Senin, 22 Januari 2007

Jesus Camp; Kids on Fire


Jesus Camp; Kids on Fire

Televisi ABC Amerika menayangkan sebuah tayangan yang cukup menarik perhatian pemirsa Amerika. Acara ini berjudul Kamp Yesus. Dan acara ini mengisahkan tentang sebuah kamp pengajaran Injil dengan nama Kids on Fire. Di kamp ini, anak-anak diajarkan mulai dari masalah-masalah pendidikan sampai militer. Bila selesai dari kamp ini mereka diharapkan menjadi bagian dari tentara Tuhan.

Siaran ini didanai dan didukung oleh kelompok Kristen Evangelis pendukung fanatik Bush. Sebuah kelompok yang meyakini semakin dekatnya kemunculan Yesus. Dan untuk itu mereka harus segera menyiapkan dirinya. Menyiapkan diri untuk perang “Armagedon”. Mengantisipasi itu, mereka perlu mempersiapkan anak-anak mereka. Karena, menurut mereka, kedatangan Yesus di zaman anak-anak mereka. Perlu kiranya sebuah kawah candradimuka untuk menempa anak-anak mereka. Kira-kira begitulah alasan pembentukan dan penayangan Jesus Camp.

Menariknya, situs-situs yang juga ikut merelay tayangan Jesus Camp, kemudian menghapus tayangan tersebut dengan alasan adanya ancaman dan untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan. Situs-situs video hosting yang juga sempat menyiapkan pelayanan bagi mereka yang ingin menyaksikan film tersebut, tiba-tiba saja layanan tersebut dihapus. Sekarang hanya dapat dilihat di arsip ABC NEWS dan situs mouood. Padahal, dalam film itu, tidak ada bagian dari tayangan Jesus Camp yang dapat menimbulkan efek munculnya tindakan kekerasan.

Tempat pendidikan Jesus Camp berada di Utara Dakota. Selain dilatih kemampuan militer, anak-anak juga diajak untuk melakukan doa bersama. Menangis karena kiamat yang makin dekat. Berharap agar aborsi tidak lagi dilakukan oleh manusia. Dan yang paling menarik (baca: menggelikan) adalah penyembahan terhadap sebuah poster. Dan poster itu adalah George Bush presiden Amerika. Mereka menganggapnya sebagai penampakan Tuhan atau setidak-tidaknya sebagai salah satu pilihan Tuhan.

Becky Fisher salah satu staf pengajar Jesus Camp menceritakan: “Saya benar-benar ingin mendidik mereka, sehingga siap untuk mengorbankan nyawanya demi Injil. Hal sama yang terjadi di Pakistan, Israel dan Palestina di mana anak-anak kaum muslimin siap menyerahkan jiwanya demi Islam”. Pada bagian dari tayangan tersebut Becky dengan terus terang mengatakan bahwa kaum muslimin sebagai musuh. Ia juga menambahkan: “Sampai saat ini saya belum pernah merasakan dieksploitasi oleh seseorang”.

Sebagai penutup, menarik untuk menengok apa yang dikatakan oleh presenter acara ini. Ia berkata: “Sebagian orang di Amerika percaya bahwa kamp ini untuk mendidik anak-anak menjadi seperti setan, tapi banyak juga orang yang setuju dengan acara ini”. [Saleh Lapadi]

Tidak ada komentar: