutan namanya sendiri memberikan tiga kemungkinan; pertama, para perawi al-Kafi yang meriwayatkan darinya seperti an-Nu’mani, as-Shafwani dan selain keduanya. Kedua, ucapan beliau sendiri yang dinukil oleh para perawi. Ketiga, berita dari Kulaini sendiri tentang dirinya sendiri dan menganggap dirinya sebagai orang ketiga. Cara ketiga ini oleh Najisi dianggap sebagai cara para perawi terdahulu (qadim) dalam menulis hadis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;. Allamah Majlisi menyebutkan bahwa setiap kali Kulaini menyebutkan “sebagian sahabat kami” dari Ahmad bin Muhammad bin Isa, maka selain Muhammad bin Yahya al-‘Atthar ada beberapa perawi lainnya seperti; Ali bin Musa al-Kamidzani, Daud bin Kurah, Ahmad bin Idris dan Ali bin Ibrahim bin Hasyim. (Lihat Mir’ah al-‘Uqul, cetakan kedua, 1402 H.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;. Sering muncul pertanyaan sekaitan dengan hadis ini, bahwa apakah akal dalam proses itu (diperintah ke depan dan ke belakang) melakukan itu dengan akal juga atau tidak? Pertanyaan ini tidak berarti apa-apa, karena esensi akal itu adalah dirinya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;. Al-Farahidi, Abu Abdurrahman al-Khalil bin Ahmad, Kitab al-‘Ain, Jilid 1, hal 159, Muassasah Dar al-Hijrah, cetakan ke 2, 1409 H.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn6"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;. Idem, jilid 3, hal 391.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn7"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;. Lihat: al-Jauhari, Ismail bin Hammad, as-Shihhah Taj al-Lughah wa Shihhah al-‘Arabiyah, jilid 5, hal 1769, Beirut, Dar al-‘llm wa al-Malayin, cetakan ke 4, 1407 H. Ibnu Manzhur, Lisan al-‘Arab, jilid 11, hal 458, Adab al-Hauzah, 1405 H.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn8"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;. Yazdi, Mahdi Hairi, Kavushaye Aqle Nazari, hal 240-241, Teheran, 1360 H. S.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn9"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;. Yazdi, Mahdi Hairi, Idem, hal 241-242.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn10"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftnref10" name="_ftn10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;. Idem, hal 241.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn11"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftnref11" name="_ftn11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;. Idem, hal 242.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn12"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftnref12" name="_ftn12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;. Idem, hal 244.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn13"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftnref13" name="_ftn13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;. Ali Dust, Abul Qasim, Fikih va akal, hal 34, Teheran, Pezhouheshgah Farhanggi va Andisheye Eslami, cetakan ke 2,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1383 H. S.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn14"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftnref14" name="_ftn14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;. Rashad, Ali Akbar, Fetrat be Masabeye dal dini, hal 9, jurnal Qabasat vol 36, 1384 H. S,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn15"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034#_ftnref15" name="_ftn15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;. Kulaini, Muhammad bin Ya’kub, al-Kafi, jilid 2, Kitab al-‘Asyarah, Bab an-Nadir, hal 652, Teheran, 1365 H. S.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn16"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5382259234012579357&amp;amp;postID=6786151359789485034#_ftnref16" name="_ftn16" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;. Idem, jilid satu, Kitab Aql wa Jahl, hal 18.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5382259234012579357-6786151359789485034?l=salehlapadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salehlapadi.blogspot.com/feeds/6786151359789485034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6786151359789485034' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/6786151359789485034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/6786151359789485034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salehlapadi.blogspot.com/2007/06/kitab-akal-dan-jahl-1-hadis-pertama.html' title='Kitab Akal dan Jahl'/><author><name>Saleh Lapadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10998170696319232926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5382259234012579357.post-7976123453558903962</id><published>2007-06-08T08:26:00.000+03:30</published><updated>2007-06-08T08:28:37.661+03:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Surat cinta Khomeini muda kepada istri terkasih</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Surat cinta Khomeini muda kepada istri terkasih&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dear kasihku...&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kupersembahkan jiwaku untukmu...&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Saat ini, ketika aku diuji berpisah dari anak-anakku tersayang dan penguat hatiku, aku kemudian teringat padamu dan keindahan wajahmu yang terlukis di dalam cermin hatiku.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kasihku...&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Aku berharap semoga Allah senantiasa menjagamu dan memberikan kesehatan dan kebahagiaan dalam lindungan-Nya. Sementara untukku, segala kesulitan yang ada telah berlalu. Alhamdulillah apa yang terjadi sampai saat ini adalah kebaikan dan sekarang aku tengah berada di kota Beirut yang asri.&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sejujurnya, ketiadaanmu di sisiku membuat perjalanan ini menjadi sepi. Dengan hanya melihat kota dan laut yang ada merupakan pemandangan yang sedap dipandang mata. Aku tak dapat menghitung betapa besar keharuanku ketika mengingat kekasihku tidak di sisiku menemaniku menatap pemandangan indah yang meresap di kalbu.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dar har hal, malam ini adalah malam kedua aku menanti kapal yang akan membawa kami. Sesuai dengan ketentuan yang ada, keesokan hari akan ada kapal yang bertolak dari sini ke Jeddah. Sayangnya, karena kami agak terlambat sampai di sini  harus menanti kapal yang lain. Untuk saat ini apa yang harus dilakukan belum jelas. Aku berharap semoga Allah dengan belas kasih-Nya kepada kakek-kakekku yang suci, sebagaimana Ia mensukseskan perjalanan seluruh hamba-Nya untuk melaksanakan haji, memberikan kesempatan yang sama pula kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dari sisi ini aku agak sedikit sedih dan gelisah, namun Alhamdulillah kondisiku sehat bahkan semakin baik dan lebih meyakinkan. Sebuah perjalanan yang indah, sayangnya dan sekali lagi sayangnya, engkau tidak bersamaku di sisiku. Hatiku merindukan putramu (Sayyid Musthafa). Aku sangat berharap bahwa mereka berdua&lt;a style="" href="#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; senantiasa selamat dan bahagia di bawah lindungan dan bimbingan Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Bila engkau menulis surat kepada ayahmu dan ibu serta nenekmu sampaikan salamku juga kepada mereka. Aku telah menyiapkan diriku menjadi pengganti ziarah kalian semua. Sampaikan juga salamku kepada adikmu Khanum Shams Afagh. Dan lewat adikmu sampaikan salamku kepada Agha Alavi. Sampaikan salamku kepada Khavar Sultan dan Rubabeh Sultan. Katakanlah kepada mereka tentang lembaran lain dari surat ini untuk disampaikan kepada Agha Syaikh Abdul Husein.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Semoga hari-hari kalian dilalui dengan panjang umur dan kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Duhai kasihku...&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Belahan jiwaku...&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ruhullah saat ini bak gambar kosong yang sedang menanti keberangkatan yang tak kunjung datang.&lt;a style="" href="#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;NB: Surat ini ditulis pada bulan Farvardin tahun 1312 H.S. (sekitar 73 tahun yang lalu) sambil menanti kelahiran putra keduanya.(Saleh L)&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sumber: &lt;a href="http://baztab.com/news/40128.php" target="_blank"&gt;http://baztab.com/news/40128.php&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Keberadaan beliau di sana untuk menanti kapal yang akan membawa beliau dan rombongan ke Arab Saudi guna melakukan ibadah haji.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Kata berdua maksudnya kepada Sayyid Musthafa dan anak laki beliau yang lain yang sampai saat surat ini ditulis belum lahir ke dunia. Beberapa hari setelah Imam menulis surat ini anak kedua beliau lahir dan diberi nama Ali. Anak kedua Imam ini karena terserang penyakit semasa kecilnya meninggal dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Menjelaskan akan ketiadaan kapal yang akan membawa beliau dan rombongan ke Jeddah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5382259234012579357-7976123453558903962?l=salehlapadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salehlapadi.blogspot.com/feeds/7976123453558903962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=7976123453558903962' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/7976123453558903962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/7976123453558903962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salehlapadi.blogspot.com/2007/06/surat-cinta-khomeini-muda-kepada-istri.html' title='Surat cinta Khomeini muda kepada istri terkasih'/><author><name>Saleh Lapadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10998170696319232926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5382259234012579357.post-4345922350418015980</id><published>2007-06-08T08:25:00.000+03:30</published><updated>2007-06-08T08:28:37.661+03:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Kenangan Dokter Batini anggota Tim Medis Imam Khomeini</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kenangan Dokter Batini anggota Tim Medis Imam Khomeini&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pada awal-awal tahun 1362 (24 tahun yang lalu) berkumpul seluruh anggota tim medis Imam Khomeini dan sebagian dari pejabat tinggi negara Iran berkumpul dan diketuai oleh Ahmad Khomeini anak beliau. Dalam pertemuan itu dibicarakan mengenai kondisi kesehatan Imam Khomeini dikaitkan dengan situasi politik, keamanan dan kesehatan imam Khomeini. Akhirnya diputuskan untuk mendirikan sebuah pusat kesehatan modern di dekat tempat tinggal beliau. Namun, karena semua tahu bagaimana Imam menyukai hidup sederhana, masalah ini tidak diberi tahu kepada beliau. Pembangunan pusat kesehatan ini dilakukan tanpa sepengetahuan beliau. Setahun berikutnya pusat kesehatan ini selesai dibangun. Semua fasilitas telah dilengkapi baik dari sisi peralatan sampai tenaga medisnya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pada tanggal 16 Farvardin 1365 Imam Khomeini sempat kena serangan jantung dan untuk beberapa saat kerja jantungnya berhenti. Keberadaan pusat kesehatan dan tenaga medis yang siap setiap saat mampu memberikan pertolongan kepada Imam Khomeini dan jantungnya kembali berdetak. Setelah keadaannya berangsur-angsur pulih, namun masih dalam perawatan semua merasa gembira. Tim dokter kembali dan beliau langsung ditempatkan di ruang rawat inap.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Setelah dipindahkan ke ruang rawat inap, setiap harinya Ahmad, anaknya, bersama keluarganya terkadang sampai tiga kali mengunjungi beliau. Hal ini membuat Imam Khomeini membayangkan rumah sakit tempat ia dirawat adalah rumah sakit jantung Syahid Raja’i yang berada di kawasan Vali Asr. Oleh karenanya ia mewanti-wanti kepada Ahmad agar tidak sering-sering membawa mereka menjenguknya karena jarak yang jauh akan merepotkan dan melelahkan mereka. Cukup dalam seminggu sekali mereka datang menjengukku. Untuk pertama kalinya Ahmad putra beliau menjelaskan hal yang sesungguhnya. Rumah sakit ini hanya berjarak 20 langkah dari rumah mereka. Itulah mengapa mereka sering datang menjenguknya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Imam Khomeini dirawat di sana selama dua bulan. Melihat kondisi yang cukup sulit apa lagi waktu itu perang masih berkecamuk, diusahakan sepenuhnya agar kondisi kesehatan Imam Khomeini tidak diekspos agar musuh tidak memanfaatkannya untuk melemahkan semangat juang tentara dan masyarakat Iran. Setelah kesembuhannya, Imam Khomeini dapat menerima apa yang dilakukan oleh para pejabat dan tim medisnya yang tidak memberitakan hal yang sebenarnya. Pada waktu itulah, Imam Khomeini dapat menerima alasan pembangunan rumah sakit itu. Namun, Imam Khomeini tetap memberikan syarat agar rumah sakit ini nantinya tidak dikhususkan buat dirinya, tapi masyarakat biasa juga dapat memanfaatkannya, terutama rakyat kalangan miskin. Syarat yang diajukannya dilaksanakan semasa hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Semasa Imam Khomeini dirawat di rumah sakit, ia meminta agar tempat tidurnya menghadap kiblat. Itulah mengapa dalam pengambilan gambar yang selama ini direkam selama beliau dirawat tempat tidurnya berada di tengah-tengah ruangan. Alasannya, beliau menginginkan tempat tidurnya senantiasa menghadap kiblat.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pada tanggal 7 Khurdad 1368 di hari ke enam setelah operasi, kondisi Imam Khomeini secara umum sudah lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya. Beliau meminta agar dibawakan televisi. Setelah televisi diletakkan di ruangannya, beliau asyik menonton berita. Di berita itu disiarkan operasi dirinya, begitu juga ditayangkan salat malamnya sebelum dioperasi. Imam Khomeini menunjukkan rasa tidak sukanya melihat tayangan televisi tentang dirinya. Beliau berkeyakinan saat melakukan ibadah, hendaknya dalam kondisi sepi. Tidak ada orang yang boleh hadir ketika ia sedang beribadah, apa lagi sampai ada yang berani mengambil gambarnya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Setelah itu, Ahmad menemui beliau dan menjelaskan apa sesungguhnya yang terjadi. Katanya, film yang ditayangkan itu diambil dari kamera yang berada di luar ruangan kontrol. Karena masyarakat merasa khawatir dengan keadaan Anda, akhirnya gambar itu ditayangkan agar hilang kekhawatiran yang ada selama ini. Karena Ahmad anaknya membawa nama rakyat, beliau pun menerimanya dan tidak lagi mempertanyakannya. [Saleh L]&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sumber: Koran mingguan Partosokhan, nomor 380, 30 Mei 2007.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5382259234012579357-4345922350418015980?l=salehlapadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salehlapadi.blogspot.com/feeds/4345922350418015980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=4345922350418015980' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/4345922350418015980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/4345922350418015980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salehlapadi.blogspot.com/2007/06/kenangan-dokter-batini-anggota-tim.html' title='Kenangan Dokter Batini anggota Tim Medis Imam Khomeini'/><author><name>Saleh Lapadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10998170696319232926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5382259234012579357.post-7121188971187227246</id><published>2007-06-08T08:19:00.000+03:30</published><updated>2007-06-08T08:28:37.661+03:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Ibu rumah tangga profesi tak kenal cuti, apa lagi digaji!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ibu rumah tangga profesi tak kenal cuti, apa lagi digaji!&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Emi Nur Hayati Ma’sum Said&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kebanyakan masyarakat memandang bahwa status ibu rumah tangga berarti tinggal di dalam rumah, menganggur dan tidak punya kesibukan lain kecuali hanya mencuci pakaian, menyetrika, mencuci piring, menyapu dan mengepel rumah serta merawat anak. Menonton sinetron dan telenovela atau bahkan ngerumpi dengan tetangga sebelah dan arisan untuk mengisi waktu luang.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ibu rumah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tangga menurut sebagian wanita adalah kehilangan kesempatan kerja di luar rumah. Bila ditanya, “apa pekerjaan anda?” dengan tersipu malu menjawab, “Saya seorang ibu rumah tangga”.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Namun, masih ada yang mencoba melihat sisi-sisi positif dari status “ibu rumah tangga”. Menurut sebagian wanita menjadi ibu rumah tangga memiliki makna tersendiri. Ibu rumah tangga menurut mereka adalah belajar keterampilan lebih banyak, menambah pengetahuan, menambah wawasan dan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ibu rumah tangga dengan kata lain adalah kesibukan dan pekerjaan, meskipun tidak ada yang namanya cuti. Segala jerih payahnya menjadi berharga ketika menyaksikan senyuman suaminya, ketika anaknya mengatakan “terima kasih ibu!”.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Anda termasuk kelompok yang mana?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Cara pandang seperti ini muncul karena status ibu rumah tangga tidak atau belum dibahas secara detil dan mendalam. Padahal kalau kita mau mengkajinya secara lebih dalam dan detil, kita akan menemukan bahwa status ibu rumah tangga merupakan himpunan dari berbagai macam keterampilan dan keahlian.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kemampuan dan kecakapan yang dimiliki oleh seorang pakar tertentu yang dipelajarinya secara spesial dan membutuhkan waktu tersendiri, bisa dimiliki secara global dan ringkas oleh seorang ibu rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Seorang ibu rumah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tangga bisa menjadi seorang&lt;b&gt; “perawat”&lt;/b&gt; yang mengobati suami dan anak-anaknya sebagai pertolongan pertama sebelum dibawa ke dokter.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Seorang ibu rumah tangga sekaligus bisa menjadi seorang &lt;b&gt;“pakar makanan”&lt;/b&gt; yang bisa menyediakan makanan sehat buat suami dan anak-anaknya. Ketika anak dalam masa pertumbuhan ia tahu makanan apa yang harus disiapkan untuk anaknya. Ketika suami atau anaknya sakit ia tahu makanan apa yang sesuai dengan kondisi penyakit dan penyembuhan suami dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pada saat yang sama seorang ibu rumah tangga bisa menjadi seorang&lt;b&gt; “ekonom”&lt;/b&gt; yang mengatur perekonomian komunitas terkecil dalam sebuah masyarakat yang bernama keluarga. Ia mengatur dengan baik pengeluaran dan biaya hidupnya sesuai dengan pemasukan yang ada. Sehingga semua kebutuhannya bisa terpenuhi dengan tanpa harus berhutang untuk menambal kebutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Manajemen perekonomian ini tidak hanya berpengaruh pada kehidupan keluarganya saja, akan tetapi sangat berpengaruh pada perekonomian negaranya. Salah satu sebab korupsi keuangan negara yang dilakukan oleh sebagian pejabat adalah karena tidak adanya manajemen perekonomian rumah tangga. Sehingga sengaja atau tidak mereka harus menggarong uang negara dan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Seorang ibu rumah tangga pada saat yang sama bisa menjadi seorang&lt;b&gt; “psikolog”&lt;/b&gt; yang mampu memenuhi kesehatan dan ketenangan jiwa anggota keluarganya termasuk suami dan anak-anaknya bahkan dirinya sendiri. Di zaman modern sepeti saat ini, yang diharapkan dari seorang ibu adalah perilakunya sesuai dengan ilmu psikologi. Ia bisa menghadapi suami dan anak-anaknya dengan baik dalam segala kondisi. Hal ini juga sangat berpengaruh pada kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat. Karena bila setiap anggota keluarga berjiwa sehat, maka dengan sendirinya masyarakat juga akan berjiwa sehat. Penyimpangan sosial yang terjadi saat ini, salah satunya adalah karena anak-anak kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Bila ayah dan ibu sama-sama sibuk bekerja di luar rumah, dan ketika kembali ke rumah dalam keadaan lelah, maka mereka tidak bisa menghadapi anaknya dengan baik dan maksimal. Bila hal ini berlanjut, maka yang ada adalah anak mencari perlindungan di luar rumah. Sementara orang lain belum tentu mendidiknya bahkan merusak moral dan akidahnya.  &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Seorang ibu rumah tangga sekaligus bisa menjadi &lt;b&gt;“pengajar dan pendidik”&lt;/b&gt; anak-anaknya. Seorang ibu rumah tangga yang berpendidikan, ia bisa membarengi anaknya belajar dan mengerjakan PR sekolahnya. Ia bisa mengajari anaknya membaca al-Quran, belajar fikih dan akidah yang sesuai dengan agama yang dianutnya. Ia bisa mengajari anaknya menjadi manusia yang sabar, gaul, dan beradab serta sifat-sifat mulia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Nah, di sinilah nilai seorang ibu rumah tangga. Status sebagi ibu rumah tangga tidak lebih rendah dari status kerja di luar rumah bahkan bila dilihat dari sisi positifnya sebagaimana tersebut di atas, status ibu rumah tangga sangat mulia. Mengapa demikian?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pertama; karena jerih payahnya tidak bisa dinilai dengan materi.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kedua; jerih payahnya tidak berdasarkan pamrih.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ketiga; jerih payahnya tidak disaksikan oleh orang lain sehingga tidak ada unsur riya dan ingin dipuji oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Keempat; jerih payahnya menghasilkan generasi-generasi yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Seorang ibu rumah tangga pada saat yang sama bisa menjadi &lt;b&gt;“tailor dan designer”&lt;/b&gt; untuk anggota keluarganya. Ketika seorang ibu rumah tangga memiliki keterampilan menjahit dan membuat model pakaian, maka dengan leluasa ia bisa menjahit model baju yang diinginkannya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dari satu sisi ia merasa puas dengan apa yang dibuatnya. Dari sisi lain ia bisa membantu perekonomian rumah tangga. Dekorasi rumah bisa dibuatnya semakin indah dengan selera yang dimilikinya. Dan hal ini akan lebih membuat anggota rumah tangga merasa nyaman dengan kondisi rumah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Seorang ibu rumah tangga bisa sekaligus sebagai &lt;b&gt;“salon kecantikan”&lt;/b&gt; untuk anak dan suaminya. Seorang ibu rumah tangga yang memiliki kemahiran mencukur rambut dan merias sangat membantu kerapian dan kecantikan anggota keluarganya. Selain ia bisa merapikan kondisi jasmani anggota keluarganya dengan mencukur rambut anak-anak dan suaminya, mereka bisa terhindar dari penularan penyakit yang mungkin terjadi di salon-salon kecantikan umum.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Namun, ada sebagian wanita yang tidak percaya diri dengan profesinya sebagai ibu rumah tangga. Sehingga ia memaksa dirinya bekerja di luar rumah di samping sebagai ibu rumah tangga untuk menemukan jati diri dan mengembalikan harga dirinya yang menurutnya telah hilang. Ini merupakan sebuah tekanan terhadap dirinya dari berbagai sisi. Ia merasa bangga ketika orang lain mengatakannya sebagai wanita karier. Padahal karena keegoisannya ia melakukan hal itu, dan bukan karena kecintaannya terhadap kariernya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Menghidupkan kedudukan ibu rumah tangga&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kendati seorang ibu rumah tangga pekerjaannya yang tak kenal cuti dilakukan demi ketenangan dan ketenteraman suami dan anak-anaknya, sampai saat ini kedudukannya belum dikenal dengan baik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Untuk menghidupkan kedudukan sebagai ibu rumah tangga ada beberapa kemungkinan:&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pertama;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; seorang ibu rumah tangga harus digaji, sehingga dengan leluasa ia bisa mempergunakan uangnya. Cara pandang semacam ini muncul karena anggapan bahwa status sebagai ibu rumah tangga adalah status yang rendah karena tidak ada gajinya. Segala jerih payah yang dilakukan tidak memiliki harga. Oleh karena itu jalan satu-satunya untuk menghidupkan kembali kedudukan ibu rumah tangga dengan menggajinya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kedua;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; jerih payah seorang ibu rumah tangga tidak bisa dinilai dengan materi dan uang. Karena apa yang dilakukannya berdasarkan kasih sayang dan tujuan untuk memenuhi ketenangan dan ketenteraman anggota keluarganya. Ia merasa senang ketika bisa melakukan sesuatu yang baik untuk suami dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Jerih payah seorang ibu rumah tangga tidak bisa dinilai dengan materi. Karena selain akan menjatuhkan nilai jerih payah itu sendiri, penilaian dengan materi akan membuat hubungan suami istri bukan lagi hubungan yang indah, melainkan hubungan yang kaku. Bagaimana mungkin seorang ibu rumah tangga akan rela mendengar ucapan suami atau anaknya “jika kamu mau mengerjakan, maka kamu akan mendapat upahnya”? Oleh karena itu, untuk menghidupkan kedudukan rumah tangga Islam menawarkan budaya tolong menolong dan pembagian kerja antara suami dan istri. Karena hal ini sangat menunjang keharmonisan sebuah rumah tangga. Seorang suami menjalankan pekerjaan-pekerjaan di luar rumah, sementara istri menjalankan pekerjaan-pekerjaan di dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Alangkah baiknya bila masing-masing suami/istri saling tolong menolong dalam mengerjakan pekerjaan di luar atau dalam rumah sesuai dengan kondisi yang dimilikinya. Kalau dalam masyarakat kebanyakan, wanita senantiasa mengerjakan pekerjaan-pekerjaan dalam rumah, bukan berarti itu sebagai kewajibannya. Tetapi pekerjaan itu hanya bersifat mubah untuk dikerjakannya. Wanita yang rela mengerjakan pekerjaan-pekerjaan dalam rumah yang lebih dikenal sebagai ibu rumah tangga, hanya sebuah kesepakatan antara suami dan istri untuk membagi pekerjaan mereka. Dan cara menghidupkan kedudukan ibu rumah tangga adalah dengan membudayakan saling tolong menolong antara suami dan istri dalam mengerjakan pekerjaan yang ada. Bila suami berharap istrinya menyambutnya dengan baik saat pulang dari kerja, maka istri juga berharap suaminya mengucapkan terima kasih atas jerih payahnya dalam rumah. Bila ini dipraktekkan oleh setiap keluarga, maka mereka akan lebih menikmati indahnya keharmonisan sebuah rumah tangga. Rumah tangga yang didasari dengan cinta dan kasih sayang akan lebih indah bila semua pekerjaan yang ada dikerjakan karena untuk mendapat ridha Allah swt dan karena kecintaan terhadap anggota keluarga dan kehidupannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5382259234012579357-7121188971187227246?l=salehlapadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salehlapadi.blogspot.com/feeds/7121188971187227246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=7121188971187227246' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/7121188971187227246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/7121188971187227246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salehlapadi.blogspot.com/2007/06/ibu-rumah-tangga-profesi-tak-kenal-cuti.html' title='Ibu rumah tangga profesi tak kenal cuti, apa lagi digaji!'/><author><name>Saleh Lapadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10998170696319232926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5382259234012579357.post-6581291830707422369</id><published>2007-06-08T08:07:00.003+03:30</published><updated>2007-06-08T08:28:37.662+03:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Sejarah dan Strategi Dakwah Syiah Di Indonesia</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sejarah dan Strategi Dakwah Syiah Di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Saleh Lapadi&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kita sering mendengar pepatah yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Sejarah adalah guru manusia. Sejarah memberikan data kepada kita untuk dapat melakukan evaluasi. Umat yang berhasil adalah umat yang senantiasa mengevaluasi apa-apa yang telah dilakukannya. Bila ada kekurangan akan diperbaiki dan bila berlebihan akan dikurangi sehingga terjadi keseimbangan. Itulah sebabnya mengapa Rasulullah saw mewanti-wanti kita agar senantiasa mengevaluasi diri kita sebelum Allah melakukannya nanti. Karena ketika Allah yang menghitung amal perbuatan kita, tidak akan ada yang tertinggal karena perhitungannya akan sangat teliti.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Perkembangan Syiah di Indonesia juga dapat dianalisa dengan pendekatan sejarah. Sejarah telah mencatat sejumlah keberhasilan dan kegagalan umat Islam. Munculnya mazhab-mazhab dalam Islam dan kelompok-kelompok dalam sebuah mazhab merupakan pelajaran yang sangat berharga. Sebagian dari mazhab atau kelompok itu kemudian hanya dapat dikenang dalam buku-buku sejarah. Mengetahui sebab-sebab kegagalan dan kemusnahan mereka dapat membantu perkembangan Syiah di Indonesia agar tetap eksis.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sebagaimana sejarah mencatat sejumlah mazhab dan kelompok yang lenyap ditelan zaman, sejarah juga mencatat mazhab-mazhab dan kelompok-kelompok yang masih tetap eksis. Salah satunya adalah Syiah Imamiyah, Syiah yang meyakini 12 imam. Perkembangan Syiah berhutang budi pada Revolusi Islam Iran yang dipimpin oleh Imam Khomeini ra. Namun, dalam perkembangannya, ternyata dalam usaha penyebaran Syiah Imamiyah banyak kendala menghadang.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Tulisan ini mencoba melihat beberapa kendala yang menghalangi perkembangan dakwah Syiah di Indonesia dengan pendekatan pengalaman sejarah, sekaligus memberikan solusi alternatif. Tentunya, apa yang disoroti hanya mencakup beberapa hal yang dianggap penting oleh penulis.