Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2007

Ensiklopedia Imam Husein as


Ensiklopedia Imam Husein as

Berbicara tentang Imam Husein as tidak akan pernah habis-habisnya. Untuk itu, Ayatollah D.R. Syaikh Muhammad Shadiq Karbasi menulis ensiklopedia khusus tentang Imam Husein as. Tidak tanggung-tanggung ensiklopedia yang yang ditulisnya ini sebanyak 600 jilid dengan jumlah halaman sebanyak 350 ribu dan 150 juta kata. Bila rencana ini terlaksana sempurna, maka ia menjadi ensiklopedia terlengkap tentang Imam Husein as. Bahkan dapat disebut sebagai ensiklopedia terbanyak.

Tentunya, menuliskan ensikolpedia sebanyak itu bukan pekerjaan ringan. Ide penulisan ini sejak tahun 1980. Namun, pertama kali Ayatullah Muhammad Shadiq menggoreskan penanya untuk menulis ensiklopedia pada tahun 1987. Kejadian itu setelah ia merenungi dan memberikan ceramah tentang Imam Husein as dalam peristiwa Karbala di London.

Ayatullah Karbasi masih merupakan keurunan dari Malik al-Asytar sahabat terpercaya Imam Ali as. Ia pada tahun 1946 lahir di kota Karbala. Ia sempat belajar di hauzah Karbala, Najaf, Qom dan Teheran. Guru-gurunya antara lain; Imam Khomeini, Ayatullah Khunshari, Ayatullah Khu'i dan ayatullah Golpaigani.

Penulis ensiklopedia ini, mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan Imam Husein as. Beliau mencatat dan meneliti teks-teks kuno hingga sekarang. Ia tidak membatasi diri dengan teks-teks yang ada selama ini, bahkan mengumpulkan juga apa saja yang bermanfaat. Teksk-teks yang oleh sebagian orang tidak punya keberanian untuk menelitinya, dikumpulkan dalam ensiklopedianya.

Ensiklopedia ini disusun berdasarkan disiplin ilmu yang ada dalam 60 bab. Setiap babnya tidak punya hubungan dengan bab lainnya. Yang menghubungkan bab-bab yang ada adalah pribadi Imam Husein as. Sebagian dari bab-bab yang ada antara lain; tasyri' dan fiqih argumentatif dengan metodologi baru, sejarah, politik, sastra, hadis, ilmu rijal, pidato, doa dan ziarah, jawaban atas kritikan, budaya dan arsitektur yang dipengaruhi revolusi Imam Husein as.

Sebagian dari rencana penulisan ensiklopedia lengkap Imam Husein as sebagai berikut:

Sejarah tentang imam Husein as direncanakan sebanyak 10 jilid. Imam Husein as dan tasyri' Islam dalam 13 jilid. Menjawab kritikan 10 jilid. Sejarah haram (holy shrine) dan kuburan-kuburan yang ada hubungannya dengan revolusi Asyura 7 jilid. Kumpulan buku sair kasidah berbahasa Arab yang dibacakan untuk imam Husein as semenjak abad pertama hingga lima belas hijriah ada 64 jilid. Kumpulan buku sair Arab dengan segala macam bentuknya selain bentuk kasidah, sekaligus meneliti aliran sastranya dalam 143 jilid. Penelitian terhadap sair-sair Arab nilai sastranya dalam 10 jilid. Penelitian tentang sejarah slogan-slogan dan moto yang berhubungan dengan Imam Husein as dalam 10 jilid. Penelitian kota Karbala dari banyak sisi; sejarah, geografi, pusat pendidikan, politik, budaya dan lain-lain dalam 23 jilid. Penelitian atas latar belakang politik yang melandasi revolusi Karbala ditulis dalam 3 jilid. Tentang nasab dan keturunan Imam Husein as dalam 2 jilid. Imam Husein as dalam al-Quran ada 3 jilid. Imam Husein as dalam hadis dan riwayat 12 jilid. Shahifah Imem Husein as 2 jilid. Hadis-hadis Imam Husein as 3 jilid. Dan lain-lain.

Selain itu, sair-sair selain bahasa Arab tentang Imam Husein as juga berusaha dikumpulkan dan diusahakan untuk menganalisa aliran dan nilainya serta seberapa jauh dipengaruhi oleh kejadian Asyura. Sair-sair itu akan dimuat bersama terjemahan bahasa Arabnya.

