Sabtu, 16 Juni 2007

Pesan Rahbar Ayatullah Sayyid Ali Khamene’i kepada umat Islam sedunia

Pesan Rahbar Ayatullah Sayyid Ali Khamene’i kepada umat Islam sedunia

Bismillahirrahmanirrahim

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un

Tangan-tangan jahat para penyulut fitnah kembali lagi menusukkan pisau beracunnya ke dalam tubuh umat Islam. Mereka melakukan kejahatan paling tragis. Peristiwa peledakan di Haram Samarra dan penghinaan terhadap kehormatan makam dua Imam suci, Ali-Al-Hadi dan Hasan al-Askari as tidak hanya melukai hati orang-orang Syiah dunia, melainkan juga menyakiti hati seluruh kaum muslimin yang mencintai keluarga Rasulullah saw. Dunia Islam berada di hadapan konspirasi mengerikan yang bertujuan mewujudkan perang saudara di Irak dan menyibukkan bangsa-bangsa muslimin dengan konflik-konflik berdarah sektarian.

Para pelaku kejahatan peledakan yang buta hati dan memalukan ini; baik dari sisa-sisa anggota kafir partai Ba’ts atau orang-orang kaku dan fanatik yang tertipu oleh ajaran Wahabi/Salafi, pasti pelaku asli di balik semua rencana ini adalah badan intelijen tentara pendudukan Amerika dan Rezim Zionis. Tentara pendudukan Amerika berusaha untuk melemahkan kekuatan pemerintah yang sah yang dipilih oleh rakyat Irak dan untuk menjustifikasi kehadirannya yang ilegal di Irak dengan memberikan peluang yang besar kepada para teroris dan pelaku keonaran agar terjadi konflik berdarah antara saudara sesama muslim di sana. Haram Imam Ali al-Hadi dan Imam Hasan al-Askari selama berabad-abad di hormati oleh orang-orang Ahli Sunah di Samarra. Tidak pernah dalam sebuah periode pun seorang dari Ahli Sunah melakukan penghinaan atas dua kuburan suci itu.

Saat ini, dalam periode pendudukan Amerika untuk kedua kalinya tanpa malu dan secara keji melanggar kehormatan dua kuburan manusia suci di sana. Tentara pendudukan di Irak tidak dapat melepaskan diri dari tanggung jawab ini.

Saudara-saudara Ahli Sunah dan Syiah, Sadar dan waspadalah! Jangan sampai kalian terjatuh ke dalam jaringan konspirasi musuh.

Seluruh umat Islam di dunia harus lebih waspada menghadapi rencana dan konspirasi musuh-musuh Islam untuk memecah belah kaum muslimin dan terjadinya konflik berdarah sesama mereka. Saat ini, musuh di Irak, Palestina, Lebanon dan di setiap tempat di dunia Islam sedang berusaha agar terjadi perang bersaudara antar sesama muslimin. Mereka mempergunakan berbagai macam isu seperti mazhab, etnis, partai politik dan lain-lainnya untuk menggerakkan kaum muslimin agar saling berhadap-hadapan dan saling bunuh antar sesama saudara muslim.

Kaum muslimin tidak boleh membantu tujuan busuk mereka. Ulama Ahli Sunah harus mengecam tragedi Samarra. Mereka harus mengeluarkan pernyataan bahwa mereka tidak setuju dengan aksi yang dilakukan oleh pelaku peledakan itu. Ulama Syiah pengikut Ahlul Bait as harus mengajak para pengikut Ahlul Bait untuk menahan diri. Seluruh ulama dan tokoh-tokoh dunia Islam hendaknya merekomendasikan kepada setiap pengikutnya untuk merasa satu hati dengan saudara-saudaranya yang lain dan menghormati keyakinan setiap mazhab yang ada.

Saya mengucapkan bela sungkawa yang menimpa umat Islam ini kepada Imam Mahdi af Arwahuna Fidahu.

Semoga Allah memusnahkan kejahatan para mustakbir yang zalim dan kafir terhadap kaum muslimin.

Wassalamu Ala Ibadi al-Shalihun

Sayyid Ali Khamene’i

24 Khurdad 1386[Saleh L]

Mengenal Mushaf Sayyidah Fathimah Az-Zahra as*

Mengenal Mushaf Sayyidah Fathimah Az-Zahra as*

Emi Nur Hayati Ma’sum Said

Sebagian muslimin menuduh bahwa Mushaf Fathimah Az-Zahra as adalah Quran orang-orang Syiah yang ada di tangan Imam Mahdi af yang akan disodorkan ketika dia muncul. Dan sebagian memberatkan wujudnya Mushaf itu.

Pertanyaannya adalah mengapa sebagian muslimin begitu benci dan menaruh dendam terhadap Syiah dan menuduh bahwa orang-orang Syiah memiliki al-Quran tersendiri selain yang ada di tangan orang non Syiah? Bahkan sampai saat ini senantiasa ada orang-orang dengki yang mengkritik secara tidak obyektif hanya ingin menjatuhkan dan mencari kelemahan saja tanpa ada niat ingin mencari kebenaran? Jawabannya adalah

1. Selain mereka tidak merujuk ke sumber-sumber hadis Syiah, mereka hanya termakan oleh hasutan musuh-musuh Syiah.

2. Mereka tidak mau menerima bahwa orang-orang Syiah meyakini bahwa Fathimah as; putri Nabi Muhammad saw memiliki sebuah Mushaf.

3. Kebencian dan kekerasan hati mereka terhadap ajaran Syiah yang disampaikan oleh para Imam Maksum as dan tidak mau orang lain memiliki keyakinan seperti apalagi dirinya.

4. Mereka berpikir bahwa Mushaf adalah kumpulan al-Quran sebagaimana istilah yang diterapkan pada zaman Rasulullah saw bahwa Mushaf adalah kumpulan-kumpulan tulisan al-Quran, padahal pada zaman itu Mushaf secara bahasa adalah kumpulan-kumpulan lembaran yang sudah dijilid dalam bentuk sebuah buku. Jadi Mushaf bukan hanya kumpulan tulisan al-Quran saja, tetapi mencakup juga kumpulan-kumpulan tulisan selain al-Quran. Oleh karena itu Mushaf Fathimah adalah kumpulan-kumpulan tulisan yang isinya adalah pembicaraan malaikat Jibril kepada Sayyidah Fathimah sepeninggal Ayahnya saw. Walaupun sampai saat ini al-Quran itu sendiri juga dikenal dengan istilah “Mushaf Syarif”.[1]

Abu Basyir berkata: “Aku berada di sisi Imam Shadiq as dan aku berkata: “Apa Mushaf Fathimah itu?”. Beliau menjawab: “Mushaf yang tebalnya tiga kali al-Quran yang ada di tanganmu. Namun, demi Allah, tidak satu kata pun dari al-Quran ada di dalamnya.[2]

Hadis ini menjelaskan bahwa Mushaf Fathimah tebalnya tiga kali al-Quran dan tidak satu kata pun, namun dari sisi kandungan dan topik, kendati satu kata pun dari dhahirnya al-Quran tidak tampak di sana.

Boleh jadi orang-orang yang dengki akan menyanggah bahwa banyak hadis-hadis tentang “al-Quran mencakup semua hukum, dan kejadian-kejadian sekarang dan yang akan datang”, lalu apa Mushaf Fathimah itu dan bagaimana memahami hadis berikut ini?:

Allamah Majlisi menjelaskan: “Iya memang al-Quran demikian, tetapi Mushaf adalah makna dan bacaan yang tidak kita pahami dari al-Quran, bukan tulisan lahiriahnya yang kita pahami dari al-Quran. Oleh karena itu apa yang anda maksud adalah lafadh dhahrinya al-Quran, dan itu tidak ada dalam Mushaf Fathimah.[3]

Untuk mengetahui lebih dalam, apa sebenarnya Mushaf Fathimah? Sejak kapan ia ada? Ia mencakup pembahasan apa saja? Sekarang ada di mana dan di tangan siapa? Mari kita ikuti penjelasan berikut ini. Mungkin bisa membuka wawasan sebagian kita yang belum banyak mengetahuinya.

Salah satu nama Sayyidah Fathimah adalah Muhaddatsah. Imam Shadiq mengenai sebab penamaan Fathimah Az-Zahra dengan nama Muhaddatsah berkata: “Fathimah as disebut Muhaddatsah karena malaikat Jibril senantiasa turun dan menyampaikan kabar kepadanya sebagaimana menyampaikan kabar kepada Maryam as; putri Imran”.

Malaikat Jibril berkata kepada Fathimah as sebagaimana berkata kepada Maryam; dalam ayat 42 dan 43 surat Maryam. Berhubung lawan bicaranya Sayyidah Fathimah, maka Jibril berkata demikian: "Hai Fathimah! sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia. Hai Fathimah! Taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk”.[4]

Suatu malam, Sayyidah Fathimah berbincang-bincang dengan para malaikat dan berkata: “Bukankah Maryam; putri Imran, wanita yang paling utama di antara wanita-wanita di alam? Para malaikat menjawab: “Maryam adalah wanita yang paling utama di zamannya, tetapi Allah menetapkanmu sebagai wanita yang paling utama di zamanmu dan zamannya Maryam dan kamu adalah penghulu semua wanita yang pertama sampai yang terakhir.[5]

Para malaikat biasanya hanya berbicara dengan para nabi saja. Namun ada empat wanita mulia yang hidup di zaman para nabi, dan kendati mereka bukan nabi, tetapi para malaikat berbicara dengan mereka. Antara lain:

1. Maryam; ibu Nabi Isa as.

2. Istri Imran; ibu Nabi Musa dan Maryam as.

3. Sarah; ibu Nabi Ishaq as.

4. Sayyidah Fathimah as.[6]

Ketika Rasulullah saw sakit di atas tempat tidur. Ada orang laki-laki asing mengetuk pintu. Sayyidah Fathimah as bertanya: “Siapa?”. Ia menjawab: “Aku orang asing, punya pertanyaan kepada Rasulullah, anda mengizinkan saya untuk masuk?”. Sayyidah Fathimah menjawab: “Kembalilah, semoga Allah merahmatimu. Rasulullah tidak enak badan”. Ia pergi kemudian kembali lagi dan mengetuk pintu dan berkata: “ada orang asing yang minta izin kepada Rasulullah, bolehkah dia masuk?”. Pada saat itu Rasulullah saw bangun dan berkata kepada putrinya: “Wahai Fathimah! Tahukah kamu siapa dia?”. Tidak ya Rasulullah!. Beliau bersabda: “Ia adalah orang yang membubarkan perkumpulan, menghapus kelezatan duniawi, ia adalah malaikat maut! Demi Allah sebelum aku ia tidak pernah meminta izin dari seorang pun dan sepeninggalku ia tidak akan meminta izin dari seorang pun, karena kehormatan dan kemuliaan yang aku miliki di sisi Allah, ia meminta izin dariku, maka izinkanlah dia masuk!”

Sayyidah Fathimah berkata: “Masuklah, semoga Allah merahmatimu!”. Masuklah malaikat maut bagaikan angin semilir seraya berkata: “Assalamu ala Ahli Baiti Rasulillah!”.[7]

Munculnya Mushaf Fathimah

Imam Shadiq as bersabda: “Sepeninggal Rasulullah saw Sayyidah Fathimah hanya hidup selama tujuh puluh lima hari. Di masa-masa kesedihan beliau itu malaikat Jibril selalu turun menemuinya memberitakan keadaan ayahnya di sisi Allah dan memberitakan tentang kejadian yang akan datang mengenai anak-anaknya (kejadian yang akan menimpa kesahidan anak-anaknya di tangan manusia-manusia zalim), dan Imam Ali menulisnya dalam sebuah Mushaf sehingga disebut sebagai Mushaf Fathimah”.[8]

Poin-poin yang ada dalam Mushaf Fathimah as

Abu Bashir bertanya kepada Imam Muhammad Baqir as mengenai poin-poin yang ada dalam Mushaf Fathimah.

Imam menjelaskan kandungannya:

1. Tentang kabar-kabar sekarang dan kabar yang akan datang sampai hari kiamat.

2. Tentang kabar langit dan nama-nama malaikat langit.

3. Jumlah dan nama orang-orang yang dicipatakan Allah swt.

4. Nama-nama utusan Allah dan nama-nama orang yang mendustakan Allah.

5. Nama-nama seluruh orang mukmin dan orang kafir dari awal sampai akhir penciptaan.

6. Nama-nama kota dari barat sampai timur dunia.

7. Jumlah orang-orang mukmin dan kafir setiap kota.

8. Ciri-ciri orang-orang pendusta.

9. Ciri-ciri umat terdahulu dan sejarah kehidupan mereka.

10. Jumlah orang-orang zalim yang berkuasa dan masa kekuasaannya.

11. Nama-nama pemimpin dan sifat-sifat mereka, satu persatu yang berkuasa di bumi, dan keterangan pembesar-pembesar mereka, serta siapa saja yang akan muncul di masa yang akan datang.

12. Ciri-ciri penghuni surga dan jumlah orang yang akan masuk surga.

13. Ciri-ciri penghuni neraka dan nama-nama mereka.

14. Pengetahuan al-Quran, Taurat, Injil, Zabur sebagaimana yang diturunkan dan jumlah pohon-pohon di seluruh daerah.[9]

Mushaf Fathimah ada di tangan Imam Maksum as dan silih berganti sampai sekarang ada di tangan Imam Mahdi af.

Abu Bashir bertanya kepada Imam Muhammad Baqir as tentang siapakah yang memegang mushaf tersebut sepeninggal Sayyidah Fathimah. Imam Baqir menjawab: “Sayyidah Fathimah secara langsung menyerahkannya kepada Imam Ali as dan sepeninggal Imam Ali ada di tangan Imam Hasan as kemudian sepeninggal beliau ada di tangan Imam Husein kemudian silih berganti di antara Imam maksum keturunan Imam Husein sehingga diserahkan kepada Imam Zaman af.[10]



* . Makalah ini disarikan secara bebas dari makalah Mushaf Fathimah Menurut Pandangan Para Imam Maksum as, Muhammad Hasan Amani.

[1] . LIsan Arab, jilid 10 kata Shahafa. Mufradat Raghib.

[2] . Ringkasan hadis, Usul Kafi, jilid 1, hal 239. Bashair ad-Darajat, hal 151. Bihar al-Anwar, jilid 26, hal 28.

[3] . Bihar Al-Anwar, jilid 26, hal 40.

[4]. Awalim Al-ulum wa al-Ma’arif wa al-Ahwal, Allamah Bahani, hal 36

[5] . Ibid.

[6] . Manaqib Ibnu Shahr Ashub, jilid 3, hal 336. penerbit Intisyarat Allamah.

[7] . Ibid.

[8] . Lihat: Usul Kafi, jilid 1, hal 240. Bashair ad-Darajat, hal 157. Musnad Fathimah Az-Zahra, hal 282. Bihar al-Anwar, jilid 43, hal 80. jilid 26, hal 44-46 dan 48. jilid 47, hal 271.

[9] . Musnad Fathimah, rangkuman hal 290-291.

[10] . Ibib, hal 292.

Peledakan Samarra dan Timur Tengah Baru

Peledakan Samarra dan Timur Tengah Baru

Saleh Lapadi

Masih hangat beritanya ketika 16 bulan yang lalu tepatnya tanggal 22 Pebruari 2006, 20 orang teroris memaksa masuk Haram Imam Hasan Askari dan Imam Hadi as. Mereka membawa 215 kg bahan peledak dan akhirnya meledakkan Dharih kuburan Imam dan membuat kubahnya rusak berat. Seluruh kaum muslimin tersentak atas perbuatan biadab itu.

Kemarin hari Rabu tanggal 13 Juni jam 09:00 pagi kelompok teroris kembali memaksa masuk ke Haram. Anggota kelompok teroris ini telah memasuki Haram sejak jam 3 subuh. Setelah membunuh penjaga Haram, mereka mulai menempatkan bom di kedua menara Haram. Pertama mereka meratakan dengan tanah menara di samping kiri dan lima menit kemudian meledakkan menara sebelah kanan sehingga tinggal setengahnya. Begitu juga atap Sardab (tempat terakhir gaibnya Imam Mahdi af) rata dengan tanah. Namun, kali ini tidak ada korban jiwa dari peziarah karena sejak peledakan pertama para peziarah telah dilarang memasuki Haram Imam Hasan Askari dan Ali al-Hadi as.

Setelah terjadi peledakan itu televisi Irak menunda siaran hariannya dan langsung memberitakan peristiwa Samarra babak kedua ini. Secara serentak ditayangkan lagu-lagu nasional yang dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi top Irak mengajak untuk tetap menjaga persatuan, menghindari tindak kekerasan atas nama mazhab dan menunjukkan sikap patriotisme membela Irak.

Dampak peledakan Haram Imam Hasan Askari dan Imam Hadi as konflik sektarian selama berbulan-bulan. Itulah mengapa Ayatullah Sistani dan ulama Syiah lainnya mengeluarkan pernyataan agar orang-orang Syiah dan Ahli Sunah bisa menahan diri. Ulama Ahli sunah di Irak juga mengutuk aksi teror tersebut.

Nouri al-Maliki dalam pertemuannya dengan Duta Besar Amerika dan komandan pasukan Amerika di Irak agar segera mengirimkan pasukan untuk mengamankan kota Samarra dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Pemerintah Irak dan pasukan Amerika telah mengamankan jalan yang menghubungkan Baghdad dan Samarra. Selain itu, Nouri al-Maliki membentuk tim penyidik untuk menyelidiki pasukan keamanan yang bertugas di sana ketika peristiwa peledakan terjadi.

Rencana keamanan yang diterapkan oleh pemerintah Nouri al-Maliki cukup sukses. Namun rencana ini baru meliputi daerah-daerah sekitar Baghdad seluas 30 kilometer dan ini rencana ini belum sampai ke Samarra. Itulah mengapa jalur Baghdad-Samarra yang tidak aman menghalangi pembangunan kembali Haram Imam Hasan Askari dan Imam Hadi as.

Menindaklanjuti seruan Ayatullah Sistani kepada seluruh rakyat Irak; baik Syiah maupun Sunni, untuk menahan diri, Muqtada Shadr memerintahkan tentara al-Mahdi untuk mencegah kemungkinan luapan kemarahan orang-orang Syiah terhadap orang-orang Ahli Sunah.

Siapa pelakunya?

Duta Besar Amerika dan komandan pasukan Amerika di Irak dalam pernyataan terpisah mengatakan, “Kami mengecam keras serangan setan pada pagi hari ini”. “Aksi yang dilakukan oleh kelompok yang telah dikepung ini muncul dari tidak adanya harapan bagi mereka. Mereka ingin menutup perkembangan politik, ekonomi dan perdamaian di Irak yang demokratis”. Di akhir pernyataannya, Duta Besar Amerika mengatakan, “Kami tidak akan mengizinkan kelompok teroris ini melakukan aksinya terhadap rakyat Irak yang menginginkan kesejahteraan dan kedamaian untuk semua”.

Nouri al-Maliki dalam pidatonya di televisi Irak meminta kepada rakyat Irak untuk tidak berlebihan menyikapi masalah ini. Bila ingin menuangkan kemarahannya, maka tempatnya kepada kelompok al-Qaedah. Kelompok yang terdiri dari orang-orang takfiri dan sisa-sisa pengikut Saddam. Kelompok takfiri melakukan aksi teroris ini karena terilhami oleh fatwa Bin Jabrin yang memuat fatwanya di situs pribadinya. Pada peledakan pertama di Samarra ia memuji aksi tersebut dan mengatakan, “Haram Imam Hasan dan Imam Hadi adalah sesembahan orang-orang Syiah”.

Bin Jabrin adalah ulama Wahhabi/Salafi nomor dua setelah Abdurrahman al-Barrak. Sebelum ini ia termasuk anggota Dewan Fatwa negara Arab Saudi. Tahun lalu ia mengeluarkan fatwa agar seluruh tempat-tempat suci orang-orang Syiah dihancurkan. Menurutnya, “Jangan biarkan bangunan-bangunan yang kelihatannya indah dianggap sebagai bagian dari Islam. Karena sekalipun bangunan-bangunan ini berada di negara-negara Islam, namun syariat tidak menerimanya. Islam memerintahkan untuk menghancurkan bangunan-bangunan seperti itu”.

Sementara sisa-sisa pengikut Saddam melakukan aksi-aksi teror dengan harapan bila pemerintah yang ada sekarang lemah, mereka punya kesempatan untuk bisa kembali menguasai Irak. Karena pemerintah sekarang didukung oleh orang-orang Syiah, maka cara yang dipakai adalah dengan mengadu domba orang-orang Syiah dengan orang-orang Ahli Sunah.

Siapa yang bertanggung jawab?

Mungkin pertanyaan ini sudah dapat dibaca dalam penjelasan sebelumnya. Bahwa yang bertanggung jawab tentu adalah yang meledakkan. Namun, perlu diketahui sesuai dengan aturan yang berlaku, negara yang menduduki negara lain yang bertanggung jawab untuk menegakkan stabilitas keamanan negara tersebut. Di sini, Amerika yang bertanggung jawab ketika terjadinya peristiwa peledakan ini, sekalipun bukan dia yang melakukannya. Namun, bukti-bukti menunjukkan bahwa tanpa kerja sama dengan pihak Amerika, sulit untuk dapat memasuki kawasan Haram dengan membawa bahan peledak seberat 215 kg seperti yang terjadi pada peledakan pertama.

Ditambah lagi, setelah peledakan pertama Haram Imam Hasan Askari dan Imam Hadi as, kawasan di sekitar Haram dijaga ketat. Bahkan peziarah dilarang masuk, sementara toko-toko yang ada di sana diperintahkan untuk ditutup. Sekalipun secara lahiriah yang banyak berkeliaran menjaga Haram adalah pihak keamanan dari pemerintah Irak, namun mereka tidak diberi keleluasaan yang semestinya. Semua gerakan mereka didikte oleh pasukan Amerika.

Problem yang dihadapi pemerintah Irak

Masalah terbesar yang dihadapi oleh pemerintah Irak adalah sekalipun mereka dipilih oleh rakyat Irak, namun pemerintah Irak tidak punya kekuasaan yang cukup. Semua gerak-geriknya dipantau dan dikuasai oleh Irak. Nouri al-Maliki setelah berhasil membekuk kelompok “Army of Heaven” berhasil menunjukkan kekuatannya, ia kemudian membuat rencana keamanan di Irak. Apa lagi sepak terjang Nouri al-Maliki yang Syiah tidak setuju dengan kehadiran Amerika di negaranya.

Keberadaan Nouri al-Maliki yang menjadikan Ayatullah Sistani sebagai kiblat kebijakan politiknya bagaikan duri dalam daging bagi Amerika. Ayatullah Sistani adalah satu-satunya tokoh di Irak yang membuat Irak cukup stabil. Dan hal ini tidak sesuai dengan tujuan-tujuan Amerika untuk mengeruk minyak Irak di tengah-tengah koflik. Itulah mengapa sekalipun kondisi Irak konflik, tentara Amerika yang menjaga ladang-ladang dan pipa-pipa minyak Irak tetap malah sekarah diperkuat. Nouri al-Maliki harus disingkirkan.

Beberapa waktu upaya Iyad Allawi untuk menggulingkan pemerintah gagal. Salah satu orang dekat Ayatullah Sistani diteror. Aksi-aksi teror yang setiap hari bisa disaksikan yang mengakibatkan terbunuhnya orang-orang tidak berdosa. Ditambah lagi kebijakan terakhir Amerika yang mempersenjatai orang-orang Ahli Sunah yang sebelumnya bersama kelompok al-Qaedah menyerang patroli-patroli Amerika. Kebijakan yang bukan saja ditentang oleh sebagian pejabat-pejabat Amerika, tapi juga negara-negara Eropa. Karena mempersenjatai orang-orang Ahli sunah sama artinya dengan meningkatkan ketegangan dan konflik di Irak.

Bila terjadi konflik, maka akan memakan waktu berbulan-bulan untuk dapat meredamnya. Amerika dengan peristiwa ini mendapat dua keuntungan; pertama Amerika berhasil menunjukkan kelemahan pemerintah yang dipimpin oleh Nouri al-Maliki dan kedua, Bush punya alasan untuk tinggal lebih lama di Irak setelah ditekan terus oleh kongres agar segera menentukan jadwal penarikan pasukan Amerika dari Irak.

Amerika sangat berkepentingan untuk menggulingkan Nouri al-Maliki yang kebijakannya tidak searah dengan kebijakan gedung putih. Setelah peristiwa ini, kita masih menunggu perkembangan politik di Irak. Manuver-manuver apa lagi yang akan dilakukan oleh Amerika untuk menggulingkan pemerintah Irak yang dipilih secara demokratis.

Sebuah kebetulan yang direncanakan?

Mungkin terlihat kebetulan bahwa pada hari yang sama salah seorang anggota parlemen Lebanon yang berafiliasi ke partai Saad Hariri. Ledakan itu terjadi di kawasan sebelah Barat Beirut bernama al-Hammam al-Askari dekat tempat peristirahatan Saad Hariri. Peristiwa ini membawa Lebanon dalam sebuah kancah baru yang penuh konflik setelah kelompok Fath al-Islam di Nahr al-Barid. Kelompok al-Qaedah yang sebagiannya ditarik dari Irak untuk tujuan tertentu. Begitu juga hari-hari ini bentrokan senjata cukup sengit terjadi di Palestina antara anggota Hamas dan Fatah.

Kejadian-kejadian ini kelihatannya terpisah-pisah dan tidak punya hubungan karena tempat kejadiannya juga berbeda-beda. Namun, sangat menarik bila menengok kembali pidato Ahmadi Nejad presiden Iran pada hari Sabtu tanggal 26 Mei 2007 yang mengatakan, “Fitnah baru di Timur Tengah sedang mengambil bentuknya. Seharusnya negara-negara di kawasan mewaspadai masalah ini. Rezim Israel untuk menyelamatkan dirinya dari kehinaannya saat ini tengah membuat rencana baru. Informasi-informasi dan analisa yang ada menunjukkan bahwa selain ingin menghancurkan pemerintah Palestina, mereka ingin mengobarkan fitnah konflik sektarian di Lebanon”.

Ahmadi Nejad menambahkan, “Sesuai dengan data-data intelijen yang kami miliki, pada musim panas ini mereka kembali ingin menyerang Lebanon. Mereka masih belum bisa menghilangkan rasa malu sebagai pecundang menghadapi Hizbullah. Mereka berharap tahun ini dapat menutupi rasa malu mereka akibat kekalahan tahun lalu. Saya memberikan peringatan keras kepada Rezim ini. Ketahuilah! Tahun ini tidak seperti tahun lalu”.

Ucapan Ahmadi Nejad yang menyebutkan bahwa musim panas ini akan ada serangan baru Rezim Israel atas Hizbullah. Untuk itu, sesuai dengan peribahasa “mengail di air keruh”, Amerika coba memperkeruh kondisi di Lebanon. Ketika muncul kelompok Fath al-Islam di Lebanon tidak berapa lama mereka mengirimkan senjata kepada tentara Lebanon yang dalam kenyataannya tidak pernah sampai ke tangan mereka. Senjata-senjata itu raib begitu saja. Kondisi Palestina juga tidak terlalu menguntungkan karena kembali lagi partai Fatah berniat keluar dari kabinet gotong royong. Bukan Cuma itu, saat ini salah satu dari bentrokan bersenjata paling hebat antara keduanya tengah terjadi.

Irak juga sedang dikondisikan sedemikian rupa. Bila semua mata tertuju pada konflik-konflik sektarian yang dimunculkan ini, maka kemungkinan besar Israel dapat mewujudkan usahanya untuk kembali menyerang Hizbullah sebagai upaya untuk membalas kekalahannya yang memalukan setahun lalu.

Penutup

Terlepas dari apa tujuan peledakan di Samarra, namun yang perlu diperhatikan adalah al-Qaedah menjadi alat pencipta konflik. Sebagian negara-negara Arab lainnya mungkin belum kecipratan “berkah” al-Qaedah, namun cepat atau lambat al-Qaedah akan menyusup ke seluruh negara-negara Arab. Bila saat ini ada beberapa negara Arab yang membiayai, mendukung dan melindungi kelompok teroris ini, maka itu karena sampai saat ini tujuan mereka dan Amerika masih satu. Namun, tidak selamanya demikian. Amerika tidak pernah punya belas kasihan dengan siapa saja. Bagi mereka kepentingan mereka adalah nomor satu. Itulah mengapa mereka tidak pernah benar-benar serius menegakkan keamanan secara menyeluruh di Irak. Karena itu bertanda tangan dengan tujuan kedatangan mereka, di samping itu serangan-serangan sporadis yang membuat korban yang berjatuhan dari pihak mereka tidak sedikit. Saat ini yang dilakukan mereka di Irak adalah berusaha sebisa mungkin untuk mengurangi korban di pihaknya.

Bila terjadi konflik sektarian antar Syiah dan Ahli Sunah, setidak-tidaknya mereka sebagai pihak ketiga lebih aman. Dan ketika itu, mereka telah melangkah lebih jauh membawa lari kekayaan Irak atau kembali menguasai Irak dengan menjatuhkan pemerintah yang ada. Bila di Palesitna, Lebanon dan Irak semua pemerintah yang berkuasa sesuai dengan “restu” Amerika, apakah itu tidak berarti sedang terbentuknya Timur Tengah Baru?

Qom, 14 Juni 2007

Sabtu, 09 Juni 2007

Ayatullah Misbah Yazdi: “...dan S Hasan Nasrullah adalah tentara S Ali Khamene’i...”

Ayatullah Misbah Yazdi: “...dan S Hasan Nasrullah adalah tentara S Ali Khamene’i...”

Partu Az Sukhan:[1] Belakangan ini kami mendapat informasi bahwa Anda melakukan kunjungan ke negara Suriah, Kuwait dan lebanon. Sudikah menjelaskan apa tujuan perjalanan ini dan atas undangan siapa?

Ayt. Misbah Yazdi: Bismilahirrahmanirrahim. Setelah kemenangan Hizbulah dalam perang 33 hari menghadapi Israel, Majma Jahani Ahli Bayt memutuskan untuk mengucapkan selamat kepada Sayyid Hasan Nasrulah. Keputusan ini dilaksanakan dengan mengutus beberapa orang untuk tujuan yang telah disebutkan. Khususnya, Sayyid Hasan Nasrulah juga duduk dalam Dewan Tinggi Majma Jahani Ahli Bayt. Sekjen Majma yaitu Bapak Akhtary menjadi duta besar sementara Iran di Suriah selama setahun. Saya bersama ketua Departemen Budaya Majma Jahani Ahli Bayt Bapak Rais Zadeh menuju Suriah dan bersama-sama dengan Bapak Akhtary menuju lebanon. Perlu saya sampaikan bahwa untuk menemui Sayyid Hasan Nasrulah bukan hal yang mudah. Karena beliau senantiasa dalam ancaman. Israel memberikan harga tinggi bagi siapa yang dapat menerornya. Alhamdulilah, sampai saat ini usaha ini selalu gagal dan insya Alah tidak akan pernah berhasil.

Pada akhirnya, Bersama Bapak Akhtary kami menuju lebanon dan akhirnya kami mendapat kesempatan menemui Sayyid Hasan Nasrulah. Setelah pertemuan dengannya, kami diajak melihat kawasan perang. Khususnya, kawasan yang berbatasan dengan Israel dan dengan mudah kami dapat melihat pasukan Israel. Kami juga mengunjungi pusat komando di kota Sur yang dibom oleh tentara Israel. Bangunan bertingkat yang diratakan dengan tanah. Sampai saat ini ditengarai masih ada jasad yang tertinggal. Untuk mengeluarkan mereka ada dua cara; pertama, membom tempat itu dengan catatan para jasad yang ada di sana juga bakal hancur. Kedua, dibutuhkan buldoser besar untuk dapat mengangkat puing-puing yang ada sehingga perlahan-lahan jasad yang ada di dalamnya dapat dikeluarkan. Pemboman yang dilakukan sedemikian hebatnya, sehingga besi beton yang ada seperti dipres, bahkan di sebagian tempat besi-besi beton itu meleleh. Sebulan lewat dari peperangan, diperkirakan ada 30 jasad yang tertimbun bangunan.

Tujuan ke Suriah dan lebanon adalah belajar dari ucapan-ucapan dan semangat Sayyid Hasan Nasrulah di samping menyampaikan ucapan selamat.

Partu Az Sukhan: Sebagaimana telah Anda sebutkan sebelumnya, salah satu agenda terpenting perjalanan Anda adalah bertemu dengan Sayyid Hasan Nasrulah. Dengan melihat bahwa beberapa tahun sebelumnya Anda pernah bertemu dengan beliau, pada perjalanan kali ini, bagaimana pendapat Anda tentang Sayyid Hasan Nasrulah?

Ayt. Misbah Yazdi: Setelah syahadah Sayyid Abbas Musawi, Sayyid Hasan Nasrulah diangkat oleh Rahbar menggantikan Sayyid Abbas Musawi di Dewan Tinggi Majma Jahani Ahli Bayt. Saya kemudian diundang ke lebanon untuk memberikan pencerahan pada kader Hizbulah dengan kajian akidah dan masalah-masalah ideologi. Kajian-kajian tersebut kemudian dibukukan dan dicetak, setelah itu diterjemahkan ke dalam bahasa parsi. Sayyid Hasan Nasrulah sungguh memiliki kepribadian yang luar biasa. Perlu waktu untuk memahami ide-ide dan pandangannya begitu juga untuk menjelaskan kepribadiannya. Ia menjadi sekjen Hizbulah dalam usia muda, namun telah menunjukkan kecakapannya, manajer dan politikus ulung, berani dan memiliki keimanan dan ketakwaan yang luar biasa dan sifat-sifat lain yang memang dimiliki oleh seorang pemimpin pada kondisi sulit dan Alah memberikan itu padanya.

Sayyid Hasan Nasrulah pernah belajar di Qom dan ikut serta dalam perang delapan tahun Iran melawan Irak. Saya sempat membayangkan beliau sebagai pemimpin agamis yang masih muda, namun mampu mengatur perang dahsyat seperti ini yang tidak mampu dilakukan oleh seorang pemimpin sebuah negara, apalagi kelompok kecil yang tidak memiliki kemampuan apa-apa. Kemenangannya membuat ia begitu terkenal di dunia Islam, bahkan juga di negara-negara selain Islam. Saat ini kaum Kristiani lebanon mencintainya. Saya kembali lagi membayangkan bahwa seseorang yang mendapatkan nikmat yang seperti ini, perlahan-lahan perilakunya bakal berubah. Namun, apa yang menjadi keheranan saya adalah bukannya Sayyid Hasan Nasrulah tidak berubah sedikit pun dan tidak merasa dirinya sebagai orang besar, bahkan yang saya saksikan, kerendahan hatinya semakin bertambah. Ketawadhu'an yang dalam perjalanan ini saya lihat belum pernah saya saksikan sebelumnya.

Selama bersama beliau, Sayyid Hasan Nasrulah menjelaskan tentang masalah perang 33 hari. Inti yang beliau sampaikan adalah kemenangan ini karena inayah dan bimbingan Alah. Kami tidak melakukan apa-apa. Sayyid Hasan Nasrulah dalam perbuatan dan ucapan sangat tawadhu'. Dalam pertemuan saya dengan beliau ada beberapa catatan yang saya buat. Pertama, semangat rendah hati dan tawadhu' yang luar biasa. Kedua, Iman, tawakal kepada Alah dan keyakinan tauhid yang mendalam. Dan ketiga, Kecintaan luar biasa terhadap Sayyid Ali Khamane'i. Sekalipun telah dikenal sebagai tokoh dunia, Sayyid Hasan Nasrulah tetap menganggap dirinya sebagai salah satu tentara Sayyid Ali Khamane'i. Ini menunjukkan bahwa beliau memang seorang pribadi yang luar biasa dan tidak menonjolkan dirinya.

Selama bersama beliau, seakan-akan saya sedang bersama salah satu dari sahabat Imam Mahdi AF. Seorang yang memiliki nurani, suci dan perwujudan dari segala kebaikan dan nilai-nilai yang kita inginkan. Sifat-sifat inilah yang membuat saya, dari kedalaman hati, memohon agar beliau dipanjangkan umurnya, kesehatan dan mendapat taufik yang lebih besar lagi dari Alah swt. Saya sangat berharap sekali, agar setiap negara Islam memiliki pemimpin seperti ini.