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; Mudah dan Sederhana&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Islam merupakan agama yang paling cepat tersebar di dunia. Salah satu penyebabnya adalah karena dari sisi pemikiran, Islam dapat diterima dan dipahami oleh semuah orang. Islam dianggap tidak kompleks dan sulit dari sisi pemikiran. Untuk memahamkan agama Islam kepada orang lain, tidak diperlukan sebuah usaha luar biasa. Itu dikarenakan Islam dapat dipahami oleh semua dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pada saat yang sama, disiplin sejarah agama dan sejarah peradaban meyakini bahwa dalam perubahan sejarah, hal terpenting dan tersulit dilakukan adalah mengubah mazhab dan atau agama. Artinya, sangat mungkin sebuah masyarakat dijajah oleh bangsa lain dan harus berkorban dalam banyak hal, namun agama dan adat istiadat masih dapat mereka pertahankan. Ini menunjukkan bahwa mengubah keyakinan bukan hal yang mudah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Di sisi lain, bila Islam ternyata mampu mengubah keyakinan dan agama orang lain atau masyarakat lain dengan cepat, maka hal yang sama harus diterapkan dalam Syiah. Di sinilah muncul pertanyaan besar, apakah Syiah yang kita dakwahkan saat ini dapat dipahami dengan mudah oleh masyarakat?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Jika kesederhanaan Islam dan Syiah menjadi sulit dan kompleks dengan penambahan masalah-masalah lain maka Syiah akan kehilangan kepopulerannya. Jika untuk menjadi seorang Syiah harus melewati serangkaian masalah terlebih dahulu dan kita tidak mampu menyederhanakannya, maka di masa yang akan datang kita akan mengalami masalah besar dalam mengembangkan dakwah Syiah di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sebagai sebuah perbandingan lain, Mu’tazilah dapat menjadi sebuah contoh betapa mereka tidak pernah mampu mempengaruhi masyarakat. Penyebabnya sangat sederhana sekali, karena akidah mereka dijelaskan dengan cara yang rumit dan kompleks. Banyak ketidakjelasan di sana, bahkan tidak semua kalangan ilmuwan mampu mencerna akidah mereka. Akibatnya Mu’tazilah hanya dapat ditemukan dalam wacana ilmiah dan tidak akan pernah mampu masuk dalam pemahaman masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Syiah harus dikembangkan bak sebuah makanan lezat dan instan. Sebuah tata pikir yang mudah, tidak kompleks. Tidak banyak kembangannya sehingga menjadi sulit dan tidak dapat dipertahankan. Kita harus mampu menjelaskan Syiah secara komprehensif dalam sebuah penjelasan ringkas.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Tentunya, menjelaskan Syiah secara sederhana namun komprehensif tidaklah mudah. Begitu juga tidak semua orang mampu melakukannya. Hal ini membutuhkan kerja sama semua pihak untuk memikirkan masalah ini bersama-sama dan dituangkan dalam bentuk tulisan; baik itu berupa buku, brosur, silabus dan lain-lain. Oleh karena itu, kita membutuhkan media murah untuk melakukan tranformasi ide ini ke masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;2. Ketat dan Kaku dalam Beragama&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kelompok Khawarij memiliki pesona tersendiri dalam sejarah Islam. Namun, tidak ada seorang pun yang mengatakan bahwa setelah peristiwa Nahrawan, Khawarij masih memiliki pandangan yang dapat dibanggakan dan diterima oleh masyarakat. Pada dasarnya, orang-orang Khawarij senantiasa mengidentikkan dirinya sebagai orang-orang zuhud, benci terhadap golongan kaya dan benci kezaliman. Dalam sisi pemikiran, mereka menunjukkan dirinya sebagai golongan yang berpegang teguh dengan al-Qur’an. Sikap ini tidak membuat mereka memiliki tempat khusus di dunia Islam. Saat ini, dapat dikatakan bahwa Khawarij tidak memiliki perkembangan bahkan dapat dikatakan telah terhapus dari kumpulan mazhab Islam.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Tentu perlu dicari tahu apa penyebabnya. Salah satu penyebab kemandekan bahkan kemusnahan mereka adalah keketatan dan kekakuan dalam beragama. Sebagai bahan perbandingan, coba kita lihat bagaimana di timur dunia Islam, Abu Hanifah dengan pandangan fiqihnya memberikan syarat yang mudah dalam beragama. Ia membolehkan orang melakukan salat dengan bahasa Persi dan menyatakan bahwa setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat berarti telah menjadi muslim. Cara pandang Abu Hanifah membuat banyak orang mengikutinya dan mazhab Hanafiyah cepat berkembang menjadi luas. Ini salah satu pengalaman sejarah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sementara Khawarij begitu kaku dalam memahami dan mengaplikasikan rasa keberagamaannya. Mereka menganggap orang yang melakukan dosa besar adalah kafir dan wajib untuk dibunuh. Siapa saja yang menjadi Khawarij, maka ia harus melepaskan urusan dunianya dan ikut dalam Dar al-Hijrah dan harus siap untuk melakukan perjuangan dari pagi hingga malam. Sikap kaku yang dimiliki oleh Khawarij membuat mereka tidak diterima kalangan lain.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Setiap bentuk kekakuan dalam beragama apapun bentuknya baik dalam masalah teori, fiqih, dan bentuk kontrol sosial dalam sebuah negara akan menghalangi perkembangan sebuah mazhab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dalam rentang sejarah, kita dapat mengatakan bahwa kelompok Murjiah telah menguasai dunia. Tapi yang dimaksud dengan kelompok Murjiah di sini bukan Murjiah yang dimuat dalam buku “Milal wan Nihal” yang memiliki akidah bahwa tidak ada masalah jika seseorang melakukan dosa, sekalipun dosa yang dilakukan adalah dosa besar. Tapi maksud Murjiah di sini adalah sebuah kenyataan di luar. Kita dapat melihat bahwa cukup dengan mengucapkan  dua kalimat syahadat, ia sudah dianggap sebagai seorang muslim. Dan ketika ia melakukan dosa tidak berarti bahwa ia telah keluar dari Islam.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Bila Syiah punya cara pandang yang kaku dan menyempitkan ruang gerak pengikutnya maka Syiah tinggal menunggu waktu kebinasaannya seperti Khawarij atau paling tidak, Syiah hanya akan bertahan di sebuah kawasan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Hal ini jugalah yang membuat Wahabi/Salafi tidak mampu mengembangkan pengaruhnya secara maksimal meskipun ditopang dengan biaya besar dan telah dikerahkan seluruh daya dan upaya untuk mengembangkan pengaruhnya di kalangan kaum muslimin. Kekakuan dalam beragama yang mereka terapkan tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan oleh Khawarij karena mereka membuat batasan yang kaku dan ekstrim dalam mendefinisikan kekufuran dan keimanan, dan ini tidak dapat diterima oleh banyak kalangan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;3. Cara Pandang Sektarian&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kiranya diperlukan sebuah kejelasan dalam menilai Syiah, apakah Syiah adalah sebuah kelompok ataukah sebuah mazhab yang berusaha menghidayahi manusia. Bila inti ajaran Syiah adalah sebuah cara pandang terhadap Islam, maka tidak semestinya kita membatasinya sebagai sebuah kelompok.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Meskipun pengikut Syiah tidak terbatas pada sebuah ras tertentu, namun pada kenyataannya, kondisi tersebut dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dari pengikut Syiah. Semakin kita berusaha mempersempit Syiah, berarti kita memaknai Syiah hanya sebagai sebuah kelompok.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sejarah mencatat, setiap kelompok minoritas akan selalu mempertahankan ciri-cirinya dengan simbol-simbol tertentu. Hubungan dengan masyarakat sekitar akan mereka batasi dan mereka hanya berhubungan dengan sesama mereka. Mereka tidak akan mengawinkan anak wanitanya dengan orang lain, sebagaimana mereka tidak mencari anak wanita lain untuk anak lelakinya. Bila pengikut Syiah melakukan hal yang sama dalam kondisi sebagai minoritas maka tidak akan ada yang ingin mengenal dan mengetahui Syiah. Demikian pula sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Bila kita tidak mempunyai kepentingan untuk mengembangkan Syiah, maka sikap seperti kaum minoritas itu tidak akan mempunyai dampak dan kita bisa saja menambahkan sesuatu yang baru ke dalam mazhab ini. Saat ini banyak hal yang sebelumnya tidak ditemukan pada Syiah, sekarang telah ditambahkan, bahkan dijadikan sebagai sebuah kesepakatan. Bila seseorang tidak meyakini masalah itu, bahkan bila ia adalah Syiah, mereka akan mengeluarkannya dari mazhab Syiah. Orang seperti itu tidak dapat diterima dalam sebuah komunitas Syiah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Permasalahannya adalah ketika kita ingin mengembangkan dan memperkenalkan Syiah kepada orang lain. Di sini cara pandang kita perlu diperbaiki. Syiah jangan dijadikan sebagai  sebuah kelompok eksklusif. Selama kita menjadikan Syiah hanya sebagai sebuah kelompok, maka ia tidak dapat berkembang sebagaimana mestinya, bahkan setiap hari akan semakin mengecil. Syiah harus dikembalikan  sebagai mazhab yang memiliki risalah untuk memberi petunjuk dan hidayah kepada umat manusia. Kita perlu mengeluarkannya dari sifat kelompok menjadi sebuah ajaran yang dapat diterima oleh semua orang.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;4. Minus Informasi Terpusat&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ijtihad adalah salah satu dari keunggulan ajaran Syiah. Hal ini dibuktikan dengan perkembangan ilmu-ilmu pengantar ijtihad, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Namun sayangnya, sering terjadi penyalahgunaan. Dengan alasan ijtihad, banyak orang melontarkan pandangan-pandangan yang malah tidak diterima oleh masyarakat umum.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Masalah paling urgen bagi Syiah saat ini adalah tidak adanya informasi terpusat. Kita tidak tahu kepemimpinan Syiah berada di tangan siapa. Setiap mujtahid, dengan mudah melontarkan pandangannya setiap saat yang terkadang berbeda dengan pendapat mujtahid lain dan tidak dapat diterima oleh masyarakat umum. Syiah bukanlah sebuah ajaran yang setiap saat bisa ditambah sesuka hati. Sebuah organisasi kecil saja tidak mudah untuk bisa menambah aturan-aturannya apa lagi ini sebuah mazhab.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Bisa saja kita berandai-andai dan mengatakan bahwa 100 tahun kemudian, ulama besar Syiah akan berkumpul dan melakukan perubahan-perubahan. Dalam syiah, gambaran pandangan itu seperti apa?, Siapa yang memiliki tugas untuk menjelaskan akidah Syiah? Di mana ulama Syiah sepakat dalam sebuah masalah? Ini pertanyaan-pertanyaan yang perlu mendapat jawaban jelas dan pasti dari ulama Syiah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Bila pusat-pusat pemikiran Syiah berbilang dan tidak ada definisi yang tuntas mengenai masalah ini, yang menjadi korban adalah para pengikut Syiah sendiri. Mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Bila seorang telah Syiah, ia harus mengikuti pandangan yang mana? Siapa yang harus didengarnya?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Penjelasan ini mungkin menimbulkan pertanyaan lain bahwa bila informasi tentang Syiah telah dipusatkan, itu berarti tidak ada kebebasan berpendapat, tertutupnya pusat-pusat penelitian dan tidak ada lagi tempat untuk berbeda. Ini dua masalah yang berbeda. Penelitian punya tempat tersendiri dan masyarakat perlu kebesaran hati untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang duduk di pusat-pusat penelitian untuk melakukan aktivitasnya. Tapi, masyarakat dari sisi keberagamaannya, baik itu Syiah atau tidak, perlu mengetahui apa kewajibannya, apa yang harus dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Bila kita sepakat bahwa Syiah perlu diperkenalkan kepada orang lain, maka dibutuhkan sebuah kesepakatan puncak dalam masalah-masalah penting. Kesepakatan puncak ini dapat dicerap ketika, setidak-tidaknya, dalam prinrip-prinsip sederhana dan primer ada kesepakatan sampai pada batas-batas tertentu.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sebagai contoh, para marja Syiah kontemporer telah berbicara banyak dan luas tentang tidak adanya perubahan dalam al-Quran. Mereka bahkan telah memberikan peringatan bahwa dalam Syiah tidak diyakini adanya tahrif al-Quran. Namun, tetap saja ada satu dua ulama Syiah yang meyakini adanya tahrif al-Quran dalam Syiah. Ini bukan permasalahan baru, sejak dahulu hal yang seperti ini sudah ada. Saat ini, pengikut Syiah membutuhkan sebuah majelis ulama yang mengeluarkan sebuah fatwa terpusat. Sehingga ketika mereka telah mengkaji dan mengeluarkan fatwa, yang lain harus mengetahui bahwa pandangan yang dikeluarkan oleh majelis ulama Syiah ini adalah sebuah prinsip dan tidak ada pandangan lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sebagai contoh, sekitar tahun 1931-1933 sempat terjadi perdebatan serius tentang masalah Raj’ah di kota Qom. Perdebatan ini akhirnya mencapai puncak sehingga hampir timbul konflik. Akhirnya, masalah ini ditanyakan kepada Ayatullah Abdul Karim Hairi Yazdi, marja terbesar Syiah saat itu di Iran. Dengan mudah dan santai beliau menuliskan fatwanya: “Bila seseorang tidak meyakini akan Raj’ah, ia tidak keluar dari Syiah”. Perdebatan sengit itu langsung redam.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pengikut Syiah di Indonesia sendiri, mempunyai potensi untuk mengumpulkan semua kecenderungan yang ada. Karena itu sudah menjadi salah satu kepribadian bangsa Indonesia. Syiah Indonesia perlu mengkaji titik-titik kesamaan yang dimiliki. Kesamaan yang ada ini dapat menjadi solusi meredam berkembangnya pandangan-pandangan yang berbeda yang menggoyahkan tatanan sosial masyarakat. Ketika orang-orang yang memiliki kelayakan secara ilmiah atau sebuah badan ulama tertentu tidak mengeluarkan pandangan dalam menyikapi sebuah masalah, maka akan muncul pandangan-pandangan dari mereka yang tidak memiliki kelayakan untuk mengeluarkan pendapat. Hal ini sangat rentan dan akan menimbulkan sebuah konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Hal yang sama terjadi di pusat-pusat Syiah seperti Qom dan Najaf. Ketika seorang marja tidak mengeluarkan pandangannya tentang sebuah masalah agar tidak muncul sebuah problem, solusinya akan diambil alih oleh orang-orang yang tidak layak untuk mengeluarkan fatwa. Tentu mereka tidak bisa disalahkan seratus persen, karena mereka sendiri perlu tahu apa yang harus dilakukan. Ketika tidak ada penjelasan sedang mereka dituntut untuk melakukan sesuatu, perlu penjustifikasian untuk perbuatan mereka maka mereka akan menerima pendapat dari siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Bila di Indonesia kita telah menyamakan visi dan ada kesepakatan, kita akan mampu menyampaikan pendapat kita sekaligus memperkenalkan Syiah dengan baik. Namun, selama tidak ada kesamaan persepsi, sulit dibayangkan kita dapat berkiprah di Indonesia kelak.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;5. Minus Sikap Moderat&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sejarah mencatat banyak ulama Syiah yang memiliki hubungan baik dengan ulama Ahli Sunah. Syekh Mufid dan Syekh Thusi merupakan salah satu contohnya. Keduanya cukup getol melakukan kajian perbandingan fiqih Syiah dan Ahli Sunah. Buku al-Khilaf yang memuat ragam mazhab Islam dalam sebuah masalah fiqih merupakan salah satu karya berharga Syekh Thusi dalam masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Murid-murid Syekh Thusi yang berhijrah ke daerah Rey di Iran—pusat mazhab Syafi’i dan Hanafi—telah berhasil disulap menjadi pusat pemikiran mazhab Syiah tanpa terjadi konflik. Orang-orang Syiah masuk ke sana dengan menunjukkan sikap moderat dan cinta damai. Sebuah sikap warisan dari hauzah Najaf. Bila kita membuka buku-buku Ahli Sunah yang menceritakan tentang tokoh-tokoh ulama, akan ditemukan nama Allamah Hilli yang disebut-sebut sebagai ulama Syiah yang memiliki kepribadian moderat. Beliau tidak mencaci maki sahabat.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Setelah kedatangan ulama Syiah, kondisi kota Rey berubah drastis. Kaum Sunah ikut menghadiri ceramah-ceramah yang disampaikan oleh ulama Syiah. Sebaliknya, ulama Syiah ikut menghadiri acara-acara yang diadakan oleh Ahli Sunah. Terkadang terjadi dialog-dialog sehat di antara mereka. Semuanya berjalan tanpa masalah, sementara pengikut Syafi’i dan Hanafi sering terlibat konflik di antara mereka. Syiah dapat diterima oleh kedua belah pihak.&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Rahasianya adalah karena pandangan yang disampaikan bersifat seimbang dan moderat. Dengan sikap moderat, mereka berhasil menjaga dan mengembangkan Syiah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Syiah masa kini di Indonesia perlu menunjukkan sikap moderat dan meninggalkan sikap ekstrim. Ini merupakan tuntutan zaman. Bila hal ini tidak dilakukan, Syiah tidak akan berkembang sebagaimana mestinya. Sikap moderat yang dimaksudkan di sini, bukan berarti segala sesuatunya kita sampaikan sesuai dengan maslahat secara ekstrim dan di setiap ruang dan waktu kita akan menyampaikan ajaran Syiah sesuai dengan cara pandang yang telah ada. Tidak demikian! Jelas ada ruang-ruang yang masih bisa ditolerir dan ada yang tidak bisa, seperti antara tauhid dan syirik yang tidak dapat dipertemukan. Perlu diingat bahwa Syiah memiliki akidah-akidah jelas dan bernilai yang harus dipertahankan. Kita perlu membedakan mana yang merupakan substansi Syiah dan mana yang bukan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Hal lain yang perlu diingat, setiap masyarakat tidak dapat menerima segala macam cara. Ada sejumlah cara tertentu yang dapat mereka terima dengan baik. Jadi kita tidak dapat dengan serta merta menyampaikan Syiah dengan gaya menentang arus dan cara pandang masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;6. Minus Penguasaan Kondisi Ruang dan Waktu&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Selain mempergunakan cara moderat, Syiah masuk ke Iran melalui tasawwuf. Perlahan-lahan tasawwuf yang ada diperbaiki. Sebagian besar mereka yang semula adalah Syiah tasawwuf berubah menjadi Syiah fiqih. Tentunya yang tidak bisa dilupakan bahwa Iran sejak awal memang mempunyai potensi itu.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Berbeda dengan Syiah, dakwah Wahabi/Salafi di mana pun, khususnya di Afrika, yang paling awal diserang adalah kelompok tasawwuf. Pada prinsipnya, Wahabi/Salafi menolak tasawwuf dan tidak memberikan ruang sedikitpun untuknya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Karena kondisi setiap masyarakat berbeda-beda maka sudah tentu, cara yang dipakai juga akan berbeda-beda. Namun perlu diperhatikan bahwa banyak kondisi yang sebenarnya dapat dimanfaatkan dan lewat kondisi itu kita bisa mendakwahkan Syiah. Apa yang dilakukan oleh Wali Songo merupakan contoh paling jelas dalam dakwah di Indonesia. Mereka mampu melihat kondisi yang ada di masyarakat dan sesuai dengan kondisi itu mereka memasukkan ajaran-ajaran Islam. Namun, apakah tugas mereka telah selesai? Tentu jawabannya adalah tidak. Apa yang mereka lakukan adalah langkah awal, kaum muslimin setelahnya memiliki kewajiban untuk melanjutkan cara mereka ini dan memperbaiki cara pandang masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Salah satu keunggulan Syiah dibandingkan mazhab yang lain adalah sistem pemikirannya yang kaya. Di Syiah ada cara pandang fiqih, kezuhudan, kearifan, begitu juga kajian-kajian akhlak tingkat tinggi. Dapat dikatakan Syiah adalah sebuah mazhab rasional dan pada kondisi tertentu, hal ini dapat dimanfaatkan demi perkembangan Syiah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Di Arab Saudi,  jurusan teologi tidak diizinkan berdiri. Sementara pada waktu yang sama, Syiah dengan mudah dapat memanfaatkan teologi yang disukai oleh orang-orang Mesir dan sebagian besar kaum muslimin di seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk mengembangkan dakwahnya. Sedangkan Wahabi/Salafi memiliki kecenderungan yang sangat ketat dalam masalah hadis. Dalam Syiah, selain kajian-kajian hadisnya bersifat serius, ia juga dilengkapi dengan sistem berpikir seperti irfan, filsafat dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Hendaknya kekayaan khazanah pemikiran Syiah ini tidak dipersempit. Bila seseorang hanya mampu menguasai salah satu dari disiplin ilmu dari khazanah pemikiran Syiah, semestinya ia tidak mengambil keputusan-keputusan final, tapi biarkanlah ruang kosong yang ada dipenuhi oleh mereka yang  memilki kelebihan dalam disiplin ilmu lain. Bila tidak, Syiah akan dianggap hanya memiliki sebuah satu cara pandang saja. Dan untuk merubah cara berpikir seperti ini, dibutuhkan energi yang cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Qom, 5 Mei 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5382259234012579357-6581291830707422369?l=salehlapadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salehlapadi.blogspot.com/feeds/6581291830707422369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6581291830707422369' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/6581291830707422369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/6581291830707422369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salehlapadi.blogspot.com/2007/06/sejarah-dan-strategi-dakwah-syiah-di.html' title='Sejarah dan Strategi Dakwah Syiah Di Indonesia'/><author><name>Saleh Lapadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10998170696319232926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5382259234012579357.post-6355916164591390462</id><published>2007-06-08T08:04:00.000+03:30</published><updated>2007-06-08T08:28:37.662+03:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Iblis; Pencetus kebanggaan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Iblis; Pencetus kebanggaan&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Emi Nur Hayati Ma’sum Said&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pencetus pertama kalinya bangga diri adalah iblis, di saat Allah memerintahkan seluruh makhluk-Nya untuk bersujud di hadapan Nabi Adam as, manusia pertama. Ia tidak mau tunduk kepada perintah Tuhannya karena kebanggaan atas rasnya sebagai makhluk yang diciptakan dari api. Kebanggaan inilah yang membuatnya ia harus menerima marah dan azab Allah selamanya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Allah berfirman:" &lt;i&gt;Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?”. Menjawab iblis: "Saya lebih baik daripadanya; Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah&lt;/i&gt; (A’raf [7]:12).&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sebagian orang memiliki kebanggaan tersendiri. Adakalanya ia bangga karena titelnya sebagai seorang sarjana bertitel; doktor, prof, direktur eksekutif dan sebaginya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Adakalanya bangga karena rasnya sebagai orang Eropa, Amerika, Arab, Asia, India, Iran, Pakistan, Turki, Malaysia, Indonesia dan sebaginya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Adakalanya bangga karena keturunan ningrat, keturunan Arab, keturunan suku fulan dan fulan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Adakalanya bangga karena kekayaannya, karena sebagai orang kota, tinggal di kota metropolitan, karena kecantikannya, karena bodinya, karena hidungnya yang mancung, karena kulitnya yang putih, karena pakaiannya yang bermerek dan sebaginya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Adakalanya bangga saat berjalan dengan istrinya yang berias cantik dan berbusana ketat, bangga saat mengendarai mobilnya yang keren, bangga saat memakai tas mahal, bangga saat bersepatu bagus dan sebaginya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Manusia boleh berbangga diri. Namun, ia harus tahu atas dasar apa ia berbangga? Apakah kebanggaannya mengandung nilai ilahi atau nilai iblis? Apakah saat ia berbangga pada saat yang sama harus menghina orang lain? Apakah kebanggaannya bisa membuatnya ia selamat dunia maupun akhirat? Apakah saat ia berbangga diri pada saat yang sama tahu bahwa ia menunjukkan kebodohan dan ketololannya? Apakah kebanggaannya bukan berhala baginya? Apakah kebanggaan bukan perangkap baginya? Apakah kebanggaan bukan sebab kehancurannya?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sudahkah kita berpikir apa tolok ukur kebanggaan sehingga saat berbangga harus menghinakan orang lain? Apa benar orang yang kita hina tidak sakit hati? Apakah orang yang kita hina bukan wali Allah? Apakah orang yang kita hina tidak memiliki hati yang lapang?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Oleh karena itu ada tiga hal yang tersembunyi dari pandangan manusia; pertama wali Allah, kedua&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kebanggaan bisa membuat pelakunya membangkang perintah Allah sehingga harus masuk dalam jurang kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Imam Ali bin Abi Thalib as dalam hal ini bersabda: “Ambillah pelajaran dari setan, bagaimana ia bisa terpuruk setelah beribadah selama enam ribu tahun (tidak jelas, apakah tahun duniawi; 365 hari atau tahun ukhrawi yang seharinya sama dengan 50 ribu tahun duniawi) hanya karena kebanggaan dan kesombongan yang sesaat saja. (Nahjul Balaghah, khutbah 192).&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Rasulullah saw bersabda: “Orang-orang yang bangga dan sombong pada hari kiamat dibangkitkan sebagai orang yang paling hina dan diinjak-injak oleh makhluk lainnya. (Tafsir Maraghi).&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dalam riwayat lain dikatakan: “Allah akan mengangkat orang-orang yang tawadu dan rendah hati dan menghinakan orang-orang yang sombong dan bangga diri”. (Mahajjah Al-baidha, jilid 6, hal 215).&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Takabur menyebabkan hilangnya amal. Orang yang menganggap dirinya paling utama, paling tinggi dan paling-paling..., ia harus menunggu jawaban dari Allah “keluarlah sesungguhnya kalian termasuk orang-orang yang hina!”.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Rasisme adalah nilai-nilai yang dicetuskan oleh setan. Orang yang menganggap dirinya paling tinggi, paling wah, paling hebat dari yang lain, sebenarnya sedang melupakan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Akar kekufuran ada tiga: tamak, hasut dan takabur.(Kafi, jilid 2, bab Usul al-Kufr).&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Tolok Ukur Derajat Seseorang &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Tolok ukur seseorang dianggap sebagai orang besar adalah karena ketaatan dan ketakwaannya kepada Allah swt, bukan titelnya, usianya yang lebih tua, ras, kekayaan dan pengalaman dan lain sebaginya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Berbanggalah karena sebagai hamba Allah dan Allah sebagai Tuhan kita! Sebagaimana ucapan Imam Ali as: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah! Aku bangga sebagai hamba-Mu dan Engkau sebagai Tuhanku”&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Orang yang bangga diri, boleh jadi kebanggaannya ditampakkan dengan ucapan atau dengan isyarat. Bangga diri melalui ucapan boleh jadi hanya membanggakan dirinya saja, boleh jadi pada saat yang sama ia menghina dan melecehkan orang lain. Orang yang menampakkan kebanggaannya sekaligus menghina dan melecehkan orang lain, ia berdosa dua kali. Mengapa? Dari satu sisi ia lupa bahwa apa yang dibanggakannya adalah pemberian Allah, dari sisi lain ia sedang menghina dan melecehkan hamba Allah. Padahal tolok ukur ketinggian seseorang adalah karena ketaatan dan ketakwaannya kepada Allah. Dalam al-Quran Allah berfirman: &lt;i&gt;“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian”.&lt;/i&gt; (Huju&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;rat [49]:13)&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ras bukan sebuah kebanggaan, tetapi penciptaan Allah di luar kehendak manusia. Bila manusia ada yang pendek, tinggi, jelek atau cantik, hitam atau putih, tujuannya adalah untuk mengenal satu sama lain, bukan untuk membanggakan diri dan menghina serta merendahkan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Tentunya dalam al-Quran ada beberapa hal yang menjadi tolok ukur kebanggaan, antara lain ilmu, pengalaman, amanat, kemampuan dan hijrah. Namun, jangan lupa bahwa semua ini kita niatkan karena Allah. Bila kita menuntut ilmu karena ingin dipuji atau membanggakan diri, maka kita sedang berada di tebing kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dan sampai kapan kita harus terjerat oleh penyakit bangga diri? Sampai kapan kita harus melanjutkan cetusan iblis? Sampai kapan kita harus melihat sinis orang yang kita hinakan? Sampai kapan kita harus melihat tajam orang yang tidak kita sukai? Padahal boleh jadi orang yang kita hinakan adalah kekasih Allah. Mari kita berlindung kepada Allah agar terjauh dari sifat bangga diri. Bila sudah terjangkit secepatnya kita sembuhkan dengan berdoa dan bertindak!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5382259234012579357-6355916164591390462?l=salehlapadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salehlapadi.blogspot.com/feeds/6355916164591390462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=6355916164591390462' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/6355916164591390462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/6355916164591390462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salehlapadi.blogspot.com/2007/06/iblis-pencetus-kebanggaan.html' title='Iblis; Pencetus kebanggaan'/><author><name>Saleh Lapadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10998170696319232926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5382259234012579357.post-1861192708696463828</id><published>2007-06-08T07:30:00.000+03:30</published><updated>2007-06-08T08:28:37.663+03:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Hizbullah: Dari Pembebasan al-Quds hingga al-Manar</title><content type='html'>&lt;h2 style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(41, 41, 41);" lang="IN"&gt;Hizbullah: Dari Pembebasan al-Quds hingga al-Manar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Muhammad Shadeq Afrosyob&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Seki&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;as dari aktivitas budaya-informasi Hizbu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;ah &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;ebanon di dunia cyber&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Saat ini, Hizbu&lt;/span&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;ah &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebanon tidak dikena&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; berkat per&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;awanan mi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iternya terhadap Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;. Program-program budaya-informasi juga te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dikena&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uas o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh masyarakat dunia. Pendeknya, pada hakikatnya yang membedakan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dengan se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uruh ke&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ompok-ke&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ompok yang mengatasnamakan Is&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am atau Arab ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah kekuatan informasinya yang bertumpu pada tekno&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ogi modern informasi.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Cyber dip&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;omasi&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Semenjak tahun 1992, berbarengan dengan dipegangnya tampuk sekjen Hizbu&lt;/span&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;ah o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah hingga sekarang, aktivitas pergerakan dan per&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;awanan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah disertai dengan informasi aktif. Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah mempergunakan cyber dip&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;omasi dan tekno&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ogi informasi berhasi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; mengangkat pengaruhnya di dunia. Ha&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; yang &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;umrah di&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh pusat-pusat studi strategis po&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;itik, mi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iter bahkan o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh ke&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ompok-ke&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ompok keagamaan. Strategi skematis digita&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; memberikan kebebasan tanpa batas-batas teritoria&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; kepada pemakai tekno&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ogi ini, dan dengan tepat Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah membidik potensi yang ada ini. Bahkan kekuatan media Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dapat dikatakan setara dengan Iran da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am menyup&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ai berita kontra Amerika dan Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; di kawasan Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Dari Sahar hingga a&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;-Manar&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Masih je&lt;/span&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;as da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am ingatan pada tahun 2004, siaran tv sate&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;it Sahar mi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ik Iran diadukan ke pengadi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;an o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh sa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah satu ke&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ompok Prancis. Hasi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; pengaduan ini berujung pada dihentikannya penayangan Sahar di Eropa. Pengaduan ini kemba&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i pada &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;obi Yahudi di pemerintah Prancis. Mereka meminta kepada Prancis untuk menghentikan penayangan tv Sahar di se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uruh Eropa karena muatannya yang berisi tentang kejahatan zionis.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Kondisi yang sama juga dia&lt;/span&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;ami o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh tv a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am mi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ik Iran yang ditayangkan di kawasan Timur Tengah untuk warga Arab senantiasa menjadi duri da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am daging bagi pemimpin-pemimpin Barat. Ujung-ujungnya, karena siaran a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am, &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;agi-&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;agi a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;asannya, memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki muatan permusuhan dengan zionis. Sebagai contoh; peno&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akan keras pe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;arangan hijab di Eropa o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh jaringan media Iran, menayangkan tindakan bruta&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; zionis di Pa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;estina ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah yang pa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ing membuat mereka tidak bisa tidur nyenyak. Pu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uhan bahkan ratusan demonstrasi di Eropa dan Amerika merupakan sa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah satu dampak tayangan ini.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Jaringan tv a&lt;/span&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;-Manar mi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ik Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah &lt;a href="http://www.almanar.com.lb/"&gt;www.a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;manar.com.&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;b&lt;/a&gt; merupakan jaringan media yang pa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ing dibenci o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh media Barat. Pertama, dikarenakan permusuhannya dengan zionis dan menyingkap kebusukan dan rencana-rencana Amerika dan Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; di Timur Tengah dan kedua, karena disiarkan da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am berbagai bahasa. Ha&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; itu juga yang membuat tv a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-Manar dibatasi di Asia dan hanya bisa dikases di Arab saja.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;-Manar dengan siaran 24 jam, senantiasa menyiarkan per&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;awanan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dan Pa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;estina terhadap Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;. A&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-Manar memu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ai siarannya dengan &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;agu yang mengisyaratkan intifadhah dan perjuangan me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;awan zionis internasiona&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; dan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Siaran radio a&lt;/span&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;-Nour &lt;a href="http://www.al-nour.net/"&gt;www.a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-nour.net&lt;/a&gt; yang merupakan jaringan media Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki peran yang sangat penting da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am memperkena&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;kan jaringan digita&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. &lt;a href="http://www.ghaliboun.net/"&gt;www.gha&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iboun.net&lt;/a&gt; , &lt;a href="http://www.somod.org/"&gt;www.somod.org&lt;/a&gt; ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;amat resmi struktur media Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah di dunia digita&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;. Situs ini da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am sehari bahkan beberapa ka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i menga&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ami up date. &lt;a href="http://www.moqawama.net/"&gt;www.moqawama.net&lt;/a&gt; merupakan porta&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; pa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ing dikena&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; mi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ik Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah yang memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki banyak pengunjung. Kemampuan situs-situs di atas, pada zaman perang Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dan zionis secara sempurna mampu menja&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ankan misinya dan tidak mendapat gangguan yang berarti. Dan itu berarti, pengunjung situs-situs Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dapat menja&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;in hubungan tanpa terputus. &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebih dari itu, tv a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-Manar masih dapat me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;akukan tugasnya di se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a-se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a serangan bertubi-tubi Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; bahkan hubungannya dengan pusat media &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebanon MBC. Penanganan profesiona&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; atas jaringan medianya sampai pada tahap di mana se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ama perang 33 hari, siaran tetap berja&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;an norma&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; tanpa sedetik pun menga&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ami gangguan. Bahkan a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-Manar sempat menayangkan secara &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;angsung wawancara Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dengan wartawan a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-Jazirah &lt;a href="http://www.aljazeera.net/"&gt;www.a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;jazeera.net&lt;/a&gt;. Ini membuat jaringan media Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah patut diperhitungkan. Ini juga yang membuat para ana&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;isis berani bertaruh bahwa kerugian yang diderita o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; akibat siaran a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-Manar tidak kurang dari kerugian Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; akibat tembakan ruda&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-ruda&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; Katyusha se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ama perang 33 hari.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Ana&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;isa peri&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;aku media Hizbu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;ah&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Jaringan tv a&lt;/span&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;-Manar mi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ik Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah merupakan tu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ang punggung media informasi Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. Bi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a dibandingkan dengan ke&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ompok-ke&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ompok media yang ada di Timur Tengah seperti Suriah, Irak bahkan dengan negara-negara te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uk, struktur dan informasinya memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki kua&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;itas yang tinggi. Mode&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; doktrin yang dimi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ikinya bertumpu pada sikap permusuhan dengan zionis. Dengan mode&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; yang dianutnya, jaringan media a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-Manar akan membantu setiap variabe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; yang me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;awan hegemoni zionis. Sampai saat ini, ada tiga bentuk aktivitas yang dimi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh jaringan media Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah untuk mewujudkan tujuannya:&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39); font-weight: normal;" lang="IN"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt; Pengadaan jaringan tv a&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;-Manar&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Situs internet tv a&lt;/span&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;-Manar dengan a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;amat &lt;a href="http://www.manartv.com.lb/news.aspx"&gt;www.manartv.com.&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;b/news.aspx&lt;/a&gt;. Sebagaimana te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah disebutkan sebe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;umnya bahwa tv a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-Manar jam tayangnya 24 jam dengan siaran berbagai bahasa. Berita dan &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;aporan Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am berbagai bidang; po&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;itik, budaya, ekonomi kawasan Timur Tengah dan dunia Arab terutama menyoroti masa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah Irak dan Pa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;estina. Tv a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-Manar juga menyiarkan ke se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uruh dunia aktivitas Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah di kawasan Timur Tengah begitu juga dengan studi dan seminar-seminar yang diadakan. Ditaksir pemirsa tv a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-Manar berjum&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah 30 juta orang. Di Eropa sendiri, seka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ipun siaran tv a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-Manar sering diputus, para pemirsanya tidak terputus. Karena mereka tetap mengikutinya &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ewat internet.