Saat ini, sudah ada sekitar 32 jilid yang telah dicetak dalam bahasa Arab. Sekitar tiga ratus jilid dari Ensiklopedia ini sudah siap cetak. Secara terpisah telah dicetak tema-tema tentang: Al-Husein wa at-Tasyri' al-Islami, As-Sirah al-Husainiyah, al-Husein al-Karim fi al-Quran al-'Azhim, ar-Ru'ya; Musyahadat wa Ta'wil, Mu'jam as-Syu'ara, Mu'jam al-Khuthaba, Mu'jam al-Mushannafat, Diwan al-Imam al-Husain, al-Madkhal ila as-Syi'r al-Husaini dan lain-lain.
[Saleh L]

Sabtu, 03 Februari 2007

Pesan Pasukan Maut; Orang Syi'ah harus enyah dalam 48 jam


Pesan Pasukan Maut; Orang Syi'ah harus enyah dalam 48 jam


Pengusiran orang-orang Syi'ah yang berada di kawasan yang mayoritas penduduknya Sunni, merupakan masalah baru. Ribuan orang yang tinggal di sekitar Baghdad mendapatkan surat ancaman untuk meninggalkan tempat kediamannya. Bila selama 48 jam ke depan mereka tidak meninggalkan tempat itu, maka mereka akan dibunuh.


Bunyi surat itu demikian:


Dari pasukan maut kepada anjing Syi'ah Rafidhi!

Kami memberikan ultimatum selama 48 jam kepada kalian untuk segera meninggalkan daerah ini. Bila tidak kalian indahkan, niscaya kematian akan mendatangi kalian.


Di Irak, kelompok-kelompok takfir memiliki nama yang bermacam-macam. Ada yang menyebut dirinya sebagai; pasukan maut, pendukung Ahli Sunah, pasukan Umar dan lain-lain. Kelompok-kelompok ini telah membunuh orang-orang Syi'ah tanpa memperdulikan laki-laki dewasa atau wanita dan anak-anak. Dengan ultimatum ini, mereka yang sempat meninggalkan kawasan tempat tinggalnya sampai dua hari ke depan memiliki kesempatan untuk menyelematkan diri dan keluarganya.


Yang menarik dari sikap pasukan maut ini, sebagai gantinya mereka mengajak orang-orang Afghanistan yang Sunni. Hanya karena alasan berbeda mazhab, mereka memberikan tempat kepada orang-orang dari negara lain yang sama dengan mazhab mereka untuk tinggal bersama.


Kelompok-kelompok ini berusaha keras untuk merubah komposisi jumlah penduduk Syi'ah dan Sunni di kota-kota sekitar Baghdad. Mereka memulainya dari daerah Hayyu al-'Adl, Hayyu al-'Amiriyah, Hayyu al-Ghazaliyah, Hayyu as-Sayyidiyah, al-Karkh. Di tempat-tempat yang telah disebutkan, mereka menghalalkan segala cara demi mencapai tujuannya.[Saleh L]


Rabu, 24 Januari 2007

Syi'ah Arab Saudi

SYI’AH ARAB SAUDI; Korban Konflik dan Kepicikan Wahabi
Saleh Lapadi

Hubungan yang kurang mesra antara Syi’ah dan Sunni pasca hukuman mati Saddam mulai memakan korban. Korban ini tidak hanya terjadi di Irak yang memang disusupi oleh provokator. Ada tiga pihak yang bermain api di sana; Amerika dan Inggris, kelompok partai Ba’ts dan kelompok takfir yang menganggap semua kaum muslimin yang berbeda dengannya adalah kafir. Kelompok ketiga ini lebih banyak disuplai dari Arab Saudi pusat Wahabi.

Karena Arab Saudi adalah pusat Wahabi, mereka kemudian menekan Syi’ah yang berada di sana. Masalah ini, sekalipun telah ada sejak kemunculan Wahabi di Arab Saudi, namun dengan memanasnya kawasan Timur Tengah, membuat masalah ini muncul lagi. Pemerintah juga mulai memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi.