Alhamdulilah dengan perwujudan Imam Khomeini dan pengganti beliau Sayyid Ali Khamane'i, kita memiliki nikmat yang sangat luar biasa, sehingga pribadi besar seperti Sayyid Hasan Nasrulah mengaku sebagai salah satu tentaranya. Kita sering lupa bagaimana Alah memberikan nikmat kepada kita. Pribadi seperti Sayyid Hasan Nasrulah juga adalah pribadi yang besar dan harus dicintai. Semoga Alah menambahkan taufik-Nya kepada Sayyid Hasan Nasrulah. Insya Alah.

Partu Az Sukhan: Sudikah Anda menggambarkan semangat rakyat lebanon setelah perang yang sulit dan melelahkan?

Ayt. Misbah Yazdi: Saya tidak banyak berhubungan dengan masyarakat, karena hanya sehari kami di lebanon. Itu pun kami hanya mengunjungi kawasan perang. Namun, yang dapat kami saksikan dari siaran tv Almanar bagaimana rumah-rumah mereka rata dengan tanah. Di Iran sendiri kami menyaksikan itu lewat tv Iran. Banyak orang yang kehilangan tempat tinggalnya, keluarganya gugur dan syahid dalam pertempuran dan begitu juga masalah materi yang banyak mereka temui, namun yang menjadi perhatian adalah wajah-wajah yang tersenyum, berterima kasih kepada Alah dan yang lebih penting lagi adalah kemenangan terhadap musuh berhati setan. Bahkan sebagian kaum Kristiani yang tidak punya kewajiban dalam menutupi auratnya, begitu menunjukkan kecintaannya kepada Sayyid Hasan Nasrulah dan mereka rela dengan apa yang dilakukannya. Kondisi yang demikian yang dibarengi dengan masalah yang dihadapi sangat spesial buat mereka dan saya tidak pernah menemukan kondisi seperti ini di dunia. Bagaimana perang yang begitu menghancurkan dan sangat biadab terjadi, namun rakyat dengan wajah berseri-seri dengan senantiasa bersyukur kepada Alah menjadi pemandangan yang biasa. Mereka merasa menjadi pemenang perang 33 hari dan tidak menganggap kerusakan dan kerugian yang diderita sebagai hal yang harus dipikirkan. Kami juga sempat bertemu dengan para tokoh keagamaan yang kantor, yayasan dan sekolah-sekolah mereka hancur, tapi tidak pernah sedikit pun membicarakan hal itu. Yang dibicarakan hanyalah kemenangan Hizbulah atas Israel dan perlunya kesadaran untuk siap menerima kenyataan dan kemungkinan yang bakal terjadi dikemudikan hari.

Partu Az Sukhan: Bertahun-tahun kekuatan militer Israel dengan bantuan Amerika dan Eropa dipromosikan sebagai tentara tak terkalahkan dan pada prakteknya memang demikian. Negara-negara Arab pernah bersatu untuk menghadapi Israel, namun mereka kalah. Pada perang 33 hari, para pengamat militer dan politik memperkirakan bahwa Hizbulah akan menghadapi nasib yang sama. Apa lagi dengan melihat kemampuan militer Israel. Akan tetapi, apa yang terjadi adalah sebaliknya. Dalam 33 hari Hizbulah mampu menghadapi pasukan Israel dan bahkan keluar sebagai pemenangnya. Apakah Anda sudi membeberkan apa rahasia kemenangan Hizbulah?

Ayt. Misbah Yazdi: Pasukan militer Israel dianggap sebagai pasukan terkuat nomor empat di dunia. Kelihatannya ini terlalu dilebih-lebihkan. Tapi, bahwa pasukan Israel lebih kuat dari pasukan negara-negara Arab itu tidak diragukan lagi. Salah satu buktinya adalah pada perang enam hari pasukan Israel mengalahkan pasukan negara-negara Arab. Dan semenjak waktu itulah pasukan Israel dianggap lebih kuat. Saat ini, Israel diperkuat dengan senjata modern bahkan memiliki senjata nuklir. Bila kita tidak mengatakan bahwa Israel adalah pasukan nomor empat di dunia, setidak-tidaknya harus diakui bahwa Israel memiliki pasukan terkuat di kawasan Timur Tengah. Selain Israel juga memproduksi senjata, mereka juga menggunakan senjata produksi Amerika.

Pada perang 33 hari, Amerika dan negara-negara bonekanya di Timur Tengah membantu Israel. Di sini jelas sekali bahwa telah ada rencana sebelumnya untuk menghancurkan Hizbulah. Rencana ini akhirnya memang membuat sebagian negara-negara Arab ikut serta dalam menghancurkan Hizbulah. Bahkan tidak itu saja, secara terang-terangan mereka menjanjikan untuk menjamin bahan bakar pesawat tempur Israel. Ala kuli hal, rencana yang disiapkan telah sempurna untuk menghancurkan Hizbulah.

Serangan Hizbulah terhadap pasukan Israel yang berhasil menyandera dua orang tentara Israel dengan tujuan menukarnya dengan tahanan lebanon dan Palestina di penjara-penjara Israel. Penyanderaan ini membuat rencana yang telah dibuat matang itu harus dimajukan. Dan bila mereka tidak menyerang, tentu persiapan lebih matang. Mungkin ini sebuah tanda bagi kemenangan Hizbulah.

Sementara mengapa segala persiapan dan bala bantuan Amerika tidak membuat mereka memenangkan perang melainkan Hizbulah, buat kita kaum muslimin dan khususnya Syi'ah merupakan hal yang mudah dan telah selesai. Dalam teks-teks al-Quran disebutkan bahwa kemenangan tidak terletak pada kekuatan militer atau kekuatan pasukan dan strategi perang. Iradah dan kehendak Alah yang berada di atas segala-galanya. "Betapa banyak golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Alah" (2:249). Tentunya, perbuatan Alah dibarengi dengan hikmat dan kebijaksanaan. Alah tidak begitu saja membuat sebuah kelompok menang dan membuat kelompok lain kalah. Untuk menang ada syaratnya dan bila syarat-syarat itu terpenuhi, Alah yang akan menurunkan kemenangan dan musuh akan dikalahkan. "Iya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa" (3:125) Ada dua syarat paling penting yang bila dipenuhi kaum muslimin dapat mempergunakan kemenangan yang dijanjikan Alah. Satu, kesabaran dan perlawanan. Dan yang kedua adalah ketakwaan. Bila kaum muslimin memiliki ketakwaan, menjaga dan menjalankan syariat ilahi, tujuannya adalah menjunjung kebenaran bukannya mengikuti hawa nafsu dan disertai dengan kesabaran, niscaya Alah akan menolong mereka.

Contoh paling jelasnya seperti yang terjadi di zaman permulaan Islam. Perang Badr dan lainnya bisa menjadi contoh. Di masa kini, perang dan kemenangan Iran melawan Irak dan paling anyar adalah perang dan kemenangan Hizbulah atas Israel. Dengan penjelasan di atas, sesuai dengan logika al-Quran, dua sebab yang menjadi kunci kemenangan mereka; pertama semangat ketakwaan dan tawakal kepada Alah dan kedua, perlawanan dan kesabaran.

Partu Az Sukhan: Bagaimana Anda menilai peran Wali Faqih Ayatulah Sayyid Ali Khamane'i dalam kemenangan Hizbulah?