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;2. Pengadaan jaringan internet&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Hizbu&lt;/span&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;ah se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ain memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki situs tv a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;Manar, mereka juga memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki beberapa situs khusus sebagaimana sebagiannya te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah disebutkan dia atas. Yang membuat situs Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki daya tarik tersendiri ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah mode&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; pemberitaannya. Gambar-gambar yang ditampi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;kannya memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki orisina&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;itas, tidak mengambi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; dari situs &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ain. Di sisi &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ain, para penu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;is dan ana&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;isis memi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iki sense penu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;isan yang baik da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am mengana&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;isa masa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah, sehingga sering ana&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;isa dan tu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;isan mereka dimuat u&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ang o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh media-media Arab. Setiap harinya, &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebih dari sepu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uh ribu pengunjung yang memadati situs Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah menunjukkan rating yang tinggi. Saat ini, situs-situs berita dan ana&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;isa terkena&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; mu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ai menjadikan situs-situs Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah sebagai &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ink mereka; baik itu secara &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;angsung maupun tidak. Ini dapat dibuktikan ketika kata Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dicari &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ewat situs pencari terkena&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; Goog&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;e.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;3. Disain dan produksi game tiga dimensi&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Satu &lt;/span&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;agi yang digarap o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah dengan memanfaatkan dunia digita&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah pembuatan game tiga dimensi dengan grafik yang bagus. Bagi Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah, game tiga dimensi merupakan sa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah satu a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;at dari dunia digita&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; yang harus dimanfaatkan demi memperkena&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;kan, memper&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uas dan memperkuat ide dan strategi. Dampak kasat mata yang dapat diambi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; dari perdagangan e&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ektronik terkait dengan game ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah keuntungan mi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;iaran do&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ar.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Sa&lt;/span&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;ah satu game produksi Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah cukup popu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;er di kawasan Timur Tengah dan memasuki pasar Iran. Da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am permainan ini, pembebasan &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebanon se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;atan dan pengusiran Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; dari sana menjadi ide sentra&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;. Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah menghantam dan menghancurkan persenjataan Israe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; dengan dibantu o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh para pemuda Pa&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;estina.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Shafiy ad-Din mantan ketua departemen pub&lt;/span&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;ikasi Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah di Iran menegaskan bahwa Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah te&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah mendisain dua game dengan karakter yang mirip sebe&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;umnya; Specia&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; Force dan Fath a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-Quds (Pembebasan a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;-Quds). Da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am perang antara kaum mus&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;imin dengan zionis, a&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ur cerita Specia&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; Force ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah menghancurkan kekuatan zionis. Bi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a seorang pemain mampu menye&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;esaikan se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;uruh misi yang ada, maka pada akhirnya dia akan diberikan meda&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i kehormatan o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh Sayyid Hasan Nasru&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah. Sementara bi&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;a pemain terbunuh da&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;am tugasnya bukan tu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;isan game over yang baka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; muncu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;, tetapi syahid. Artinya, pemain tidak ka&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah, me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ainkan mendapat derajat yang tinggi dan itu ada&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah derajat syahadah. Hizbu&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ah memberikan perhatian yang &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ebih dengan permainan ini. O&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh karenanya, mereka menyiapkan naskah berbagai bahasa agar dapat dimainkan o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh se&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ain mereka yang berbahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Permainan ini menjadi penting sete&lt;/span&gt;&lt;span class="highlight"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;ah me&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ihat reaksi dari Barat yang mengatakan bahwa game ini tidak menyisakan perdamaian sedikit pun. Ditambah &lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;agi dengan ancaman bahwa mereka yang memperbo&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;ehkan jua&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt; be&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;i permainan ini di negaranya akan diboikot o&lt;span class="highlight"&gt;l&lt;/span&gt;eh Amerika.[Saleh L]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5382259234012579357-1861192708696463828?l=salehlapadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salehlapadi.blogspot.com/feeds/1861192708696463828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=1861192708696463828' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/1861192708696463828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/1861192708696463828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salehlapadi.blogspot.com/2007/06/hizbullah-dari-pembebasan-al-quds.html' title='Hizbullah: Dari Pembebasan al-Quds hingga al-Manar'/><author><name>Saleh Lapadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10998170696319232926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5382259234012579357.post-8873993024605758613</id><published>2007-05-12T05:11:00.000+03:30</published><updated>2007-05-12T05:16:23.744+03:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Membongkar Pemaknaan Ayat Versi Depag: Mencari Tafsir Alternatif</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(41, 41, 41);" lang="IN"&gt;Membongkar Pemaknaan Ayat Versi Depag: Mencari Tafsir Alternatif&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Oleh: Saleh Lapadi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Memaknai ayat Al-Quran memang tidak mudah, sekedar menguasai bahasa Arab pun bukan melulu mencukupi. Untuk itu diperlukan seperangkat ilmu lain yang berkaitan dengan Al-Quran agar terjemahan yang dilakukan lebih tepat dan benar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Dalam tulisan ini, saya ingin mencoba memaknai ayat Al-Quran dengan alternatif lain lepas dari apa yang telah dilakukan secara baku oleh Departemen Agama. Sambil mencoba membuka u*censored* baru pemaknaan ayat Al-Quran yang lebih ramah. Sehingga Al-Quran tidak lagi dimaknai secara terpilah-pilah namun dengan tuntunan yang utuh dari sebuah pandangan dunia. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Sekaitan dengan itu, fokus utama yang hendak saya pertajam adalah masalah pemaknaan yang semena-mena terhadap Al-Quran tentang perempuan. Seluhurnya, sebelum memaknai hal yang berkaitan dengan perempuan, seorang penerjemah hendaknya terlebih dahulu memiliki sebuah pandangan yang holistik tentang perempuan menurut perspektif Islam. Hal ini urgen dirasa, karena perkara tersebut akan menuntunnya memberikan bingkai pemaknaan yang lebih tepat dan benar. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Sebagai contoh kasus yang akan saya dedah dalam tulisan ini adalah bagian dari Al-Quran surat An-Nisa’ ayat 34. Alah set berfirman:&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;“Perempuan-perempuan yang kamu khawatiri nusyuznya[1], maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah diri dari tempat tidur mereka, dan pukulah mereka.”[2] &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Dalam ayat 34 surat An-Nisa’ di atas kata&lt;i&gt; ‘idhribu hunna’ &lt;/i&gt;diartikan dengan dan pukulah mereka.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Hal pertama yang perlu dilakukan oleh seorang penerjemah adalah mencari arti dari kata &lt;i&gt;‘dharaba’. &lt;/i&gt;Dan dalam hal ini kata&lt;i&gt; ‘dharaba’ &lt;/i&gt;memiliki banyak arti. Al-Quran sendiri memakai kata ini dalam banyak pengertian seperti; membuat contoh dan permisalan,[3] bepergian,[4] membuat,[5] menutup,[6] dan makna-makna lain yang disebut dalam kamus bahasa Arab. Sekalipun memiliki makna yang beragam namun kata&lt;i&gt; ‘dharaba’ &lt;/i&gt;memiliki makna yang lebih sering digunakan yaitu memukul.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Sesuai dengan kaidah bahwa&lt;i&gt; zuhur[7] &lt;/i&gt;sebuah kalimat adalah hujjah dan dapat dijadikan alasan, maka kata &lt;i&gt;‘dharaba’&lt;/i&gt; kemudian dimaknai dengan memukul. Artinya, makna terdekat dan yang sering dipakai adalah memukul. Dengan demikian, ayat Al-Quran di atas yang diartikan dengan memukul memiliki pembenaran.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Sebelum mengkaji ayat di atas, mungkin perlu untuk melihat susunan secara umum dari ayat tersebut dan apa pesan yang dikandungnya. Al-Quran, dalam versi terjemahan Depag, hendak memberikan tuntutan bagaimana seorang suami memperlakukan istrinya bila dikhawatirkan akan melakukan pembangkangan terhadapnya atau melakukan perbuatan yang melanggar aturan-aturan agama maka yang harus dilakukan adalah: (1) Memberi nasihat, (2) Pisah ranjang, dan (3) Memukul.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Di sini terlihat bahwa Al-Quran mencoba untuk memberikan jalan keluar bagi seorang suami sebagai kepala rumah tangga apa yang harus dilakukan bila istri melanggar. Tiga cara bertahap yang perlu dilakukan oleh seorang suami dimaksudkan agar istrinya kemudian kembali dan insaf untuk tidak melakukan hal melanggar tersebut. Untuk itu langkah pertama yang perlu ditempuh adalah memberi nasihat. Harus ada dialog terlebih dahulu. Bila ternyata sang istri masih tetap dengan perilaku menyimpangnya maka langkah kedua yang perlu diambil adalah dengan melakukan pisah ranjang. Sang suami kemudian mengambil jarak dari sang istri. Terlihat di sini bahwa tahapan kedua ini lebih keras dari yang pertama. Sayangnya, tanpa melihat proses ini dan penjelasan lain yang akan datang tiba-tiba terjemahan menjadi memukul. Artinya pada langkah ketiga yang harus ditempuh oleh seorang suami adalah dengan memukul istri.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Sebagai metode dalam memperbaiki dan mengubah seseorang, cara memukul bukanlah jalan keluar yang terbaik. Karena perilaku memukul bukan hanya tidak memberikan hasil yang diinginkan bahkan sebaliknya, orang yang dipukul malah kemudian bisa bertambah sikap pembangkangannya. Mungkin untuk sementara waktu ia akan taat tapi kemudian malah melakukan yang lebih buruk. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Ada satu makna lain untuk kata ‘dharaba’ seperti yang disebutkan dalam kamus Al-Munjid yang berarti berpisah. Dan satu makna lain yang lebih tepat untuk ayat ini adalah membiarkan dan tidak memperhatikan sebagaimana dalam hadis yang menyebutkan bahwa bila ada riwayat yang tidak sesuai dengan ayat Al-Quran, maka biarkan dan lemparkan saja ke tembok. Artinya, hadis tersebut tidak perlu diperhatikan dan dipedulikan lagi.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Bila makna ini yang kita ambil untuk memaknai ayat Al-Quran surat An-Nisa’ di atas akan lebih sesuai dengan tahapan untuk memperbaiki istri. Setelah dinasihati maka yang perlu dilakukan adalah pisah ranjang untuk sementara waktu dan bila masih juga terjadi pembangkangan yang perlu dilakukan seorang suami adalah membiarkan dan tidak menyapa istrinya agar sadar bahwa apa yang dilakukannya sangat tidak disukai oleh suaminya. Di sini, pada langkah ketiga di mana suami mencoba untuk tidak melakukan hubungan dengan istrinya secara total, istri akan merasa bahwa ia sudah betul-betul tidak diperhatikan lagi sebagai salah satu anggota keluarga. Dengan ini diharapkan bahwa sang istri kembali sadar dengan tanggung jawabnya selaku istri.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Pemaknaan ayat 34 surat An-Nisa’ dengan yang dijelaskan di atas akan lebih sesuai dengan ayat lain dari surat An-nisa’ yang berbunyi, &lt;i&gt;“Dan bergaulah dengan mereka secara patut”.[8] &lt;/i&gt;Bahwa cara yang dilakukan dengan mendiamkan istri dan tidak memperhatikannya akan lebih tepat disebut pergaulan yang ma’ruf dan patut.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Di sisi lain, bila dimaknai dengan memukul maka akan memberikan pembenaran kepada setiap suami untuk melakukan penganiayaan kepada istrinya dengan sedikit kesalahan yang diperbuat. Ditambahkan lagi kurangnya perlindungan terhadap hak-hak perempuan dan bila pemukulan dilakukan di dalam rumah membuat semakin sulit melakukan pembelaan terhadap hak-hak istri. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Sementara itu, dalam buku-buku fikih dijelaskan bahwa bila pemukulan dilakukan hingga menimbulkan bekas, maka pemukulan yang semacam ini dilarang bahkan dapat diadukan ke pengadilan. Dan bila itu benar, tentunya sang suami akan didenda dan diqisas terhadap perilakunya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Oleh ulama, dalam menjelaskan masalah nusyuznya seorang istri, tidak banyak yang membicarakan tentang masalah pemukulan melainkan bagaimana memutuskan untuk seorang suami tidak memberikan nafkah kepada istrinya. Jarang ulama yang menjelaskan kualitas pemukulan yang tidak memberi bekas, berapa kali memukul dan setiap kali memukul jumlah pukulannya berapa dan lain-lain. Dan lebih penting dari itu, bila terjadi pengulangan berapa kali suami diperbolehkan melakukan proses ini. Sampai kapan, hal ini harus dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Dan jangan lupa, bahwa peringatan terakhir dengan memukul bahkan mungkin menimbulkan perkelahian di antara kedua pasangan suami istri. Di sini, lagi-lagi, usaha untuk saling memahami kembali dari keduanya malah sulit dicapai bahkan menjadi hilang. Memukul malah menghilangkan tujuan asli dari ayat tersebut yang menginginkan bersatunya kembali pasangan suami istri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Di sini pemaknaan ayat dengan kata memukul menjadi naif dan sia-sia, karena memukul dengan pelan dan tidak menimbulkan bekas tidak akan banyak pengaruhnya. Bahkan, langkah kedua yang dilakukan boleh dikata lebih baik dan lebih berpengaruh dari memukul tapi ringan. Sementara itu, yang diinginkan dari tahapan terakhir dari perilaku seorang istri yang membangkang tadi adalah agar ia kemudian sadar. Namun ternyata dalam prakteknya tahapan akhir malah lebih ringan dari yang kedua. Kecuali bila dimaknai bahwa penyebutan ketiga cara yang dilakukan itu tidak memiliki arti tahapan. Dan, tahapan akhir adalah yang terberat. Namun ini juga sulit diterima setelah melihat cara dan gaya bertutur Al-Quran itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Akhir dari keributan pasangan suami istri adalah perceraian. Namun itu dilakukan ketika sudah tidak ada lagi logika yang dapat mengembalikan seorang istri ke pangkuan suaminya. Dan itu tidak didapatkan dengan memukul. Karena setelah memukul masih ada cara lain lagi yang dapat dilakukan yaitu tidak lagi melakukan hubungan dengan istri dan mengacuhkannya agar ia sadar bahwa ia masih diinginkan. Namun bila itu juga sudah tidak mempan baru ditempuh jalan terakhir yaitu perceraian. Perceraian tanpa harus dilakukan setelah baku hantam. Namun sebagaimana kata Al-Quran, bahwa bila kalian ingin berpisah, maka berpisahlah dengan cara yang baik, sebagaimana sebelumnya telah mengarungi kehidupan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;lebih menarik lagi bila ayat tersebut ditarik dan dimaknai sebaliknya ketika suami yang melakukan pelanggaran. Apa yang harus dilakukan oleh istri? Kecuali bila dikatakan bahwa ayat ini hanya untuk suami maka tertutup kemungkinan seorang istri untuk melakukan usaha perbaikan keutuhan rumah tangganya. Atau setidak-tidaknya perempuan tidak memiliki tuntunan yang langsung diberikan oleh Al-Quran. Sementara dalam waktu yang bersamaan ayat menyebutkan bahwa suami istri saling menutupi yang lain. Keduanya punya hak yang sama. Dan bila dipahami bahwa cara ini untuk keduanya (baca: suami dan istri) maka jelas sangat naif sekali memaknai memukul untuk istri kepada suami. Oleh karenanya, aturan bagaimana seorang suami atau istri dalam usaha untuk menjaga keutuhan rumah tangganya ketika melihat salah satu melakukan tindakan menyimpang adalah: (1) Menasihati, (2) Pisah ranjang, dan (3) Mengacuhkan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Ketiga cara ini adalah tuntunan yang diberikan oleh Alah dalam Al-Quran sebagai salah satu bentuk kontrol sosial dalam keluarga. Kontrol sosial yang ditekankan kepada kedua belah pihak, tidak diperuntukkan hanya kepada suami saja. Di sini, mengacuhkan pada tahapan ketiga dapat mengambil bentuk yang sesuai dengan kondisi yang ada. Untuk suami, Rasululah saw memberikan jalan keluar dengan tidak memberikan nafkah sehari-hari kepada istri.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Ada sebuah hadis yang menarik dan dapat dipakai untuk memaknai kata ‘dharaba’ dalam ayat tanpa mengartikannya dengan memukul. Namun mengacuhkan istri dengan tidak memberikan nafkah lahiriah. Setelah pada tahap sebelumnya telah mengacuhkannya dengan pisah ranjang. Rasululah saw bersabda, &lt;i&gt;‘Aku heran terhadap seorang yang memukul istrinya. Dialah yang semestinya lebih layak untuk dipukul. Jangan kalian memukul istri kalian dengan kayu karena akibatnya adalah kalian akan diqisas. Kalian dapat memutuskan untuk tidak memberikan istri kalian nafkah sehari-harinya. Perbuatan lebih bermanfaat bagi kalian di dunia dan di akhirat’.[9][10]&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Dalam hadis di atas ternyata Nabi Muhammad saw tidak memperbolehkan kepada seorang suami untuk memukul istrinya dan malah menggantikannya dengan tidak memberikan nafkah sehari-harinya. Karena dari satu sisi, dapat menahan dan memperbaiki perilaku istri dan yang lebih penting lagi adalah tanggung jawab di hadapan Alah nantinya lebih ringan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Seandainya kita bersikeras untuk tetap memaknai kata ‘dharabu’ dengan arti memukul maka yang perlu diketahui bahwa itu tidak wajib. Memukul istri bukan sebuah kewajiban ketika tahapan kedua telah dilalui. Mengapa demikian? Karena setidak-tidaknya Nabi memberikan satu contoh lain memperlakukan istri dengan tidak memberikan nafkah sehari-harinya. Artinya, makna memukul bukan satu-satunya makna yang dimiliki oleh kata ‘dharabu’ dalam ayat 34 surat An-Nisa’ di atas. Sangat mungkin sekali bahwa pada suatu kesempatan untuk mengembalikan istri ke pangkuan suami dengan cara memukul dan pada suatu kesempatan lain dengan tidak memberikan nafkah sehari-harinya atau mengacuhkannya.[]&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Rujukan:&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;[1] . Nusyuz: yaitu meninggalkan kewajiban bersuami istri. Nusyuz dari pihak istri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya. (makna ini dari Depag sendiri. –pen)&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;[2] . Terjemahan ini diambil dari terjemahan DEPAG dalam Proyek Pengadaan Kitab Suci Al-Quran Dept. Agama RI Pelita V/Tahun III/1986/1987. Dicetak oleh PT. Serajanya Santra.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;[3] . QS. 14:24.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;[4] . QS. 4:94. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;[5] . QS. 16:74. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;[6] . QS. 24:31. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;[7] . Dalam kaidah ilmu usul fikih dikenal dengan hujjiah zuhur yang berarti bahwa sebuah kata bila memiliki makna yang beragam maka pemaknaan kata tersebut adalah yang biasa dipakai dan yang paling pertama tersurat dalam benak pendengar.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;[8] . QS. 4:19.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;[9] . Mirza An-Nuri, Mustadrak Al-Wasail, jilid 14, hal 250, cetakan Muassasah Alul Bayt. Al-Majlisi, Bihar Al-Anwar, jilid 103, hal249, hadis ke 38, cetakan Teheran.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;[10] . Hadis ini menurut para ilmuwan hadis dan rijal dianggap dapat dipercaya (muwatssaq) bahkan oleh sebagian yang lain menyebutnya sahih. Dengan demikian hadis-hadis yang menyebutkan memukul perempuan dengan ungkapan ‘Al-Madhrab bis Siwak’ yang berarti memukul dengan kayu siwak menjadi lemah.Pertama dari sisi sanad karena hanya diriwayatkan oleh At-Thabarsi dalam bukunya Majma’ Al-Bayan. Dan yang kedua, dari sisi matan. Hal ini dikarenakan ulama ketika sampai pada hadis-hadis seperti ini kemudian memberikan penafsiran lain tidak seperti apa adanya.Seperti disebutkan oleh Syahid Ats-Tsani bahwa yang dimaksud memiliki hikmah berhubungan seks karena memukul sangat tidak mendidik. Begitu juga Marhum Al-Bahrani dalam bukunya Al-Hadaiq, jilid 24, hal 617.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5382259234012579357-8873993024605758613?l=salehlapadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salehlapadi.blogspot.com/feeds/8873993024605758613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=8873993024605758613' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/8873993024605758613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/8873993024605758613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salehlapadi.blogspot.com/2007/05/membongkar-pemaknaan-ayat-versi-depag.html' title='Membongkar Pemaknaan Ayat Versi Depag: Mencari Tafsir Alternatif'/><author><name>Saleh Lapadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10998170696319232926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5382259234012579357.post-4688896265114943173</id><published>2007-05-12T05:07:00.000+03:30</published><updated>2007-05-12T05:16:23.745+03:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Belumkah tiba saatnya? (Nasehat irfan dan akhlak  Imam Khomeini RA)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Belumkah tiba saatnya? (Nasehat irfan dan akhlak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Imam Khomeini RA)&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Emi Nur Hayati Ma’sum Sa’id&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Al-Quran telah menentukan dengan jelas arah perjalanan manusia untuk menuju kesempurnaan yang dikenal dengan istilah &lt;i&gt;sirath mustaqim. &lt;/i&gt;Jalan ini hanya bisa ditempuh dengan penyembahan dan penghambaan kepada Allah swt. Dalam al-Quran Allah berfirman: “Sembahlah Aku! Sesungguhnya ini adalah jalan yang lurus” (Yasin:61) “Ikutilah Aku! Sesungguhnya ini adalah jalan yang lurus” (Zukhruf:61)&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Melangkah menuju jalan yang lurus adalah satu-satunya jalan yang bisa mengembangkan potensi baik manusia, dan menekan benih-benih kejahatan yang ada dalam diri manusia. Allah swt tidak membiarkan manusia begitu saja tanpa memberikan arah harus ke mana, akan tetapi manusia dilengkapi dengan dua penunjuk jalan. Pertama penunjuk dari dalam diri manusia itu sendiri yang disebut dengan akal, dan kedua adalah penunjuk dari luar yaitu para Nabi dan utusan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Untuk menengok kembali lembaran-lembaran hidup, serta menuju kepada kehidupan yang lebih baik, mari kita ikuti nasehat-nasehat serta wejangan irfan dan akhlak Imam Khomeini RA. Semoga hari-hari kehidupan kita menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Penyucian Diri dan Suluk&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Belumkah tiba saatnya kita harus memperbaiki diri dan menyingsingkan lengan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit jiwa?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kalian yang mulia! Bangunlah dari tidur dan sembuhkan segala penyakit dengan al-Quran dan hadis.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Ketahuilah! Jika kamu melangkah menuju jalan kebahagiaan, dan berdamai dengan Allah serta meminta ampunan kepada-Nya, maka pintu kebahagiaan akan dibuka untukmu, kalian akan mendapatkan pertolongan dari alam gaib.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kalian yang mulia! Ketauhilah bahwa keinginan hawa nafsu tidak akan berakhir dan tidak mengenal batas akhir!&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Jangan sampai terjadi di mana seseorang belum memperbaiki dirinya sementara masyarakat berduyun-duyun menggemarinya dan menjadi orang terpercaya di tengah-tengah masyarakat. Sehingga ia harus melupakan dan kehilangan kontrol dirinya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Bila kalian ketika di dunia (ladang akhirat) tidak mampu memperbaiki diri, niscaya segalanya telah terlambat untuk memperbaiki kebejatan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Ini bukan masalah kerugian dunia, sehingga seseorang bisa mengatakan: “Bila saat ini tidak berhasil, maka besok aku akan menggantinya dan bila tidak bisa diganti tidak masalah, dan kemudian berlalu begitu saja. Ini terkait dengan kebahagian dan kecelakaan yang abadi. Kecelakaan yang tidak ada akhirnya, kesusahan yang tidak memiliki batas akhir.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Betapa banyak sifat buruk seperti bakhil atau hasut yang masih baru muncul dalam diri seorang pemuda, akan tetapi dengan sedikit perhatian dan perbaikan akan berubah menjadi sifat yang baik. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bila masalah ini dibiarkan saja, maka akan membutuhkan pelatihan yang serius, usaha sungguh-sungguh dan waktu yang cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Boleh jadi nasib dan ajal tidak mau memberikan kesempatan kepada manusia untuk memperbaiki dirinya, sehingga sampai mati ia tetap memiliki akhlak buruk yang menjadi penyebab siksa kubur dan siksa neraka.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Di masa muda, kemauan dan kebulatan tekat manusia juga masih muda dan kuat. Oleh karena itu, di masa ini perbaikan diri bagi seseorang akan lebih mudah. Namun, di masa tua kemauan dan tekat manusia menjadi melemah dan tua, sehingga sulit untuk menguasai kekuatan nafsu.