Sebagai contoh, Shadiq al-Jubran, praktisi hukum, salah satu tokoh minoritas mazhab Syi’ah di Arab Saudi sudah biasa bila dikatakan sebagai kafir. Berkali-kali ia diasingkan dari negara yang tidak menghargai kebebasan beragama. Penjara dan pengasingan telah membesarkannya. Kesulitan yang dialami oleh kelompok Syi’ah di Arab Saudi dikarenakan mereka akan senantiasa berhadapan dengan orang-orang Wahabi yang senantiasa menekan mereka baik di kantor, sekolah dan lain-lain.

Menghadapi tekanan yang demikian, sepuluh tahun belakangan, orang-orang Syi’ah di Arab Saudi telah berusaha untuk ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang. Usaha mereka membuahkan hasil dengan adanya perubahan dalam undang-undang peradilan. Dalam pilkada mereka berhasil memenangkan calonnya. Bahkan sampai pada kondisi di mana pada hari libur yang berkaitan dengan mazhab Syi’ah, mereka diliburkan.

Saat ini mereka khawatir setelah sempat menghirup kebebasan sekalipun kecil. Kekhawatiran mereka sangat beralasan dengan melihat kenyataan yang sedang terjadi di Timur Tengah secara keseluruhan. Tentu pemerintah Arab Saudi akan bersikap keras terhadap Syi’ah sebagai masyarakat minoritas. Bahkan ada yang menganalisa bahwa bukan saja mereka akan semakin ditekan, tapi bakal dianggap musuh yang paling dekat.

Hari-hari belakangan ini, sikap dan pergerakan ulama Wahabi terlihat intensitasnya hampir sama ketika revolusi Islam di Iran menang. Arab Saudi sedang menghadapi di Irak dengan membiayai pasukan yang loyal dengan Wahabi untuk menahan laju penyebaran Syi’ah.

Tony Jones yang banyak melakukan penelitian terhadap kelompok Syi’ah Arab Saudi, yang tinggal di daerah Timur Arab ini, mengatakan bahwa perubahan begitu cepatnya. Kondisi seperti berbalik pada tahun 1980. Ia beralasan bagaimana Raja Abdullah tidak lagi memperhatikan bagaimana penggunaan bahasa yang sangat provokatif terhadap Syi’ah. Ia seakan-akan membiarkan ulama Wahabi mempergunakan kata apa saja untuk meluapkan emosi mereka.

Bulan kemarin, tiga puluh ulama Wahabi mengeluarkan statemen agar Ahli Sunah yang ada di kawasan untuk membela Sunni yang sedang berperang melawan Syi’ah di Irak. Abdurrahman al-Barrak salah satu mufti Arab Saudi memfatwakan untuk menyerang Syi’ah.

Al-Jubran, yang berdomisili di kota al-Hufuf yang mayoritas bermazhab Syi’ah mengatakan bahwa sangat sulit bahkan mustahil untuk dapat mengontrol lagi fatwa-fatwa yang semacam ini.

Padahal, menurut data yang ada, 15 persen dari penduduk Arab Saudi bermazhab Syi’ah. Mereka hidup di kawasan Timur Arab Saudi. Kawasan yang kaya minyak. Kawasan di mana untuk pertama kalinya minya di temukan di Arab Saudi. Kawasan yang membuat Arab Saudi menjadi negara petro dolar.

Semenjak tahun 1932 ketika negara Arab Saudi terbentuk senantiasa disiksa. Mereka tidak pernah melakukan pemberontakan sekalipun di zaman raja Pahlevi. Ali al-Marzuq, seorang aktivis Syi’ah di Arab Saudi mengatakan dari tahun 1981 sampai tahun 1983 menjalani hidupnya di penjara. Ia berkata: “Setelah kemenangan revolusi Islam Iran, orang-orang Syi’ah Arab Saudi melakukan demonstrasi untuk merayakan kelahiran Imam mereka. Dalam demonstrasi itu banyak dari orang-orang Syi’ah yang ditangkap. Setelah kejadian itu, dimulailah eksodus orang-orang Syi’ah Arab Saudi ke Iran.