Ayt. Misbah Yazdi: Saya tidak punya informasi detil tentang masalah ini. Namun, Sayyid Hasan Nasrulah sendiri menyampaikan hal ini pada saya. Setelah penyanderaan dua tentara Israel dan kemudian Israel mulai menyerang lebanon dan Hizbulah dibombardir secara biadab oleh Israel, membuat banyak kerugian di pihak Syi'ah. Kerugian ini memunculkan pertanyaan di benak sebagian dari teman-teman Hizbulah. Apa akibat yang telah kita lakukan? Bukan saat yang tepat kita menawan dua tentara Israel. Apa yang kita lakukan mengakibatkan kerugian yang luar biasa... Sebagian mulai terlihat ragu-ragu. Setelah dua hari, kami menerima surat dari Wali Faqih Sayyid Ali Khamane'i bahwa Israel sejak awal punya tujuan untuk membumihanguskan Hizbulah di musim gugur. Dan pada waktu itu kalian pasti akan musnah. Namun, apa yang kalian lakukan telah membuat mereka tidak dapat melakukan persiapan dengan sempurna. Mereka terpaksa menyerang lebih cepat dari rencana yang telah disiapkan. Dalam pesan itu tertulis bahwa kalian akan menjalani perang yang luar biasa dahsyat dan sulit. Bila kalian melakukan perlawanan dan bertahan, niscaya kalian akan menang.

Sayyid Hasan Nasrulah melanjutkan bahwa pesan Wali Faqih ini sering diulang-ulangi dalam pidatonya tanpa menyebutkan nama beliau. Dengan penuh keyakinan kami melakukan manuver pada pesan itu yang pada akhirnya memberikan semangat baru kepada pejuang Hizbulah. Mendengar itu mereka semakin pasti untuk melawan dan bertahan bahkan di kawasan yang sangat sulit, kami sempat memerintahkan kepada pejuang Hizbulah untuk mundur sebagai taktik, tapi mereka menjawab, "Bila ini adalah perintah, maka kami akan menaatinya. Namun, bila ini bukan perintah dan kami diberikan pilihan, maka kami lebih memilih untuk tetap di sini dan melakukan perlawanan". Mereka bertahan dan betul-betul mengalami cobaan yang sangat berat dan akhirnya kesabaran itu berbuahkan kemenangan. Menurut Sayyid Hasan Nasrulah, pesan Wali Faqih sangat berpengaruh dalam kemenangan ini.

Partu Az Sukhan: Kemenangan Hizbulah di kawazan Timur Tengah membuat peta kekuatan dunia berubah. Anda sendiri bagaimana melihat kemenangan Hizbulah dan kondisi pengikut Ahli Bayt di kawasan Timur Tengah dan dunia?

Ayt. Misbah Yazdi: Kemenangan ini tentunya tidak atas nama sebuah kelompok bernama Hizbulah di lebanon. Ini adalah kemenangan Syi'ah dan Islam menghadapi hegemoni super power dunia dan dampaknya dapat disaksikan di seluruh dunia. Pengaruh ini bahkan sampai pada kelompok-kelompok yang secara akidah dan prinsip-prinsip berpikir berbeda serta kebijakan politiknya berbeda dengan Hizbulah. Mereka larut dalam semangat Hizbulah bahkan di sebagian tempat mereka juga mengucapkan yel-yel "Nahnu Kuluna Syi'ah" (kami semua Syi'ah). Tidak diragukan lagi bahwa kemenangan ini tidak sekadar kemenangan militer. Ini sebuah kemenangan ide, keyakinan dan mazhab buat Syi'ah dan Islam dalam menghadapi super power dunia yang zalim.

Dari sisi lain, kita dapat memahami penting masalah ini. Ini adalah jalan yang ditunjukkan oleh Imam Khomeini. Musuh senantiasa merusak apa yang menjadi sandaran mereka. Imam mengerti bahwa masalah ini sangat penting. Setelah kemenangan ini, bahkan pada sebagian besar negara-negara Islam, dimulai serangan yang lebih dahsyat terhadap Syi'ah dan Iran sebagai pusat Syi'ah. Rencana-rencana busuk secara umum dirancang dan dieksekusi untuk melemahkan Iran dan Syi'ah. Pada akhirnya, Simon Perez secara terbuka mengeluarkan statemen bahwa strategi Amerika dan Israel di Iran adalah membuat perpecahan dan perselisihan. Artinya, kami telah putus asa dengan rencana yang sudah-sudah. Hanya inilah cara yang paling bisa dilakukan untuk menyelamatkan diri mereka.

Bahaya paling besar yang menghantui mereka sekarang ini adalah kebesaran dan kemuliaan Iran dan Syi'ah di mata dunia. Yakni, Syi'ah adalah ancaman buat masa depan mereka. Berdasarkan ini, Kemenangan ini jangan ditangkap sekadar kemenangan militer, melainkan kemenangan budaya Syi'ah. Dampak nyatanya adalah di semua negara-negara Islam ada sebuah arus besar untuk memahami Syi'ah dan adanya rasa kecintaan kepada Hizbulah, khususnya terhadap pribadi Sayyid Hasan Nasrulah.

Partu Az Sukhan: Sudikah Anda menceritakan apa yang paling berkesan dalam perjalanan ini?

Ayt. Misbah Yazdi: Buat saya, tidak ada yang paling berkesan kecuali ketika bertemu dengan Sayyid Hasan Nasrulah. Sebelumnya, saya sudah mengenal perilaku, pribadi, ketakwaan, tawakal dan keberaniannya. Namun kali ini, tawakal dan kepasrahannya kepada Alah dan hanya Alah yang dilihatnya serta tidak memperhitungkan dirinya adalah yang paling mengesankan.

Beberapa Kisah Pertempuran dan Pertolongan Alah dari Ayt. Misbah Yazdi yang disampaikan langsung oleh Sayyid Hasan Nasrulah:[2]

Banyak cerita yang terjadi di zaman permulaan munculnya Islam. Kejadian yang menunjukkan mukjizat ilahi. Mengenai perang Badr, Ayat al-Quran turun "Sungguh Alah telah menolong kamu dalam peperangan Badr , padahal kamu adalah ( ketika itu ) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Alah, supaya kamu mensyukuri-Nya (3:123)." Dan ayat "( Ingatlah ), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut- turut)" (8:9). Bagaimana al-Quran dengan kewibawaannya menceritakan turunnya para malaikat. Namun, menurut pemahaman saya yang dangkal ini, cerita yang terjadi dalam perang 33 hari lebih agung dan besar. Sebagian cerita ini saya sempat mendengarkannya lewat orang lain ketika beliau datang ke Iran dan akhirnya mendengar langsung dari Sayyid Hasan Nasrulah. Buat saya, mempercayai cerita-cerita ini sangat sulit.

1. Cerita pertama ini pernah saya dengar di Iran lewat orang lain yang disampaikan ketika Sayyid Hasan Nasrulah ke Iran. Ceritanya tentang debat atau wawancara yang dilakukan dengan seorang tentara atau komandan yang disiarkan oleh tv Israel. Ini sebuah dialog yang hakikatnya merendahkan mereka sendiri, tapi tidak dipahami ke sana. Komandan pasukan ini meyakini bahwa musuh yang dihadapinya, Hizbulah, adalah orang-orang yang percaya akan khurafat dan takhayul. Ketika kami mendekati pasukan Hizbulah dan menguasai keadaan dan dengan maksud menghancurkan mereka, tiba-tiba muncul beberapa orang dengan berpakaian putih menuju ke arah kami sambil membawa pedang. Orang-orang seperti inilah yang menghadapi kami dengan segala peralatan modern. Dengan gaya melecehkan mereka, kami menembak ke arah mereka.

Namun, yang terjadi adalah setiap tembakan kami tidak menyentuh mereka. Ada yang datang mendekat dan memotong tangan saya. Tangannya terpotong tinggal sikut dan itu ditunjukkan ke televisi sambil berkata bahwa tangan saya dipotong dengan senjata pedang. Mereka yang melakukan ini adalah orang-orang yang berpakaian putih-putih. lihatlah, bagaimana Alah dengan kekuasaannya membuat hal ini disiarkan di televisi Israel.