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Musim seminya taubah&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kesempatan dan pintu taubat senatiasa terbuka bagi siapa saja yang berbuat dosa dan kesalahan. Rahmat Allah sangat luas.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Masa muda adalah musim seminya taubat. Masa muda, beban dosa masih ringan. Kotoran dan noda hati lebih sedikit. Kemungkinan bertaubat lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Oleh karena itu, takut dan hati-hatilah akan tipu muslihat setan, dan jangan membohongi Allah!&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Pembicaraan yang sia-sia&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Sedikit sekali orang yang berbuat sia-sia dan batil serta tidak menjaga lidahnya dengan benar, pada saat yang sama ia terjaga dari perbuatan dosa. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk diam dan menjaga mulut.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kesucian dan menahan hawa nafsu&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Orang-orang yang tidak menjaga kesucian dirinya bukan termasuk Syiahnya Imam Sadiq as, meskipun mereka menganggap dirinya sebagai Syiah. Orang-orang yang mengikuti nafsu binatang dan berperilaku seperti perilaku binatang, mereka telah keluar dari lingkungan akal dan bukan termasuk orang yang taat kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Mencari-cari kejelekan&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Tidak ada kejelekan yang lebih parah daripada kejelekan di mana seseorang tidak memahami kejelekannya sendiri bahkan ia melalaikannya, dan pada saat yang sama ia mencari-cari kejelekan orang lain, sementara dalam dirinya bertumpuk-tumpuk kejelekan. Mengapa gangguan hati harus menyesatkan manusia? Mengapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kemauan hawa nafsu harus menyingkirkan segalanya? Mengapa yang tampak baginya hanya kejelekan orang lain?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Bukan tugas keagamaan, seseorang harus menfitnah sesama muslim lainnya, menjelek-jelekkan saudara segamanya! Ini adalah cinta dunia dan cinta hawa nafsu, Ini adalah bisikan-bisikan setan yang menyeret manusia ke dalam kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Zikir dan mengingat Allah swt&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kalian yang mulia! Sebanyak-banyak mengingat Allah, tetap masih kurang. Biasakan hati untuk senantiasa mengingat Allah, sehingga atas kehendak-Nya, hati selalu mengingat Allah dan Allah selalu diingat hati! &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Agar hati tetap hidup sebaiknya selalu mengingat Allah terutama dengan zikir nama-nama-Nya seperti &lt;i&gt;“Ya Hayyu Ya Qayyum” &lt;/i&gt;dengan disertai kehadiran hati.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Diriwayatkan dari sebagian ahli zikir dan makrifat, untuk perbaikan hati sebaiknya bersujud sekali di siang hari dan sekali di malam hari sambil memperbanyak bacaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;“La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Min Al-Zalimin”&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Jangan sampai melupakan Allah meskipun hanya sekejap, karena melupakan Allah akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyeret manusia kepada kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Setelah hati hadir untuk mengingat Allah dan al-Quran, bacakan ayat-ayat tauhid, zikir-zikir tauhid dan zikir kesucian dengan disertai kehadiran hati dan kondisi suci, dengan pengertian anggap saja hati sebagai anak kecil yang belum bisa berbicara dan sedang mengajarinya agar berbicara.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Menghitung diri&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Jika kamu di dunia menghitung dirimu sendiri (amal perbuatan selama masih hidup), maka di hari perhitungan kamu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak akan mengalami kesulitan dan tidak merasa takut di hari itu.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Bila kamu mau membaca akhir surat Hasyr ayat 18 sampai selesai dimana ayat ini mencakup tentang tazakkur dan perhitungan diri serta mengandung seputar masalah tauhid, asma dan sifat-sifat Allah ketika pikiran kamu kosong misalnya di akhir malam ketika mau tidur atau sesudah terbitnya fajar sampai terbitnya matahari dengan kahadiran hati dan bertafakkur tentangnya, maka isyaallah mendapatkan hasil yang baik.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Jika kamu mau menghitung dirimu di waktu siang atau malam beberapa saat saja dengan kehadiran hati dan mencari cahaya dan pengaruh iman di dalamnya, maka kamu akan memperoleh hasilnya secepatnya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Sebelum catatan amal kita sampai kepada Allah swt dan sebelum catatan amal kita sampai di tangan Imam Zaman af, mari kita perhatikan dulu diri kita!&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Cinta dunia&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Biasakan dirimu untuk hidup sederhana. Hindarkan dirimu dari mencintai harta kekayaan, kedudukan dan pangkat.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Ketergantungan diri kepada materi dan harta benda menahan seseorang dari kafilah manusia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Keluar dari ketergantungan materi dan harta benda dan perhatian kepada Allah swt membawa seseorang menuju kepada derajat kemanusiaan.  &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Penyembuhan total mayoritas kejahatan adalah dengan cara menyembuhkan penyakit cinta diri, karena dengan sembuhnya penyakit cinta diri, maka nafsu akan memperoleh ketenangan dan hati juga mengalami ketenangan, akhirnya ia akan terbiasa tenang dan tidak begitu serius dalam menghadapi masalah-masalah dunia. Bila ada yang mengganggu urusan dunianya, ia akan menghadapinya dengan tenang karena dunia bukan tujuan baginya.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Ikhlas&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Orang-orang yang bekerja karena Allah tidak ada makna kalah baginya. Orang-orang yang bekerja karena dunia di dalamnya mengandung makna kekalahan artinya bila mereka tidak sampai pada tujuannya, maka ia kalah dan umurnya hilang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Di mana saja kamu berada berusahalah dan perbanyaklah ikhlasmu. Buang jauh-jauh tipuan hawa nafsu dan godaan setan!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pasti kamu akan berhasil dan mendapatkan jalan hakiki. Jalan petunjuk akan terbuka untukmu dan Allah akan menolongmu.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kalian yang mulia! Jangan sampai Allah marah kepadamu hanya karena sebuah khayalan batil, hanya karena ingin digemari hamba-hamba yang lemah, hanya karena ingin diperhatikan masyarakat yang sial.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Teratur dalam ibadah &lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Pada intinya orang yang yang beriman harus menjaga waktu-waktu ibadahnya, terutama waktu-waktu salat karena salat adalah ibadah yang paling penting. Salat harus dilaksanakan pada waktu-waktu utama. Pada waktu-waktu utama jangan sampai &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menyibukkan diri dengan pekerjaan yang lain. Sebagaimana dalam mencari harta-benda atau untuk belajar dan diskusi ada waktunya secara khusus maka, dalam ibadah juga harus demikian di mana pada saat itu harus lepas dari urusan-urusan lainnya sehingga mudah untuk menghadirkan hati ketika melakukan salat karena kehadiran hati adalah intinya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;salat.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Sombong&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Hati-hatilah kalian yang mulia! Bangunlah dari tidur! Hindari kesombongan setan karena sombong menyebabkan kehancuran abadi manusia, mencegah manusia dari kfilah ahli suluk dan menahan manusia agar tidak bisa mendapatkan makrifat.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Ketahuilah dengan kesombongan nasehat-nasehat ilahi dan ajakan-ajakan para nabi serta nasehat para wali tidak akan berpengaruh... Jangan sampai sombong karena kelebihan yang ada pada dirimu! Karena sombong bersumber dari setan. Pesimislah akan dirimu dan takut serta khawatirlah akan akibat yang buruk.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Marah&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Sedikit sekali orang yang menderita dan hancur karena kemarahan. Namun, betapa banyak orang yang keluar dari agama Allah hanya karena marah...!&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Menyerahkan diri&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dalam perjalanan spiritual manusia harus berusaha sampai menemukan penunjuk jalan. Ketika sudah menemukan, maka ia harus berserah diri kepadanya dan mengikuti serta menaatinya. Sebagimana kita telah menemukan Rasulullah saw sebagai penunjuk jalan, maka kita harus mengikutinya sepenuhnya dalam menelusuri perjalanan spiritual.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah dan utusan-Nya serta menaatinya sepenuhnya, maka dengan cepat akan sampai ke tempat tujuan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Doa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Doa bisa mengeluarkan manusia dari kegelapan. Ketika manusia sudah keluar dari kegelapan, maka ia akan bekerja hanya karena Allah swt. Ia bekerja tetapi hanya karena Allah, bukannya doa yang menahan manusia dari bekerja.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;syukur&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Ketahuilah bahwa mensyukuri nikmat Allah baik nikmat lahir maupun nikmat batin adalah salah satu dari tugas penghambaan yang harus dilakukan oleh setiap orang sesuai dengan kemampuannya. Meskipun tidak ada satu makhlukpun yang bisa melakukannya.  &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Takabur&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Barang siapa yang kebodohannya lebih besar dan akalnya lebih sedikit maka takaburnya lebih besar. Barang siapa yang amalnya lebih banyak dan jiwanya lebih luas dan dadanya lebih lapang,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka ia lebih tawadu.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Hati yang sehat&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Hati yang sehat adalah hati yang tidak ada di dalamnya selain Allah dan suci dari segala keraguan dan kesyirikan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Putus asa dan berharap&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Salah satu jebakan iblis adalah pertama manusia diseret ke dalam kesombongan. Manusia dikendalikan dengan kesombongan, kemudian diseret untuk melakukan dosa-dosa kecil sampai pada dosa-dosa besar. Karena beberapa lama iblis bermain dengan cara ini, maka ia memenuhi manusia dengan khayalan harapan kepada rahmat Allah untuk memasukkanya ke dalam jurang kesombongan, bila akhirnya iblis melihat manusia sedikit insaf dan ada kemungkinan untuk melakukan taubat dan kembali kepada Allah, maka iblis akan menyeretnya ke dalam keputusasaan dari rahmat Allah dengan mangatakan kepadanya: “Sudah terlanjur, tidak mungkin kamu bisa baik”. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Putus asa bersumber dari setan. Harapan bersumber dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Allah, maka senantiasa berharaplah kepada Allah!&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kelembutan dan kasih sayang&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Tidak ada kesulitan sama sekali untuk menarik hati masyarakat dan menahan mereka dari perbuatan jahat bila dilakukan dengan kelembutan, kasih sayang dan rasa persudaraan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Pada intinya, cara yang paling ampuh untuk mencapai tujuan adalah kelembutan dan rasa persudaraan. Bila dalam urusan-urusan duniawi memerlukan kelembutan dan rasa persudaraan, maka dalam urusan agama sebelum melakukan pengarahan kepada masyarakat, senjata yang diperlukan sebelumnya adalah kelembutan dan rasa persaudaraan. Tanpa itu, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;untuk mencapai tujuan tidak akan terwujud.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Konstan dan gigih&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dengan kegigihan manusia akan tetap tegar dalam menghadapi segala kejadian alam yang tidak menyenangkan. Dengan kegigihan manusia tetap tegar menghadapi tekanan jiwa maupun jasmani. Dengan kegigihan manusia tidak akan terpeleset dan lemah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan ketenangan jiwa, penjagaan kekuatan iman dan agama dengan mudah bisa dilakukan. Dengan ketenangan jiwa manusia bisa terjaga dari cobaan alam sampai detik-detik akhir kematiannya.[disadur dari Majalah Afagh...]. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5382259234012579357-4688896265114943173?l=salehlapadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salehlapadi.blogspot.com/feeds/4688896265114943173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5382259234012579357&amp;postID=4688896265114943173' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/4688896265114943173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5382259234012579357/posts/default/4688896265114943173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salehlapadi.blogspot.com/2007/05/belumkah-tiba-saatnya-nasehat-irfan-dan.html' title='Belumkah tiba saatnya? (Nasehat irfan dan akhlak  Imam Khomeini RA)'/><author><name>Saleh Lapadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10998170696319232926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5382259234012579357.post-7330067759959857718</id><published>2007-05-12T04:57:00.000+03:30</published><updated>2007-05-12T05:16:23.745+03:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Mendedah Ensiklopedia al-Quran Made in Leiden</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(41, 41, 41);" lang="IN"&gt;Mendedah Ensiklopedia al-Quran Made in Leiden&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Oleh: Muhammad Ali Rezai Esfahani&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;Seandainya saja Andrew mau menengok sedikit saja buku tafsir Ah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;i Sunah maupun Syi’ah akan dapat ia mengerti bahwa ungkapan itu disampaikan o&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;eh mereka yang menentang Maryam. Dan ungkapan ini pun ada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;ah sebuah peribahasa yang dipakai pada masanya. Untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;ebih je&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;as &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;agi, ada sebuah hadis dari Rasu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;ah saw yang menyebutkan, Karena Harun ada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(39, 39, 39);" lang="IN"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: 