Pada tahun 1993, terjadi perubahan besar dalam kebijakan pemerintah. Hal itu setelah al-Jubran dan tokoh-tokoh Syi’ah Arab Saudi lainnya bertemu dengan raja Fahd. Ia meminta kepada mereka yang diasingkan agar kembali. Mereka yang dipenjara akan dibebaskan dengan melakukan baiat dan menunjukkan loyalitasnya terhadap negara. Fahd juga berjanji untuk meninjau kembali masalah-masalah yang dihadapi oleh orang-orang Syi’ah. Kebijakan ini diterima dengan gembira oleh orang-orang Syi’ah Arab Saudi. Pada waktu ulama Wahabi belum menunjukkan sikap kerasnya.

Setelah itu, orang-orang Syi’ah Arab Saudi berkiprah dan turut andil dalam pemilihan kepala daerah setempat. Dalam masalah ekonomi juga mereka berpartisipasi. Diharapkan ketika pemerintah tidak menekan lebih jauh, sikap orang-orang Syi’ah tetap tidak akan menunjukkan gejolak. Beberapa tahun yang lalu, masyarakat Syi’ah kota Qathif mendapat izin untuk memperingati hari Asyura.
Qom, 24 Januari 2007

Senin, 22 Januari 2007

Jesus Camp; Kids on Fire


Jesus Camp; Kids on Fire

Televisi ABC Amerika menayangkan sebuah tayangan yang cukup menarik perhatian pemirsa Amerika. Acara ini berjudul Kamp Yesus. Dan acara ini mengisahkan tentang sebuah kamp pengajaran Injil dengan nama Kids on Fire. Di kamp ini, anak-anak diajarkan mulai dari masalah-masalah pendidikan sampai militer. Bila selesai dari kamp ini mereka diharapkan menjadi bagian dari tentara Tuhan.

Siaran ini didanai dan didukung oleh kelompok Kristen Evangelis pendukung fanatik Bush. Sebuah kelompok yang meyakini semakin dekatnya kemunculan Yesus. Dan untuk itu mereka harus segera menyiapkan dirinya. Menyiapkan diri untuk perang “Armagedon”. Mengantisipasi itu, mereka perlu mempersiapkan anak-anak mereka. Karena, menurut mereka, kedatangan Yesus di zaman anak-anak mereka. Perlu kiranya sebuah kawah candradimuka untuk menempa anak-anak mereka. Kira-kira begitulah alasan pembentukan dan penayangan Jesus Camp.

Menariknya, situs-situs yang juga ikut merelay tayangan Jesus Camp, kemudian menghapus tayangan tersebut dengan alasan adanya ancaman dan untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan. Situs-situs video hosting yang juga sempat menyiapkan pelayanan bagi mereka yang ingin menyaksikan film tersebut, tiba-tiba saja layanan tersebut dihapus. Sekarang hanya dapat dilihat di arsip ABC NEWS dan situs mouood. Padahal, dalam film itu, tidak ada bagian dari tayangan Jesus Camp yang dapat menimbulkan efek munculnya tindakan kekerasan.

Tempat pendidikan Jesus Camp berada di Utara Dakota. Selain dilatih kemampuan militer, anak-anak juga diajak untuk melakukan doa bersama. Menangis karena kiamat yang makin dekat. Berharap agar aborsi tidak lagi dilakukan oleh manusia. Dan yang paling menarik (baca: menggelikan) adalah penyembahan terhadap sebuah poster. Dan poster itu adalah George Bush presiden Amerika. Mereka menganggapnya sebagai penampakan Tuhan atau setidak-tidaknya sebagai salah satu pilihan Tuhan.

Becky Fisher salah satu staf pengajar Jesus Camp menceritakan: “Saya benar-benar ingin mendidik mereka, sehingga siap untuk mengorbankan nyawanya demi Injil. Hal sama yang terjadi di Pakistan, Israel dan Palestina di mana anak-anak kaum muslimin siap menyerahkan jiwanya demi Islam”. Pada bagian dari tayangan tersebut Becky dengan terus terang mengatakan bahwa kaum muslimin sebagai musuh. Ia juga menambahkan: “Sampai saat ini saya belum pernah merasakan dieksploitasi oleh seseorang”.

Sebagai penutup, menarik untuk menengok apa yang dikatakan oleh presenter acara ini. Ia berkata: “Sebagian orang di Amerika percaya bahwa kamp ini untuk mendidik anak-anak menjadi seperti setan, tapi banyak juga orang yang setuju dengan acara ini”. [Saleh Lapadi]