2. Cerita ini disampaikan langsung oleh Sayyid Hasan Nasrulah. Dan menurut saya, cerita ini sangat penting. Beliau sendiri berkata bahwa selama perang 33 hari, pasukan Hizbulah tidak melakukan apa-apa. Kami tidak berperang, semuanya adalah bantuan Alah. Beliau kemudian menukilkan cerita bahwa salah seorang dari komandan pasukannya, yang tidak diingat namanya, berada di sebuah kawasan yang sangat sulit. Mereka bukanlah pasukan modern yang memiliki senjata dan amunisi lengkap. Yang dimiliki hanyalah sebuah peluncur roket panggul atau maksimalnya dibarengi dengan roket Katyusha. Dengan peralatan sederhana ini mereka menyerang pasukan Israel.

Serangan yang dilakukan hanya pada waktu siang hari dan bila diserang mereka tidak akan mampu bertahan lama. Ketika itu, pasukan Israel bersiap menyerang pada malam hari. Mereka telah menurunkan pasukannya berhadap-hadapan dengan front terdepan Hizbulah. Usaha mereka adalah mengepung pasukan Hizbulah yang tidak memiliki teropong malam. Karena tidak memiliki senjata penangkal udara dan alat untuk melihat malam, maka tidak ada yang dapat dilakukan. Salah seorang dari komandan Hizbulah sangat sedih melihat kondisi pasukannya, karena selain itu juga amunisi telah habis. Dalam kondisi genting dan di tengah kegelapan malam, akhirnya ia tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi bertemu dengan Sayyidah Zainab anak Imam Ali bin Abi Thalib as.

Dalam pertemuan itu ia menjelaskan keadaan yang sangat genting sambil tidak lupa agar meminta agar ditolong karena bila kondisi ini terus berlangsung, maka semua anggotanya bakal habis. Dalam mimpinya ia memaksa agar segera dibantu. Sayyidah Zainab berkata bahwa jangan khawatir karena segalanya akan berjalan lancar. Namun, karena terus didesak, akhirnya beliau menunjukkan kepada seorang wanita. Ia mengatakan bahwa saya mengenalnya dan itu adalah Sayyidah Fathmah az-Zahra. Setelah mendekat dan mengulang kembali permohonannya agar anggota pasukannya ditolong karena tidak ada lagi yang dapat diandalkan. Sayyidah Zahra berkata agar kami berdoa dan segalanya akan berjalan lancar.

Tapi saya masih terus memaksa agar beliau melakukan satu hal yang dapat menyelamatkan mereka. Hasilnya, beliau kemudian mengeluarkan sapu tangannya dan menggerak-gerakkannya, setelah itu beliau berkata, "Pergilah! Segalanya telah selesai". Setelah diberi perintah demikian ia lalu terbangun. Ketika terbangun ia melihat sebuah helikopter hancur berkeping-keping. Ia lalu bertanya kepada, "Apa yang sedang terjadi? Setelah itu ia menuju pos tempat berkumpul anggota pasukannya dan bertanya apa yang terjadi? Ada yang menjawab bahwa kami sedang duduk-duduk, tiba-tiba saya bangkit untuk menembak. Ketika saya akan menembak, tiba-tiba helikopter itu terbakar dan meledak. Masalahnya di sini, bukannya helikopter yang hancur berkeping-keping, tapi pasukan Israel menjadi yakin bahwa kami memiliki teropong untuk melihat malam dan memiliki senjata yang dapat menembak mereka pada malam hari. Dengan perhatian yang diberikan oleh Sayyidah Zahra as. bukan saja helikopter meledak, tapi mereka tidak lagi berani menyerang karena percaya kami dapat melihat mereka pada malam hari dan memiliki senjata yang dapat menembak mereka pada malam hari.

3. Cerita ini juga disampaikan langsung oleh Sayyid Hasan Nasrulah. Di lini terdepan ada pasukan yang sangat percaya diri dapat bertahan melawan serangan Israel. Sayyid Hasan Nasrulah sempat memerintahkan mereka untuk mundur sebagai taktik karena amunisi juga telah habis, bahkan bukan itu saja karena persediaan makanan juga telah habis. Setelah kami perintahkan agar mundur, mereka bertanya apakah ini sebuah perintah? Bila ini adalah perintah kami akan menaati dan akan mundur. Namun, bila kami diberi izin, maka kami akan tinggal di sini. Kami masih ingin bertahan dan melakukan perlawanan di sini. Sayyid Hasan Nasrulah menjawab, "Terserah kalian". Banyak dari mereka yang syahid dalam usahanya mempertahankan kawasan itu. Israel menurunkan pasukan penerjunnya dan pasukannya di tempatkan tepat di depan mereka yang dipisahkan oleh sungai. Israel sangat ingin menguasai kawasan ini dan menjadikannya batas teritorialnya dengan lebanon.

Pasukan penerjun diturunkan di belakang pasukan Hizbulah dan di depannya pasukan Israel yang terpisah oleh sungai. Mereka terjepit oleh dua pasukan. Kedua pasukan Israel yang berusaha menjepit pasukan Hizbulah dan bersiap untuk menghancurkan mereka. Dalam kondisi seperti ini, mereka masih berhasil melakukan hubungan dengan pasukan Hizbulah lainnya untuk menyerang pasukan yang tengah mengurungnya. Tapi jawaban yang diterima adalah kami juga telah kehabisan amunisi. Namun, ketika itu mereka tidak mendengar dengan jelas bahwa jawaban dari pasukan Hizbulah yang lain adalah kalian jangan terlalu mengandalkan kami, karena kami juga telah kehabisan amunisi.

Ketidakmengertian ini terjadi karena sandi yang dikirimkan tidak terbaca dengan baik. Tapi sesaat kemudian, tepat di lokasi pasukan Israel terdengar suara-suara ledakan, sepertinya mereka diserang dengan hebat dengan persenjataan artileri berat. Setelah pasukan Israel kocar-kacir, mereka kemudian mengirim sandi kepada pasukan lainnya bahwa apa serangan kalian tepat mengenai sasaran. Pasukan itu malah bertanya kapan kami menyerang mereka? Kami tidak memiliki apa-apa sehingga dapat menembak mereka. Yang dipahami oleh pasukan yang terjepit dari sandi yang dikirim waktu itu adalah, "iya kami akan menyerang mereka, dan kami melihat bahwa kalian menghujani mereka dengan hebat yang membuat mereka melarikan diri". Tidak ada yang tahu, serangan dan tembakan itu berasal dari mana. Bagaimana sampai pasukan Israel takut dan melarikan diri kembali ke pangkalannya tidak ada yang tahu. Yang terpenting adalah mereka tidak kembali lagi ke kawasan itu. Kemenangan Hizbulah dalam perang 33 hari seperti kemenangan yang seperti ini. [saleh l]



[1] . Wawancara ini dimuat oleh koran mingguan Partu Az Sukhan, nomor 358 tanggal 13 Desember 2006. Dalam wawancara ini ada dua tema yang ditanyakan, pertama tentang lebanon dan kedua tentang pemilihan Dewan Pakar yang tidak dimuat di sini. (-pent)

[2] . Kisah-kisah ini adalah penggalan dari ceramah Ayt. Misbah Yazdi yang dimuat di situs http://www.shianews.org/textnews.asp?id=1291.